Longsor di Sumatera menewaskan 16 orang

28/01/2013

Longsor di Sumatera menewaskan 16 orang thumbnail

 

Pemerintah melaporkan, bencana longsor akibat hujan deras yang terjadi di Provinsi Jambi dan Sumatera Barat selama akhir pekan menyebabkan 16 tewas.

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga hari ini sebanyak 11 orang ditemukan meninggal dunia setelah longsor menimbun 15 rumah di Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Selain korban tewas, tim juga menemukan 6 orang luka-luka dan dan sampai saat ini masih terdapat 10 orang yang masih dicari dan diperkirkan tertimbun longsor.

“Aparat TNI dan POLRI telah dikerahkan untuk mengevakuasi bersama-sama dengan masyarakat/relawan dan BPBD Kabupaten Agam, Basarnas dengan menggunakan peralatan seadanya. Akses menuju lokasi medannya cukup berat”, kata Nugroho seperti dilansir dalam situs resmi BNPB.

Hujan di daerah Agam, menurutnya, juga menyebabkan banjir yang merusak sejumlah infrastruktur.

“Banjir memutuskan jembatan sehingga sekitar 30 kepala keluarga atau sekitar 52 jiwa terisolir.”

Bambang Warsito, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mengatakan, hari mereka telah mengerahkan alat berat untuk mencari korban yang masih hilang.

Menurut Bambang, kendala utama pencarian korban yakni lokasi bencana yang berbukit-bukit sehingga menyulitkan tim evakuasi untuk menembus lokasi menggunakan alat berat.

Bambang menambahkan saat ini warga korban longsor membutuhkan obat-obatan, makanan serta pakaian. Korban juga memerlukan bantuan pemulihan serta rumah untuk tempat tinggal pascabencana nanti.

Selain itu, di tempat terpisah, hujan deras yang terjadi pada Sabtu sore telah menyebabkan longsor di Desa Lempur Tengah Kecamatan Gunung Raya Kabuparen Kerinci Provinsi Jambi pada pukul 19.30 WIB. Korban meninggal berjumlah 5 orang. Di samping itu, terdapat 2 korban yang menderita luka berat dan 2 luka ringan.

Nugroho mengatakan, korban yang tewas merupakan pekerja pengeboran eksplorasi panas bumi yang dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energy di Kabupaten Kerinci, Jambi.

“Korban tewas akibat longsor di lokasi pertambangan tersebut”, jelas Nugroho.

Bencana banjir dan longsor telah terjadi beberapa kali di sejumlah wilayah Indonesia dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Pekan lalu hujan deras yang terjadi di Jakarta telah mengakibatkan korban jiwa setidaknya 20 orang.

Sementara di Bogor, Jawa Barat, longsor pada 15 Januari lalu menyebabkan 6 orang tewas, 3 rumah, 1 masjid dan 1 warung hancur.

Ryan Dagur, Jakarta

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  2. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  3. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  4. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  5. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  6. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  7. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  8. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  9. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  10. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  1. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  2. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  3. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  4. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  5. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  6. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  7. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  8. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  9. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  10. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
UCAN India Books Online