Tokoh agama kecam kerusuhan Sumbawa

28/01/2013

Tokoh agama kecam kerusuhan Sumbawa thumbnail

Din Syamsuddin (kiri) dan Romo Antonius Benny Susetyo (kanan)

 

Para tokoh lintas agama mengecam kerusuhan yang terjadi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (22/1). Mereka menyesalkan konflik yang bersifat personal meluas menjadi konflik komunal sehingga menimbulkan aksi anarkis.

Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin meyakini bahwa konflik tersebut hanyalah konflik personal.

Dia meminta aparat penegak hukum bekerja cepat dengan meredam aksi-aksi kerusuhan agar tidak terulang kembali. Menurutnya, para pelaku konflik layak dipidanakan.

Din sebagai tokoh yang pernah besar di Sumbawa juga mengimbau masyarakat untuk bersikap kritis. Tidak rentan terprovokasi. Sebab, dia meyakini kerusuhan di Sumbawa disebabkan oleh ulah provokator.

“Ini terjadi akibat masalah personal kemudian berkembang menjadi masalah SARA. Kami mengimbau kepada seluruh umat agama semakin cerdas, dan dewasa. Kita mengimbau masyarakat kritis menanggapi isu-isu itu,” kata Din, di Kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Covilisations (CDCC), Minggu (27/1), seperti dilansir beritasatu.com.

Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI) Romo Antonius Benny Susetyo juga mengungkapkan hal yang sama.

Dia mengimbau masyarakat lebih cerdas dalam menanggapi suatu isu agar tidak terprovokasi. Apalagi, yang dirugikan adalah masyarakat itu sendiri.

Dia menekankan kalau kekerasan tidak dapat dibenarkan, karena seluruh agama tidak mentolerir aksi-aksi kekerasan.

“Kita berharap jangan terulang lagi kekerasan ini. Mengimbau masyarakat lebih cerdas tidak terprovokasi sentimen-sentimen. Karena konflik merugikan ekonomi masyarakat, dan yang dirugikan adalah masyarakat itu juga,” ujarnya.

Ketua umum Matakin Pusat, Wawan Wiratma berpesan agar seluruh elemen bangsa perlu bekerjasama bahu-membahu menyelesaikan konflik yang terjadi di Sumbawa.

“Redam opini yang menimbulkan stigma negatif,” kata Wawan.

Senada dengannya Ketua Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia di tingkat Pusat SN Suwisma juga mengungkapkan hal serupa dia berpandangan seluruh elemen bangsa perlu duduk bersama guna mencari solusi apalagi, kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di Indonesia selalu muncul dengan modus-modus yang sama.

“Kami ingin mendorong adanya musyawarah mufakat. Kejadian yang berawal dari masalah pribadi, personal seharusnya tidak berujung pada masalah komunal. Ini yang kita cari solusi agar tidak terulang. Berdosa kita kalau mengatakan ini yang terakhir kali namun, terjadi lagi berulang kali,” katanya.

Kerusuhan yang terjadi di Sumbawa dipicu oleh oknum yang menyebarkan isu bernuansa SARA menyusul wafatnya mahasiswi asal Sumbawa Arniati (30) dalam kecelakaan lalu lintas sewaktu dibonceng kekasihnya seorang anggota polisi Brigadir I Gede Swarjana (31) pada Sabtu (19/1) sekitar pukul 23.00 WITA.

Warga melakukan aksi demonstrasi meminta polisi mengusut kematian Arniati.

Hal itu meluas dengan kejadian bentrokan antar warga yang menjurus pada aksi anarkis dengan merusak beberapa tempat ibadah dan hotel, dan beberapa rumah milik penghuni asal Bali.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pro dan kontra seputar rencana pembangunan patung Yesus di Papua
  2. Vatikan desak pemerintah global melibatkan masyarakat adat dalam pembangunan
  3. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  4. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  5. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  6. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  7. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  8. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  9. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  10. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  1. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  2. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  3. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  4. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  5. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  6. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  7. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  8. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  9. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  10. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
UCAN India Books Online