
Jatuhnya markas terakhir Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA, Kachin Independence Army) dekat kota Laiza telah memicu ketakutan di kalangan pengungsi, demikian ungkap seorang pastor di daerah itu.
Sekitar 12.000 pengungsi telah mengungsi di kamp-kamp sementara di dan sekitar Laiza, kantor pusat KIA di perbatasan dengan Cina, demikian sumber pekerja bantuan kemanusiaan.
Banyak pengungsi tidak bisa memutuskan apakah mereka harus melarikan diri, kata Pastor Nanzing Latt, seraya mengatakan bahwa krisis kemanusiaan mungkin akan terjadi jika serangan militer terhadap pemberontak Kachin terus meningkat.
Menurut Pastor Nanzing Latt, seorang pejabat Organisasi Kemerdekaan Kachin mengatakan kepada para pengungsi bahwa organisasi itu akan bernegosiasi dengan pihak berwenang Cina terkait kamp pengungsi jika pertempuran berlanjut.
“Kami siap mengungsi kalau pertempuran mencapai kota Laiza,” kata Hkawng Nu, seorang wanita Kachin setempat.
Pertempuran di antara militer dan KIA telah meningkat sejak Juni 2011 setelah kesepakatan gencatan senjata 17 tahun dirusak setelah Presiden Thein Sein berkuasa.
Doi Pi Sa, yang mengepalai Komite Bantuan dan Pembangunan Kachin di Laiza, mengatakan kepada ucanews.com pada Senin, “Kami merasa sangat prihatin atas keamanan para pengungsi … tapi kami harus menunggu dan melihat. ”
“Bahkan jika orang-orang melarikan diri ke Cina, mereka akan menghadapi masalah, karena ada banyak keterbatasan di Cina,” kata Doi Pi Sa.
Menurut laporan media yang dikelola negara Cina di Provinsi Yunnan, Cina berencana menyediakan kamp-kamp untuk 10.000 pengungsi yang akan melintasi perbatasan.
Setelah 19 bulan pertempuran, lebih dari 10.000 warga Kachin tinggal di kamp-kamp sementara di dekat perbatasan.
Di sekitar Laiza, sejak Minggu pertempuran belum terjadi ketika militer mengambil markas KIA di bukit Hka Ya Bum. Ini adalah pertama kalinya situasi telah tenang di sekitar Laiza sejak bulan lalu, kata Mayor John Brang dari KIA.
Thein Sein telah berulang kali mengatakan ia telah memerintahkan militer untuk terlibat dalam tindakan defensif melawan pemberontak Kachin dan tidak menduduki Laiza.
Sumber: Army nears KIA stronghold
Romo Magnis protes terkait penghargaan kepada Presiden SBY
Aktivis lingkungan dipenjara di tengah upaya membela hak petani
Amnesty: Hukuman mati di Indonesia langkah mundur