2.275 kasus kekerasan terhadap anak, DPR didesak revisi UU Perlindungan Anak

30/01/2013

2.275 kasus kekerasan terhadap anak,  DPR didesak revisi UU Perlindungan Anak thumbnail

Ilustrasi

 

Sebanyak 2.275 kasus kekerasan terhadap anak sepanjang tahun 2012 mendorong Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera merevisi Undang-Undang (UU) No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Sistem perlindungan anak yang ada dalam undang-undang No.23 Tahun 2002 itu tidak mempunyai mandat yang kuat tentang cara melindungi anak secara objektif. Untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia, kami pikir tidak ada cara lain selain merevisi undang-undang tersebut,” kata Ketua Divisi Pengawasan KPAI Muhammad Ihsan di Jakarta, Selasa (29/1), seperti dilansir metrotvnews.com.

Dia menambahkan sistem perlindungan anak yang terkandung dalam undang-undang tersebut tidak mampu merespon dengan cepat berbagai masalah perlindungan anak yang ada, termasuk kasus kekerasan pada anak.

“Padahal, kita tahu bahwa akhir-akhir ini marak sekali masalah terkait perlindungan anak, mulai dari kasus pemerkosaan hingga pembunuhan,” ujarnya.

Menurut data KPAI, jumlah kasus kekerasan terhadap anak pada 2012 meningkat hingga mencapai 2.275 kasus yang terbagi dalam sembilan bidang perlindungan anak.

Kesembilan bidang perlindungan anak itu, antara lain pendidikan, kesehatan, hak sipil dan kebebasan, agama dan budaya, sosial dan perlindungan khusus anak dalam bencana alam, keluarga dan pengasuhan alternatif, perlindungan anak berhadapan degan hukum (ABH) dan kekerasan, perlindungan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza) dan pornografi, perlindungan dari ‘trafficking’ dan eksploitasi.

Foto: Media Indonesia

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Imam Filipina yang ditawan teroris terlihat masih hidup
  2. Paus ingatkan orang Kristen agar tidak bergantung pada ramalan
  3. Uskup Filipina meminta para imam agar lebih bijak
  4. Kontroversi atas nominasi calon presiden India dari kelompok garis keras
  5. Upaya menghijaukan wilayah tandus Myanmar
  6. Tuhan mengasihi dan memilih orang yang rendah hati, kata Paus
  7. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  8. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  9. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  10. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online