UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Karitas Pakistan kritik Perdana Menteri gunakan dana bantuan banjir

31/01/2013

Karitas Pakistan kritik Perdana Menteri gunakan dana bantuan banjir thumbnail

 

Badan-badan bantuan termasuk Karitas Pakistan mengkritik pemerintah yang menggunakan dana bantuan banjir sebesar 1,2 miliar rupee (US$ 12.280.000) untuk cabang-cabang dari partainya yang berkuasa, Partai Rakyat Pakistan, meskipun baru-baru ini tindakan itu dilarang.

Karitas Pakistan, sebuah kelompok bantuan Katolik di negara itu, mengatakan dana sumbangannya diambil dari kolekte tahun 2011. Tindakan itu adalah ilegal dan akan membahayakan ratusan ribu orang yang membutuhkan bantuan menyusul musim hujan tahun ini.

“Tata kelola yang buruk yang menyakiti organisasi-organisasi yang berusaha membantu warga yang masih menderita. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pakistan harus memastikan peralihan dana tersebut tidak terjadi lagi,” kata Amjad Gulzar, direktur eksekutif Karitas Pakistan.

Pada 22 Januari KPU mengeluarkan larangan penggunaan dana dengan motif politik, setelah Perdana Menteri Raja Pervaiz Ashraf mentranfer 15 miliar rupee dari dana 106 proyek pembangunan kepada cabang partainya yang berkuasa menjelang pemilu nasional yang diharapkan akhir tahun ini.

Dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan larangan tersebut, komisi itu menyatakan transfer itu sebagai “suap politik”, namun pekan ini Ashraf membuat transfer lain ke cabang-cabang partainya, kali ini dari dana bantuan banjir, yang ditentang langsung komisi itu.

“Cara itu adalah tidak sensitif dan ilegal. Komisi sedang mengkaji kasus ini dan akan mengambil tindakan tegas,” kata Altaf Ahmad, humas KPU, ucanews.com.

Hujan lebat tahun lalu berdampak pada lebih dari satu juta orang dan menghancurkan 827.000 hektar tanaman. Badan-badan bantuan mengatakan bahwa kerusakan menimbulkan ancaman bagi para petani.

Amjad mengatakan Karitas harus mengurangi rencana bantuannya tahun ini setelah respon yang kurang dari para donor tahun lalu, dengan membuat dana cadangan bantuan banjir.

Mohammad Hassan Mashori, ketua HAM dan Asosiasi Pembangunan Pedesaan, lebih jauh mengkritik apa yang dia katakan adalah penyalahgunaan perdana menteri terhadap dana bantuan itu.

Dia mengatakan hanya organisasi-organisasi non-pemerintah telah membantu penduduk desa di Provinsi Sindh bagian selatan, yang selalu menderita selama musim hujan.

“Partai yang berkuasa itu hanya membantu para pekerja politiknya di daerah yang terkena banjir,” katanya.

Sumber: Relief groups slam PM’s use of flood aid

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Integrasi politik di Papua stagnan akibat pelanggaran HAM
  2. Ensiklik Paus Fransiskus tentang lingkungan dibahas dalam acara buka puasa bersama lintas agama
  3. Mahasiswa Papua demo di Jakarta tuntut merdeka
  4. Di Tacloban, korban topan kembalikan keceriaan dengan festival
  5. Pesan Toleransi Azizah Bagi Hubungan Antaragama
  6. Umat Katolik di Hong Kong adakan ibadat Jalan Salib demi demokrasi
  7. Keuskupan Manado terus melakukan persiapan untuk IYD 2016
  8. Dana Aspirasi wadah DPR melakukan 'perampokan ilegal'
  9. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  10. Dubes Vatikan ajak umat berdoa bagi Paus Fransiskus
  1. Di Tacloban, korban topan kembalikan keceriaan dengan festival
  2. Radikalisme akan tetap ada selama adanya ketidakadilan
  3. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  4. Integrasi politik di Papua stagnan akibat pelanggaran HAM
  5. Di Bangladesh, pernikahan anak menghadapi kenyataan suram
  6. Jesuit akan fokus pada pendidikan di Asia
  7. Terlepas dari keputusan AS, Filipina tidak setuju pernikahan gay
  8. Ketika rumah bukan lagi sebuah tempat aman
  9. Dubes Vatikan ajak umat berdoa bagi Paus Fransiskus
  10. 15 tahun sahur bareng kaum pinggiran
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online