UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Amnesti Internasional minta Indonesia atasi kekerasan

04/02/2013

Amnesti Internasional minta Indonesia atasi kekerasan thumbnail

 

Amnesti International khawatir dengan terjadinya kekerasan yang terus-menerus, ancaman dan gangguan terhadap para pembela hak asasi manusia di Indonesia.

Kekhawatiran badan internasional yang berkedudukan di Inggris itu disampaikan Josef Roy Benedict, Campaigner – Indonesia & Timor-Leste Amnesty International Secretary kepada ANTARA London, Sabtu (2/2).

Roy mengatakan Pemerintah Indonesia harus memastikan akuntabilitas atas pelanggaran HAM oleh polisi di Sumatera Selatan dan melakukan evaluasi menyeluruh selama memelihara ketertiban umum dengan memastikan memenuhi standar internasional.

Setidaknya tiga insiden terpisah sejak Juli tahun lalu yang melibatkan petani dari Kabupaten Ogan Ilir menyoroti polisi Indonesia gagal menangani operasi ketertiban umum tanpa menggunakan kekuatan berlebihan, dan bahkan mematikan.

Pada 29 Januari 2013 sekelompok sekitar 500 petani dari Kabupaten Ogan Ilir, didampingi aktivis dari cabang Sumatera Selatan dari Indonesia lingkungan organisasi WALHI (Wahana Lingkungan Hidup), berbaris ke markas Polisi Daerah (Polda) Sumatera Selatan di Palembang.

Menurut laporan yang dapat dipercaya, polisi menggunakan kekerasan yang tidak perlu dan berlebihan untuk membubarkan para pengunjuk rasa, yang berusaha memasuki kompleks kantor polisi.

Puluhan pengunjuk rasa terluka, dan setidaknya satu aktivis HAM dari WALHI menderita cedera kepala. Dua puluh enam demonstran, termasuk dua aktivis, kemudian ditangkap oleh polisi.

Semua kecuali tiga orang pengunjuk rasa telah sejak dilepas, Anwar Sadat, Ketua Eksekutif WALHI Sumatera Selatan, Dede Chaniago, seorang aktivis WALHI dan Kamaludin, seorang petani.

Semuanya masih berada dalam tahanan polisi dan didakwa dengan hasutan untuk melakukan kekerasan terhadap pemerintah, kekerasan terhadap orang lain atau barang, dan penganiayaan dengan ancaman hukuman sampai enam tahun penjara.

Para demonstran memprotes tindakan polisi di Polres Ogan Ilir dan orang tak dikenal lainnya dilaporkan memasuki desa Betung dan menuntut bahwa penduduk desa meninggalkan tanah mereka.

Sumber yang dapat dipercaya menunjukkan polisi menghancurkan tempat ibadah di Desa Betung sebelum pergi. Telah terjadi sengketa tanah yang sedang berlangsung antara petani dan perusahaan perkebunan milik negara di Kabupaten Ogan Ilir sejak 1982.

Dalam insiden sebelumnya pada Juli 2012 polisi Brigade Mobil (Brimob) dan Kepolisian Kabupaten Ogan Ilir melepaskan tembakan pada kerumunan petani membunuh seorang anak berusia 12 tahun dan melukai empat orang lainnya di desa Limbang Jaya.

Menurut Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), polisi telah menembakkan peluru tajam ke arah kerumunan sementara Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bahwa aparat polisi telah melanggar prosedur kepolisian.

Enam petugas polisi kemudian diberikan disiplin peringatan tertulis. Amnesti International tidak mengetahui adanya investigasi kriminal.

Amnesti International khawatir tentang apa yang nampaknya menjadi pola pelanggaran polisi terhadap petani dari Kabupaten Ogan Ilir, dan merekomendasikan bahwa penyelidikan independen harus segera dilakukan.

Mereka yang diduga bertanggung jawab, termasuk orang dengan perintah atau tanggung jawab atasan terlepas dari pangkat, harus dibawa ke muka hukum di pengadilan sipil dan korban diberikan ganti rugi (reparasi).

Dalam menangani operasi ketertiban umum, polisi harus menghormati hak untuk hidup yang dijamin dalam Pasal 6 dari Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR), di mana Indonesia merupakan negara pihak.

Aparat penegak hukum harus menerapkan langkah non-kekerasan sebelum beralih ke penggunaan kekuatan dan senjata api yang dapat digunakan jika benar-benar tidak dapat dihindari untuk melindungi kehidupan. Polisi juga harus menghormati hak kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai yang diatur dalam Pasal 19 dan 21 dari ICCPR.

Menurut Pasal dua Deklarasi PBB tentang Pembela Hak Asasi Manusia, setiap negara memiliki kewajiban menciptakan kondisi yang diperlukan untuk membela hak asasi manusia dalam yurisdiksi mereka.

Amnesti International menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk memastikan suatu lingkungan di mana dimungkinkan untuk membela hak asasi manusia tanpa takut akan pembalasan dan intimidasi.

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulil: Umat Muslim yang percaya kata 'Allah' hanya untuk Islam adalah 'keliru'
  2. Sinode berakhir dengan mempertegas ajaran Gereja
  3. Uskup Peraih Nobel Perdamaian doakan Jokowi-JK dalam Surat Terbuka
  4. Menara Pohon Natal yang dibenci Korut telah dibongkar
  5. Vatikan mengumumkan jadwal perjalanan Paus Fransiskus ke Turki
  6. Para kardinal bahas penderitaan orang Kristen di Timur Tengah
  7. Jokowi-JK bersumpah pegang teguh UUD 1945
  8. PGI Papua: Gereja tak pernah berpihak pada separatis
  9. Presiden Jokowi hadapi setumpuk masalah HAM
  10. Uskup Agung Kuala Lumpur fokus pada kaum muda
  1. Paus Fransiskus menyerukan penghapusan hukuman mati dan penjara seumur hidup
  2. Kendurenan awali Konggres Persaudaraan Sejati Lintas Iman
  3. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  4. Polri adakan program Sekolah Toleransi dan Klinik Pancasila
  5. Cegah terorisme, BNPT datangi kampus-kampus di seluruh Indonesia
  6. 70 ribu anak dihukum di LP umum
  7. Suster Canossian di Singapura merayakan 120 tahun
  8. PGI Papua: Gereja tak pernah berpihak pada separatis
  9. Vatikan mengumumkan jadwal perjalanan Paus Fransiskus ke Turki
  10. Menara Pohon Natal yang dibenci Korut telah dibongkar
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online