UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Massa intoleran kembali ancam sebuah gereja di Bekasi

04/02/2013

Massa intoleran kembali ancam sebuah gereja di Bekasi thumbnail

 

Gereja HKBP Setu Bekasi sudah tiga minggu lamanya mendapatkan ancaman dari massa intoleran yang menolak keberadaan gereja yang telah berdiri selama 13 tahun di tempat tersebut karena gereja itu tidak memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Menurut Pendeta Gereja HKBP Setu Advent Leonard Nababan, proses IMB saat ini telah berjalan hingga ke tingkat Kecamatan.

“Prosesnya sendiri sejauh ini tidak bermasalah karena kami sudah punya SKB yang didapat dari persetujuan 89 warga dari syarat yang hanya 60 warga di sekitar,” kata Pendeta Nababan saat ditemui usai kebaktian di gereja tersebut, Minggu (3/2), seperti dilansir metronews.com.

“Surat pernyataan warga dan KTP-nya sudah kami kumpulkan sejak 2011. Bahkan, kami sudah sering berdialog dengan tokoh masyarakat, ustaz di sini, mereka mendukung kami tetap beribadah karena itu merupakan hak asasi,” katanya.

Awalnya pihak gereja mengadakan rapat dengan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Bekasi mengenai izin bangunan pada 15 Januari lalu.

Pihak gereja juga ingin segera mengurus izin bangunan lantaran sedang melakukan renovasi gedung gereja yang sempit dan sudah tua. Namun usai rapat Sebanyak 700 massa intoleran menekan agar kegiatan ibadah di Gereja HKBP Setu dihentikan. Karena tidak berdaya, pihak gereja terpaksa menandatangani surat kesepakatan yang dibuat oleh kelompok massa itu.

“Meski sudah menandatangani surat itu, jemaat sepakat untuk tetap melaksanakan ibadah seperti biasa karena penandatanganannya secara terpaksa. Syukurlah sejauh ini ancaman itu tidak dilaksanakan karena kami juga memohon pengamanan dari pihak kepolisian. Kami sangat berterima kasih sekali pada aparat keamanan,” ungkapnya.

Seorang warga yang berada di sekitar gereja mengungkapkan bahwa warga tidak mempunyai masalah terkait kegiatan gereja dan tidak mengetahui kelompok intoleran yang tidak menyetujui gereja.

“Sudah belasan tahun kami kalem-kalem saja sama gereja. Enggak tahu itu orang mana yang ribut-ribut,” ungkap Nasir, warga sekitar.

 

  • Afin Afinus

    Kapankah negara ini dapat hidup damai??

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Gubernur Ahok: Banyak politikus bersaing menjual agama
  2. Alkitab dengan kata 'Allah' akan dilarang di Semenanjung Malaysia
  3. Paus Fransiskus desak masyarakat internasional bantu ribuan migran Asia
  4. Partai Komunis Tiongkok keluarkan peringatan kepada anggotanya yang menganut agama
  5. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  6. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  7. Ratusan biksu radikal Myanmar memprotes 'tekanan' internasioal terkait Rohingya
  8. Kardinal Myanmar menyerukan pemerintah untuk bersikap belarasa dan peduli dengan Rohingya
  9. Gereja Katolik terus membantu para korban gempa di Nepal
  10. Sektarianisme telah mengerus kebhinnekaan Indonesia
  1. Myanmar melemparkan tanggung jawab terkait krisis manusia perahu
  2. Polisi tahan peserta aksi damai di Papua
  3. Renungan Hari Raya Tritunggal Mahakudus bersama Pastor Bill Grimm
  4. PBB ingatkan Myanmar terkait empat RUU tentang ‘ras dan agama’
  5. Gubernur Ahok: Banyak politikus bersaing menjual agama
  6. Karitas kecam pembubaran ‘tidak manusiawi’ terhadap protes damai petani
  7. Jesuit Asia Selatan menekankan pentingnya rasa kepedulian terhadap Rohingya
  8. Sektarianisme telah mengerus kebhinnekaan Indonesia
  9. Para pemimpin Katolik ditahan di Tiongkok
  10. Ratusan biksu radikal Myanmar memprotes ‘tekanan’ internasioal terkait Rohingya
  1. Kalaupun bantuan itu merupakan "first aid", sudah menolong juga. Ada yang menye...
    Said on 2015-05-28 07:14:00
  2. Beberapa daerah gelombang panas. Apakah daerah lain dapat membantu dengan member...
    Said on 2015-05-28 06:51:00
  3. Apa sebabnya Cina soal agama bersikap sangat terbelakang? Tidak cocok dengan ke...
    Said on 2015-05-26 10:35:00
  4. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  5. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  6. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  7. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  8. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  9. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  10. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
UCAN India Books Online