UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Orang Muda Katolik belajar tentang ajaran Islam

04/02/2013

Orang Muda Katolik belajar tentang ajaran Islam thumbnail

 

Orang Muda Katolik (OMK) di Padang, Sumatera Barat telah mengikuti program untuk mempelajari ajaran Islam yang mereka hadapi setiap hari di propinsi mayoritas Muslim itu.

Program bertajuk  “Menemukan Nilai Universal dari Agama-agama sebagai Dasar Hidup Bersama,” diadakan di Asrama Santa Teresia Padang, belum lama ini.

Program  yang baru pertama kali diadakan ini diprakarsai OMK Paroki Santo Fransiskus Assisi Padang, dihadiri 75 OMK dari Paroki Santo Katedral Padang, Paroki Santa Maria Tirtonadi Padang, Paroki Santo FRansiskus Assisi Padang, dan anggota PMKRI Cabang Padang.

Selama 3 jam para peserta mendengarkan pemaparan dan tanya jawab tentang pokok-pokok ajaran Islam dengan  Dosen Ilmu Perbandingan Agama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang Faizal Zaini Dahlan.

Meskipun waktunya singkat, program ini dapat menambah wawasan dan menjawab persoalan yang dialami OMK dalam  hubungan dengan kaum Muslim.

Wandi Sarumaha, salah satu peserta, menceritakan dirinya ragu-ragu untuk mengucapkan “Assallamu’alaikum” kepada guru dan teman-temannya yang beragama Islam di sekolahnya.

Ia mendapatkan penjelasan dari seorang gurunya bahwa non Muslim tidak boleh mengucapkan kata salam itu. Kalau pun diucapkan,  pihak Muslim tidak akan menjawabnya.

“Soal salam ini tampaknya sederhana. Saya ingin mendapatkan informasi yang benar tentang hal itu supaya tidak timbul salah paham dengan teman-teman Muslim”, katanya.

Faizal mengakui di kalangan Muslim ada perbedaan pandangan, apabila kata “assalamu’alaikum” diucapkan non Muslim.

Menurut Faizal, kelompok yang menyatakan tidak boleh, beralasan karena kata salam itu pada masa lalu “dipelesetkan” sebagai penghinaan. Oleh karena itu tidak perlu dijawab.

“Bagi saya, kalau kalimat salam itu diucapkan dengan tulus, bukan untuk main-main tidak ada salahnya untuk dijawab”, katanya.

Ucapan salam, yang intinya “mendoakan supaya selamat”  merupakan salah satu bentuk universalitas dari agama-agama. Bahasa yang dipakai memang berbeda, seperti Assalamuialaikum, syalom, salam,  syahdu, tetapi intinya atau maksudnya sama.

Menurut Faizal, klaim semua agama sama saja adalah tidak benar. Dalam kenyataannya, setiap agama di muka bumi berbeda satu sama lain.  Islam berbeda dengan Katolik.

“Perbedaan dan keaneragaman ini menurut pandangan Islam merupakan sunnatullah (kehendak Allah)”, katanya.

Meskipun berbeda, terutama dalam simbol, aturan, dan ajarannya,  bisa ditemukan banyak kesamaan dari agama-agama tersebut, seperti mengakui adanya Allah, membawa penganutnya pada kebenaran atau keselamatan.

“Soal salam ini berbeda dalam kata (tulisan) dan bahasa, tetapi nilai-nya (value) sama, yaitu keselamatan”, kata Faizal.

OMK di Padang, di lingkungan sekolah dan di kampusnya kebanyakan di tengah mayoritas Muslim. Dengan mengenal ajaran Islam diharapkan bisa ‘menempatkan dirinya’ secara benar di lingkungan Muslim.

Pastor Philips Rusihan Sakti,  Vikjen, yang juga Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan ( Komisi HAK) Keuskupan Padang yang hadir dalam program ini menyatakan dalam mempelajari dan mendalami ajaran agama lain dibutuhkan sikap ‘membuang jauh-jauh sikap berprasangka buruk terhadap agama lain.’

“Kita  tidak bisa memandang ajaran agama lain dengan kacamata atau sudut pandang ajaran kita sendiri. Dengan demikian, dalam dialog, tidak saling serang atau saling mengadili,” katanya.

Windy Subanto, Padang

Berita terkait: West Sumatra students learn more about the religion that surrounds them

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Para mantan pastor di India meluncurkan ‘layanan sewa pastor’
  2. Catat! PKS janji akan membangun sebuah gereja di Flores
  3. Untuk mencegah terorisme, BNPT perkuat ‘Pesantren Bersinar’
  4. Kisah mantan teroris yang kini menjadi penabur damai
  5. Katolik Bangladesh refleksi tantangan kehidupan keluarga
  6. Presiden Filipina mempertanyakan keberadaan Tuhan
  7. Uskup Maumere mengundurkan diri
  8. Uskup ’bawah tanah’ dipindahkan lagi ke wilayah terpencil
  9. Gereja Pasifik tetap dukung Papua kembali ke keluarga Melanesia
  10. Aktivis Filipina mengutuk pembunuhan pemimpin kelompok petani
  1. Sayang, dari sisi iman dia bukan tipe yang patut disegani. Dia memilih menjadi m...
    Said St.S.Tartono on 2016-09-29 08:56:46
  2. Nampaknya penduduk di Kalimantan lebih toleran......
    Said Jenny Marisa on 2016-09-23 09:07:47
  3. Kekejaman semakin banyak terjadi, apa sebabnya? Mengerikan membaca berita sekar...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-16 16:28:43
  4. Untuk mencegah umat di keuskupan mati karenanya, harus dipasang poster yang jela...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-13 13:45:12
  5. Semua aparat pemerintah daerah dan TNI POLRI di negri ini kehilangan tenaga..?...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:14:00
  6. Semua aparat pemerintah daerah,TNI POLRI yang bertugas di negri ini, kehilangan ...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:08:57
  7. Mengapa perempuan dibenci dan diperlakukan dengan kejam... Apakah laki laki itu ...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-12 12:16:03
  8. hebatttt sr Nia saudariku.....
    Said holiq on 2016-09-10 23:47:46
  9. Soal menghukum orang bukan urusan saya, tetapi toh tidak dapat diam saja. Menir...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-09 20:01:47
  10. Profisiat Mgr.... Semoga Tuhan sentiasa menaungi dan melindungi Bapa Uskup dalam...
    Said Permata on 2016-09-04 17:51:22
UCAN India Books Online