
HJM, pelaku pembunuhan Yosephina Keredok Payong alias Merry Grace (30), seorang mantan suster, menyerahkan diri di Polres Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/2/2013).
HJM menyatakan bertanggung jawab atas perbuatannya.
Ia terbang dari salah satu perusahaan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, langsung menuju Maumere. Niko (54), kerabat HJM, mengatakan, ketika pihak keluarga menghubungi HJM, ia langsung mengatakan siap pulang ke Maumere untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“HJM akan didampingi pengacara. Sekarang kami sedang mencari pengacara. Kami serahkan semuanya pada proses hukum,” kata Niko, seperti dilansir kompas.
Sementara itu, orangtua korban dan saudara korban sudah tiba di Maumere. Mereka hadir untuk mencocokkan darah dan rambut dengan gigi dan tulang Merry Grace sesuai hasil tes DNA.
Merry Grace diduga dibunuh HJM tahun 2002 di Desa Lela, 25 km arah barat Maumere. Namun, kasusnya baru terungkap pekan lalu setelah saksi kunci bernama Sofi melaporkan kasus ini kepada keluarga Merry Grace.
Sofi adalah mantan pacar HJM. Karena HJM tidak bersedia menikahinya, ia pun melaporkan perbuatan HJM itu kepada polisi dan keluarga korban. Pembunuhan itu diduga dilatari motif asmara.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Sikka sudah menyerahkan kerangka korban kepada perwakilan pihak keluarga Pastor Peter Payong SVD, Minggu (3/2) kemarin.
Caleg Katolik jangan tenggelam dalam arus politik tidak sehat
Syafii Maarif: Saya ikut protesnya Romo Magnis
Filipina dan Arab Saudi tandatangani kesepakatan tenaga kerja