UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Konfrater Yesuit dari seluruh dunia ingin belajar dan melayani Cina

06/02/2013

Konfrater Yesuit dari seluruh dunia ingin belajar dan melayani Cina thumbnail

 

Santosh Benedict, seorang frater Yesuit dari India, menemukan intonasi sebagai bagian yang paling sulit dalam membelajari bahasa Cina.

Dia mengatakan dia menghabiskan enam bulan untuk membedakan empat intonasi dari bahasa Cina yang diucapkan, sebelum mendengarkan dengan mudah.

Dia adalah salah satu yang pertama dari banyak konfrater Society of Jesus (SJ) mengatakan pihaknya berencana mengajak rekan-rekannya dari seluruh dunia untuk mempelajari bahasa dan budaya Cina guna mempertahankan misi mereka di Cina dan negara-negara dengan populasi Cina yang banyak.

Benediktus, 30, yang bergabung dengan kongregasi itu sembilan tahun lalu, mengatakan ia memutuskan datang ke Taipei setelah ia membaca pengumuman perekrutan yang dikeluarkan oleh Rumah Induk dan ia berbicara dengan provinsialnya.

Selain intonasi, ia juga bingung dengan cara eufemistik bahasa Cina dalam mengekspresikan diri. Dia mengatakan ia pernah mengundang seorang teman untuk makan malam, tetapi ia diberitahu untuk menunda pada “hari lain.” Tapi, dia kemudian memahami ungkapan itu adalah cara sopan untuk mengatakan “tidak, terima kasih.”

Berkat perangkat lunak komputer, Benediktus dapat mengetik kata-kata Cina dengan menggunakan huruf Romawi, untuk belajar menulis huruf Cina yang rumit. Kini ia hampir berbicara dengan fasih bahasa Cina, dan sering ikut kegiatan mahasiswa di Taipei.

Ketika ia menyelesaikan kursus bahasa tersebut, dia mengatakan dia akan melayani baik di Taiwan atau pergi ke selatan India di mana banyak orang Cina bekerja di perusahaan-perusahaan berteknologi tinggi.

Mantan Provinsial Cina, Pastor Louis Gendron SJ, mengatakan Provinsi Jesuit Cina juga ingin membuka sebuah pusat belajar di Beijing untuk melatih konfrater mereka.

Imam Kanada itu, yang menjabat sebagai provinsial dari tahun 2005-2012, mengatakan ia telah meminta atasan Serikatnya untuk merekrut konfrater bergabung dengan program khusus itu pada “tahun pertama di Taipei dan tahun kedua di Beijing.” Program itu menggabungkan para mahasiswa di sebuah universitas Yesuit di Amerika Serikat.

Bagi para konfrater, “program itu akan memperluas wawasan mereka dan membuat Yesuit adalah benar-benar memiliki anggota di seluruh dunia,” kata Pastor Gendron dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Cina telah menjadi lebih terbuka dan menarik, katanya. Konfrater sebagian besar tertarik pada bidang akademik, katanya, seraya menambahkan bahwa banyak kesempatan akan mendorong mereka sendiri bekerja di daratan di mana terdapat lembaga-lembaga pendidikan yang sesuai kebutuhan mereka.

“Kami memiliki tanggung jawab yang berat di Cina, karena Serikat itu menganggap Cina sebagai prioritas utama dalam rencana kerja,” kata Pastor Gendron.

“Serikat kami adalah kongregasi religius pertama tiba di Cina dan kami melanjutkan misi kami di sini,” tambahnya.

Saat ini, Provinsi Cina menghadapi beberapa masalah karena banyak konfrater kami berusia lanjut dan kurangnya panggilan lokal.

Pastor Gendron mengatakan provinsi ini memiliki lebih dari 300 anggota tahun 1950-an. Banyak dari mereka meninggalkan Cina daratan menuju Taiwan, Hong Kong dan Macau. Sebagian besar kini telah meninggal, sisa sekitar 90 konfrater, banyak dari mereka sudah berusia lanjut.

Pelayanan kampus telah menjadi sulit karena tidak ada panggilan di Taiwan.  Universitas Katolik Fu Jen, misalnya, berjuang mencari anggota Jesuit untuk mengajar. Tidak ada lagi konfrater bekerja di Sekolah Tinggi St. Ignatius, sebuah sekolah swasta terkenal di kota New Taipei yang didirikan oleh Serikat itu di Shanghai tahun 1850 dan dipindahkan ke Taiwan tahun 1963.

Namun demikian, para Jesuit tidak berniat untuk menarik diri dari Taiwan, tapi ingin terus  mengembangkannya, tegasnya. Mereka menyediakan formasi umat awam Katolik, mengurangi konfrater dari pelayanan yang tidak perlu.

Sumber: Confreres come from around the world to learn and then to preach

 

  • donotchangemyname

    Saya heran dan kagum adanya semangat begitu tinggi.. Semoga suka bekerja di Cina dan berhasil, dan Tuhan melindungi mereka..

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal
  2. Demi Gereja di Tiongkok, Paus Fransiskus tolak bertemu Dalai Lama
  3. Mengapa Paus Fransiskus hindari pertemuan dengan Dalai Lama
  4. Jaga gereja, anggota Banser Bondowoso dibekali tenaga dalam
  5. Vatikan: Paus Fransiskus akan angkat kardinal baru pada Februari
  6. Halau radikalisme, Ulil harap umat Muslim tafsirkan Alquran lebih inklusif
  7. Uskup Papua Nugini kecam perburuan terhadap para penyihir untuk dibunuh
  8. Gereja Katolik buka posko bantuan untuk para korban longsor Banjarnegara
  9. PGI: Sebelum hadiri Natal di Papua, Jokowi harus tunjukkan sikap tegas atas tragedi Paniai
  10. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  1. Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal
  2. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus berperan penting dalam pemulihan hubungan AS-Kuba
  4. Polisi siaga terkait ancaman demonstran anti penggunaan antribut Natal
  5. Menag: Jangan jelek-jelekkan agama lain
  6. Analis: Indonesia perlu strategi baru untuk membendung ekstremisme Islam
  7. Kelompok HAM minta keringanan jelang eksekusi lima terpidana mati
  8. Gereja Katolik di Pakistan mengecam serangan di sekolah
  9. Gereja Katolik Korea Selatan berupaya menjadi jembatan demi pemulihan hubungan dengan Utara
  10. Pemberontak komunis Filipina umumkan gencatan senjata selama kunjungan Paus
  1. Ada mafianya tuh makanya BA gak berani cabut segelnya......
    Said kepuh on 2014-12-15 07:49:00
  2. sayangnya... Pak Hasyim tidak bisa menaham segelintir Umatnya yang nakal dan mas...
    Said Maman Sutarman on 2014-12-02 08:23:00
  3. Lagi lagi membenarkan diri? Tidak mewakili Malaysia secara keseluruhan? Pemerint...
    Said on 2014-12-02 08:10:00
  4. "Tidak dibenarkan" bukan DILARANG. Karena tidak dilarang, terjadi penutupan ger...
    Said on 2014-12-02 08:05:00
  5. Kalau boleh saran, berilah pakaian kepada yang telanjang, pakaian pantas untuk m...
    Said on 2014-12-01 07:02:00
  6. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  7. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  8. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  9. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  10. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
UCAN India Books Online