UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Meski ada pelanggaran, Kemenag RI tak bisa menutup enam sekolah Katolik

06/02/2013

Meski ada pelanggaran, Kemenag RI tak bisa menutup enam sekolah Katolik thumbnail

Ilustrasi

 

Persoalan rencana pemerintah daerah Blitar menutup enam sekolah Katolik di Blitar  mendorong tim Kementerian Agama Republik Indonesia datang untuk mencari fakta dan data serta sikap-sikap dari pihak yang terlibat masalah mendukung rekomendasi Kementerian Agama Kota Blitar.

“Jadi tujuan kedatangan kami ke sini untuk menekankan pada pihak yayasan agar mau menerapkan lima pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianut siswanya masing-masing. Itu sudah diatur pada UU,” ungkap Imam Thalha, pimpinan tim Kemenag Agama RI di Blitar, belum lama ini, seperti dilansir tribunnews.com.

Imam Thalha mengatakan bahwa meski ia dan tim Kemenag RI mendapatkan bukti-bukti adanya pelanggaran UU, tetapi Kemenag tidak dapat menutup enam sekolah Katolik tersebut.

Menurutnya, tim Kemenag RI hanya bisa memberikan rekomendasi kepada Menteri Agama dan Menteri Pendidikan Nasional.

“Memang faktanya seperti itu, bahwa sekolah itu nggak memberikan pelajaran agama lain selain Katolik. Itu akan kami buat sebagai bahan rekomendasi,” ungkapnya.

Sementara di tempat dan waktu yang berbeda, Sumardiono, Kepala Kantor Yayasan Katolik Yohanes Gabriel, mengaku bahwa pihak yayasan tetap berpendirian pada keputusan semula atau tujuan didirikannya sekolah itu. “Yakni, hanya mengajarkan pendidikan agama Katolik,” ungkapnya.

Mengenai banyak siswa yang sudah mengajukan pindah ke sekolah lain akibat kabar munculnya ancaman penutupan itu, Sumardiono mengaku tak bisa mencegahnya. Itu hak para siswa sendiri.

“Silakan saja, kalau kurang nyaman ya nggak apa-apa kalau mau pindah,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, enam sekolah Katolik di Blitar: SMA Katolik Diponegoro, STM Katolik, TK Santa Maria, SD Katolik Santa Maria serta SD Katolik dan SMP Yos Sudarso mendapat peringatan keras dari pemerintah daerah karena hingga batas waktu yang ditentukan belum juga menyediakan guru agama bagi para siswa yang non-Katolik.

 

6 Comments on "Meski ada pelanggaran, Kemenag RI tak bisa menutup enam sekolah Katolik"

  1. Aretha Marg. on Wed, 6th Feb 2013 12:02 pm 

    Dilaporkan ke KOMNAS HAM di Jakarta saja !!
    Peraturan di daerah yang diterapkan se-mena2 dan tidak masuk akal,, ini termasuk pelanggaran HAM ! Sebab dari awal siswa masuk ke sekolah Katholik biasanya diharuskan menanda tangani surat yg isinya : setuju bahwa di sekolah tsb hanya ada pelajaran agama Katholik !! kalau tidak setuju menanda tangani mestinya siswa tidak usah diterima sekolah disitu .Jadi artinya : Kalau mau pelajaran agama selain Katholik ya jangan masuk di sekolah itu .
    GITU AJA KOK REPOT.!

  2. Albertus S Widjaya on Thu, 7th Feb 2013 6:28 am 

    Pihak Pemerintah Pusat giat mnrapkan WAJIB BELAJAR, sdngkan Pemerintah Daerah akan mnutup Sekolah. Apakah yg trjadi melanggar UU, atau ada tujuan lain??? Apakah sdh tdk ada jln kluar yg win win slution.Apakah di daerah lain jg ada Praturan Daerah yg sama?

  3. YeBambangTri on Thu, 7th Feb 2013 6:59 am 

    Arogansi Pemkot Blitar. Klo tdk mau ya silakan pindah sekolah yang lain, Mhammmadiyah khan banyak. Kalau anak katolik sekolah di Muhammadiyah, apa piah sekolah mau memberi pelajaran katolik… sama sama dong.. ini negara Pancasila.

  4. fendi on Thu, 7th Feb 2013 10:14 am 

    emang di madrasah/ sekolah islam ada guru katolik, kristen, budha dan hindu? jangan memaksakan kehendak dong….

  5. Djoko R on Fri, 8th Feb 2013 6:16 am 

    Apakah Kementrian Agama tahu bahwa di beberapa Sekolah Negeri tidak ada guru Agama Katholik? Padahal disekolah itu ada murid beragama Katholik. Melanggar UU kah Sekolah Negeri tsb.?

  6. Iwan Karyadi on Mon, 11th Feb 2013 6:17 am 

    Sangat disayangkan kelompok minoritas di negeri ini belum mendapatkan perlakukan hak yang sama.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Presiden baru Filipina berjanji mendengarkan rakyat
  2. Vatikan angkat uskup baru untuk Hiroshima dan Ho Chi Minh
  3. Keuskupan Kandy menuntut keadilan bagi korban penyiksaan
  4. Misionaris Hong Kong genap 10 tahun melayani Mongolia
  5. Berkat doanya kepada Bunda Maria, buruh Katolik bisa mengatasi masa sulit
  6. Katedral bersejarah di Malaysia akan direnovasi lebih dari setahun
  7. Sant’Egidio perkuat persahabatan dengan kaum papa lewat buka puasa
  8. Warga Tionghoa Katolik dan Protestan bagikan paket takjil kepada umat Muslim
  9. Pengawas partai meningkatkan kontrol terhadap agama
  10. Benediktin kecam penodaan salib di Vietnam
  1. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  2. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  3. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
  4. Membuat UU tidak bisa baik karena niatnya sudah tidak adil Legislator bergelar ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-10 09:15:14
  5. Merawat orang sakit jiwa menakutkan dan sangat tidak mudah. Obat2an tentu tidak...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-09 15:19:50
  6. Apa yang terjadi sudah tercatat dalam sejaran Tiongkok kan? Tidak dapat disembu...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-07 13:03:09
  7. Kagum bagi yang "diam diam, kerja banyak" daripada "ramai ramai demo,tak hasilka...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-06 15:15:38
  8. Melihat gundukan sampah di Bantargebang rasanya mau angkat tangan. Jutaan orang ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 20:20:38
  9. Kagum atas kerelaannya.. sambil juga rasa prihatin.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 10:06:08
  10. Yang memberi Ijin biasanya para politikus busuk yg mencari keuntunga pribadi dan...
    Said Eduardus on 2016-06-02 13:46:02
UCAN India Books Online