UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

PGI soroti konflik agraria dan ketidakadilan pengelolaan SDA

06/02/2013

PGI soroti konflik agraria dan ketidakadilan pengelolaan SDA thumbnail

Pendeta Gomar Gultom

 

Sidang Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) tahun 2013 yang berlangsung di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 24-28 Januari lalu menyoroti masalah konflik agraria dan ketidakadilan dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), demikian pernyataan resmi PGI kemarin.

Sekertaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI, Jeirry Sumampow mengatakan, alasan PGI memfokuskan perhatian pada masalah tersebut berangkat dari keperihatinan banyaknya kasus di mana lahan masyarakat diambil alih oleh pemerintah yang kemudian penguasaan dan pengelolaannya diserahkan secara kolusif dan nepotistik kepada para investor.

“Akibatnya, hak-hak rakyat direduksi hanya sebagai pemilih pada saat pemilihan umum. Setelah itu, mereka tidak lagi dihargai, hak-haknya dengan mudah dirampas” kata Sumampow dalam konferensi pers di Wisma PGI, Jakarta, Selasa (5/2).

Menurutnya, hal ini melahirkan banyaknya konflik horisontal dan vertikal, pelanggaran HAM dan marginalisasi masyarakat setempat.

Ia menambahkan, hasil investigasi Komnas HAM telah membenarkan hal ini. Data Komnas HAM menunjukkan, selama 2009-2012, konflik eksploitasi SDA telah menyebabkan 52 korban meninggal, 64 orang ditembak, 604 orang ditangkap/ditahan, 321 dianiaya hingga luka-luka. Konflik ini mencakup luasan lahan sekitar 500.372 hektar dan melibatkan 69.975 keluarga.

PGI pun merekomendasikan agar pemerintah segera membatasi dan menghentikan perluasan areal perkebunan dan pertambangan yang hanya menguntungkan para investor dan tidak mensejahterakan masyarakat.

“Gereja-gereja diimbau agar mendukung dan mendampingi masyarakat dalam mempertahankan tanahnya dari alih fungsi yang tidak profesional”, jelasnya.

Sementara itu, Gomar Gultom, Sekertaris Umum PGI mengatakan untuk menyukseskan rencana ini, PGI akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait, seperti Komnas HAM, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam). Selain itu, juga akan dibangun kerjasama dengan agama lain, terutama Katolik dan Islam.

“Kami akan fokus pada upaya perjuangan hukum dalam melawan aturan perundang-undangan yang merugikan masyarakat serta pengorganisasian masyarakat agar mereka kuat dalam melawan invansi investor dan ketidakberpihakan pemerintah”, tegasnya.

PGI menyadari bahwa keterlibatan gereja selama ini dalam mengatasi masalah-masalah sosial masih sangat terbatas.

“Meskipun sudah ada upaya tertentu yang dilakukan masing-masing gereja dalam mengadvokasi hak-hak masyarakat kecil, namun itu semua belumlah optimal”, katanya.

Ia menjelaskan, gereja di Indonesia masih lebih dominan tampil dengan wajah formalistik, seremonial dan selebratif.

“Belum ada upaya mewujudnyatakan bela rasa, solidaritas dengan mereka yang teraniaya dan tertindas, belum menjadi gerakan yang membangun bumi yang berkeadilan dan layak didiami”, tegas Gultom.

Ryan Dagur, Jakarta

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  2. Malaysia membantah dinilai standar ganda menangani demonstran anti-Kristen
  3. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  4. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  5. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  6. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  7. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  8. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  9. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  10. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  1. Kardinal Myanmar menyerukan pemerintah untuk bersikap belarasa dan peduli dengan Rohingya
  2. Lebih dari 1.100 orang tewas di India akibat gelombang panas ekstrim
  3. Partai Komunis Tiongkok keluarkan peringatan kepada anggotanya yang menganut agama
  4. Misionaris merajut kembali kebersamaan hidup yang hancur di Mindanao
  5. Paus Fransiskus desak masyarakat internasional bantu ribuan migran Asia
  6. Pembaruan Karismatik Katolik akan mengadakan Konvenas XIII di Makassar
  7. Malaysia membantah dinilai standar ganda menangani demonstran anti-Kristen
  8. Ribuan anak Kamboja terlantar akibat ibu mereka dipenjara
  9. Gereja: Pemerintah Modi mulai memperhatikan terkait serangan terhadap minoritas
  10. Kelompok HAM Filipina desak PBB menyelidiki 110 kasus penyiksaan
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online