UCAN Indonesia Catholic Church News

PGI dan KWI sepakat tingkatkan kerja sama ekumenis

07/02/2013

PGI dan KWI sepakat tingkatkan kerja sama ekumenis thumbnail

 

Dua lembaga keagamaan Indonesia, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang mewakili Protestan dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang mewakili Katolik baru-baru ini sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekumenis.

Kerja sama ekumenis ini disemangati gerakan ekumenis dalam menjawab persoalan-persoalan kemanusiaan, HAM, konstitusi dan hukum, kekerasan, dan hal-hal yang terkait dengan kehidupan gerejawi dan teologis.

Dalam rangka kerja sama ekumenis di antara PGI dan KWI tersebut, belum lama ini bertempat di gedung KWI diadakan percakapan ekumenis setelah 50 tahun Konsili Vatikan II.

Acara tersebut digagas bersama-sama antara Komisi Teologi PGI dan Komisi Teologi KWI dengan mengundang saudara-saudari seiman dari teolog Injili dan teolog Karismatik.

Dalam sambutan acaranya, Ketua Umum PGI, Pendeta  Andreas  A. Yewangoe mengaku gembira dengan diadakannya percakapan ekumenis antara Komisi Teologi PGI dan Komisi Teologi KWI ini.

Dia berharap percakapan dan diskusi teolgis seperti ini terus dikembangkan dan diperdalam, sehingga percakapan seputar Konsili Vatikan II di mana Konsili Vatikan II itu semula tidak diharapkan, akan mampu menerjemahkan providensia Allah.

Melanjutkan Yewangoe, Romo Eddy Purwanto, Sekretaris Eksekutif KWI, menyatakan pihaknya berkeinginan supaya pertemuan ini tidak hanya berhenti pada oikumene dalam dialog, tetapi terus berlanjut ke oikoumene dalam aksi.

Sementara itu, Pendeta  Martin L. Sinaga selaku moderator dari pihak Prostestan merangkumkan apa yang telah diperbincangkan beberapa jam tersebut :

“Di Indonesia kerja sama ekumenis pasca Konsili Vatikan II bermuara pada program yang disebut SODEPAXI (tahun 1970-an), dan selain telah membangun saling pengertian antar-Gereja, juga telah menyumbang kepada masyarakat prinsip “pembangunan manusia seutuhnya”. Proses ini tentu tidak bisa dipisahkan dari keterbukaan ekumenis dan perspektif teologis.”

Menimpali rangkuman dari Pendeta Martin, Romo Benny Susetyo (moderator) mengajak semua yang hadir untuk meletakkan Gereja-gereja di Indonesia dalam konteks Indonesia, sehingga menemukan ciri khas teologi dari Indonesia. Lebih daripada itu, Gereja bisa terlibat di dunia – bersama-bersama sebagai satu tubuh Kristus melakukan advokasi masalah-masalah kemanusiaan, bicara tentang hak-hak konstitusional, soal pembangunan, dan konstitusi Indonesia.

Sumber: jawaban.com

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pengadilan Pakistan tunda eksekusi mati wanita Katolik ini
  2. Umat Katolik diminta ambil bagian dalam reformasi Paus Fransiskus
  3. Tantangan dan masa depan kaum religius di Asia Tenggara
  4. Usai kecelakaan maut, uskup Filipina desak reformasi tambang
  5. Sekularisme, kemajuan teknologi pengaruhi panggilan religius di Asia Timur
  6. Kardinal Myanmar kritik pemerintah sebagai pelindung kapitalisme
  7. Uskup Tiongkok berusia 89 tahun pimpin protes pembongkaran salib
  8. Uskup: Kunjungan Paus ke Korea Selatan masih berdampak
  9. Presiden: Toleransi penting bagi bangsa yang majemuk
  10. Unika Parahyangan guncang Polandia dengan Tari Saman
  1. Mengenang ‘Juli Kelabu’ aktivis Sri Lanka desak hapus rasisme
  2. Polisi Filipina serang pengungsi di gereja
  3. Ahok: Pertemuan lintas agama penting mengatasi prasangka buruk
  4. Komunitas suku dominasi panggilan religius di Asia Selatan
  5. Uskup Tiongkok berusia 89 tahun pimpin protes pembongkaran salib
  6. Umat Katolik diminta ambil bagian dalam reformasi Paus Fransiskus
  7. Renungan Hari Minggu Biasa ke-17 (B) bersama Pastor Bill Grimm
  8. Sekularisme, kemajuan teknologi pengaruhi panggilan religius di Asia Timur
  9. Pengadilan Pakistan tunda eksekusi mati wanita Katolik ini
  10. Presiden: Toleransi penting bagi bangsa yang majemuk
  1. Negara Cina tidak mau menjadi warga bumi yang mudah bergaul..sepanjang masa. Ama...
    Said on 2015-07-25 08:12:00
  2. Papua itu besar, jauh di perbatasan, kurang peminat yang mau berdedikasi di desa...
    Said on 2015-07-25 08:01:00
  3. Yang salah ya salah dan harus masuk penjara. Jangan anggap enteng percikan api ....
    Said on 2015-07-24 08:25:00
  4. Sayang anak itu alami (kekerasan itu abnormal).. tapi kalau pemerintah mulai kew...
    Said on 2015-07-24 08:16:00
  5. Kalau masyarakat mau mengatur seenaknya, untuk apa ada bupati, DPRD dsb.? Merek...
    Said on 2015-07-24 08:04:00
  6. Benar, harus tertib pada aturan dan tata kota. Semoga dimengerti sebelum ditind...
    Said on 2015-07-24 07:49:00
  7. Apa sebabnya Cina soal agama bersikap sangat terbelakang? Tidak cocok dengan ke...
    Said on 2015-05-26 10:35:00
  8. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  9. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  10. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
UCAN India Books Online