UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Directory | A service of UCA News

Polisi tangkap sindikat internasional perdagangan bayi

07/02/2013

Polisi tangkap sindikat internasional perdagangan bayi thumbnail

Aris Merdeka Sirait

 

Polisi berhasil menangkap 7 orang perempuan anggota sindikat internasional perdagangan bayi di Jakarta Barat yang diketahui menjual bayi dengan harga mulai Rp 50 juta hingga Rp 70 juta per anak ke luar pulau Jawa maupun luar negeri, salah satunya ke Singapura, demikian pernyataan polisi pada Selasa (5/2).

“Mereka menjual dari tangan ke tangan. Harga yang diberikan tergantung kondisi bayi, kalau sehat bisa sampai Rp 50 juta sampai Rp 70 juta per anak,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi dalam konferensi pers di Jakarta.

Hengki mengatakan, harga tersebut berasal dari tangan keempat tersangka penjualan bayi tersebut. Untuk tangan pertama, bayi dijual seharga Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Tangan kedua bisa terjual dengan harga Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per bayi, sedangkan tangan selanjutnya bisa mencapai Rp 50 juta hingga Rp 70 juta per anak.

Menurut Hengki, penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat mengenai penjualan bayi di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Polisi yang melakukan investigasi berhasil menangkap tersangka berinisial LD (48) pada 9 Januari 2013. Setelah melakukan pengembangan, polisi kembali menangkap tersangka lainnya.

Peran yang dijalankan oleh masing-masing tersangka berbeda-beda. Ada yang bertugas mencari ibu yang sedang hamil, dukun beranak, koordinator penjualan, perantara penjualan bayi, dan mengurus surat-surat palsu untuk bisa dijual ke luar negeri.

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi menyita 6 unit ponsel, uang tunai Rp 5,4 juta, 500 dollar Singapura, 1 lembar kartu hamil, 1 lembar kartu periksa, 1 lembar partograf persalinan, 1 lembar akta kelahiran, 1 lembar kartu keluarga, 1 cap stempel, 2 paspor atas nama Teddy Lukas dan Hastuti Singgih, dan 1 lembar manifes Tiger Airways tujuan Jakarta-Singapura.

Hengki mengatakan, keenam tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Kemudian dikonstruksikan pada Pasal 83 tentang Perdagangan Bayi dengan maksimal hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 60 juta.

Sampai saat ini terdapat 2 bayi yang berada dalam perlindungan Polres Jakarta Barat.

Aris Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Pelindungan Anak (Komnas Anak) mengatakan, perdagangan bayi bukan persoalan baru.

“Meski saya mengapresiasi langkah polisi, tapi saya tegaskan ini bukan persolan baru di Jakarta dan sekitarnya. Sudah lama sindikat seperti ini ada, tapi luput dari perhatian aparat”, katanya kepada ucanews.com kemarin.

Menurut Sirait, berdasarkan data Komnas Anak, tahun 2012 terdapat 182 kasus perdagangan anak di wilayah Jabodetabek. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan 2011 yang berjumlah 121 kasus.

“Pada 2012, terdapat 37 anak usia 0-5 hari yang hilang dari rumah sakit, klinik kesehatan dan puskesmas. Penyebabnya, seringkali karena penjagaan keamanan yang lemah dan tenaga kesehatan yang terbatas”, kata Sirait.

Selain itu kata Sirait, ada juga kasus dimana bayi dijual sendiri oleh orangtua, khusunya dari keluarga miskin.

“Umumnya dijual untuk adopsi. Tapi untuk anak-anak usia 1,5 tahun sampai 2 tahun biasanya untuk dijadikan pekerja anak. Selain dijual, sindikat juga biasa menculik dari rumah”, katanya.

Ryan Dagur, Jakarta

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dua pria memperkosa sorang gadis di biara Katolik
  2. Pemuda Kristen dan Katolik bertemu Dubes Palestina
  3. KMJ laporkan JP ke Bareskrim Polri atas tuduhan penistaan agama
  4. Konflik Israel-Palestina bukan perang agama
  5. Presiden terpilih diminta untuk mewujudkan janji-janji HAM
  6. Capres Jokowi berkunjung ke KWI
  7. Dipaksa pindah agama dan bayar pajak, warga Kristen tinggalkan Mosul
  8. Misa Syukur dipimpin uskup yang tak diakui Vatikan diprotes para seminaris
  9. Gereja luncurkan situs terkait perjalanan Paus Fransiskus ke Korea
  10. Koalisi perempuan kecewa dengan revisi UU MD3
  1. Jokowi menangi Pilpres 2014
  2. Mahfud: Prabowo tidak akan menang di MK
  3. Hari Anak Nasional, 795 anak pidana dapatkan remisi
  4. Ribuan orang turun ke jalan menentang serangan terhadap para biarawati Katolik
  5. Presiden terpilih diminta untuk mewujudkan janji-janji HAM
  6. Jangan pernah berhenti mendanai program AIDS, kata para aktivis Katolik
  7. Komunitas Sant’Egidio adakan buka puasa dengan warga Muslim yang kurang mampu
  8. Tokoh lintas agama ajak seluruh elemen bangsa untuk menerima hasil Pilpres
  9. Paus menyerukan doa bagi orang Kristen yang eksodus dari Mosul
  10. Pengadilan Tinggi bela orang Kristen terkait CD yang menggunakan kata “Allah”
  1. How can the state prohibits the use of Allah word, whereas the word is universal...
    Said y3 on 2014-07-14 14:51:00
  2. Good news. I have been in South Korea and several time attended Misa in Myongdon...
    Said y3 on 2014-07-14 14:40:00
  3. Tks Romo Uskup tercinta...
    Said Y3 on 2014-07-10 07:31:00
  4. very cool monsinyur...
    Said Y3 on 2014-07-10 07:23:00
  5. Aku ingin komentar namun diluar topik yang seenarnya. Namun ini menggangu pikira...
    Said Yohannes on 2014-07-08 17:53:00
  6. Kira2 FPI dan Kader PDIP garang yang mana ya.....kalo FPI yg diswiping tempat2 m...
    Said Wanto on 2014-07-05 18:19:00
  7. Amin...
    Said Cahya Nugroho on 2014-07-03 16:35:00
  8. Ini versi yang lebih lengkap dari pada yang sudah-sudah saya baca di media OL la...
    Said Dwi Prass on 2014-07-02 19:46:00
  9. sistem pemimpin dunia ini sudah akan berakhir. maka semua yg terjadi memang har...
    Said jojo on 2014-06-30 15:08:00
  10. Good article...
    Said yebambang on 2014-06-27 05:05:00
UCAN India Books Online