UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Ibu rumah tangga adalah cahaya keluarga

08/02/2013

Ibu rumah tangga adalah cahaya keluarga thumbnail

 

Saya telah menjadi seorang ibu rumah tangga selama 40 tahun. Ini adalah sebuah pekerjaan yang sama dilakukan setiap hari, yang bisa sangat menguras emosi, dan membutuhkan pengaturan aktivitas Anda untuk melayani suami dan anak-anak Anda. Akibatnya, tidak ada banyak waktu tersisa untuk diri sendiri.

Bagi seorang ibu rumah tangga, ada sebuah perasaan kuat bila ia meninggalkan dunia tersebut, terutama pada saat sebelum anak-anak Anda pergi ke Taman Kanak-Kanak. Namun, saya akhirnya menyadari bahwa peran istri sangat penting, karena dia adalah ‘cahaya’ keluarga.

Peran istri tidak hanya sebatas hal tertentu saja karena saat putri saya mengikuti pendidikan di sekolah dasar saya menemukan peran ini lagi.

Tiga puluh lima tahun lalu, putri saya mengalami gangguan tulang yang parah dan harus dirawat di rumah sakit. Ketika saya tidak berada di rumah sakit menjaganya, saya harus pulang ke rumah untuk mengurusi pekerjaan rumah tangga. Putraku masih bayi pada saat itu, jadi saya harus menjaga dia juga. Saya tidak hanya menjaga anak-anak. Dan kemudian ketika saya menanyakan suami saya, “apa yang Anda ingin makan?” Ia hanya menjawab, “tentunya sesuatu yang baik.”

Seiring dengan perjalanan waktu, saya benci membuat makan malam: bukan hanya masalah itu, tapi saya memiliki semacam fobia dapur.

Putri saya digips dari dada hingga ke tumitnya. Ia tidak bisa bergerak sama sekali. Tapi, suatu hari musim semi yang hangat, dia mengatakan kepada saya, “Saya ingin pergi ke atap.” Ketika saya bertanya mengapa, dia menjawab, “Saya ingin engkau membuang aku dari atas atap.” Saya benar-benar terkejut.

Putri saya hanya melihat kesedihan di wajah ibunya, dan ia berpikir bahwa kesedihan itu adalah kesalahannya. Ketika orang tua sedih, anak juga turut sedih. Setelah saya menyadari hal itu, saya memutuskan bahwa saya harus menemukan cara untuk mengambil sukacita dalam profesi saya sebagai ibu rumah tangga.

Misalnya, Anda sedang membuat kue. Bagian paling sulit dari pekerjaan itu adalah hati-hati dengan memberi ukuran dari berbagai bahan. Jadi saya akan mengukur gula dan bahan-bahan lainnya sebelumnya ketika saya memiliki sedikit waktu tambahan, kemudian menyiapkan sejumlah wadah kecil.

Tidak terbayangkan, pembakaran kue menjadi jauh lebih sederhana dan jauh lebih menyenangkan.

Saya juga menemukan cara-cara untuk mengubah peran saya sebagai ibu rumah tangga menjadi seorang wanita karier yang berkembang. Saya mencurahkan tenaga saya untuk meneliti resep agar saya bisa mempersiapkan makanan yang sederhana, lezat, dan bebas dari aditif, sambil mengambil manfaat dari bahan musiman bila memungkinkan.

Saya juga menghabiskan 10 tahun memberi lokakarya memasak untuk pria di departemen pendidikan di SMP Sakura no Seibo di Kota Fukushima.

Misalnya, ketika musim sayur lobak, kami mempersiapkan sejumlah hidangan yang dapat dibuat dalam satu wadah besar, kemudian, ketika kami selesai, para siswa bisa membawa pulang sisa makanan.

Saya ingat seorang pria di kelas itu datang kepada saya dan berkata, sambil tertawa, “Anda tahu, hari-hari saya datang ikut lokakarya memasak, hari-hari itu istri saya menyambut saya di pintu ketika saya pulang!”

Tiada seorang pun yang marah ketika mereka makan makanan lezat, karena masakan itu bisa membuat Anda bersatu. Hal lain yang saya lakukan di pusat pendidikan itu, menuntun kalian semua makan satu meja dengan biaya 500 yen. Ini adalah kesempatan saya untuk menawarkan orang-orang di kelas studi Kitab Suci dan juga yang lain saat istirahat.

Dan tidak hanya itu. Keluarga kami mengambil seorang siswa sebagai anak angkat. Kami mendirikan kedai kopi untuk umat setelah Misa hari Minggu, kami membagi-bagikan kue buatan sendiri secara gratis. Semua ini mungkin bisa disebut ‘pekerjaan seorang ibu rumah tangga.”

Dan ke depan? Impian saya sekarang adalah mengambil orang-orang yang bermasalah, mengajak mereka tinggal di rumah kami dan memberi mereka makan makanan yang enak, berbincang dengan ramah. Saya sangat berharap saya bisa melakukan ini beberapa hari.

Chie Inaba adalah seorang ibu rumah tangga dan umat paroki Nodamachi, Kota Fukushima, Jepang

Sumber: The housewife is the light of the family

 

One Comment on "Ibu rumah tangga adalah cahaya keluarga"

  1. bernardus wato ole on Wed, 13th Feb 2013 6:13 am 

    Sharing seorang ibu yang sangat menarik. Mamang Ibu adalah cahaya keluarga.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Presiden Filipina mempertanyakan keberadaan Tuhan
  2. Uskup Maumere mengundurkan diri
  3. Uskup ’bawah tanah’ dipindahkan lagi ke wilayah terpencil
  4. Gereja Pasifik tetap dukung Papua kembali ke keluarga Melanesia
  5. Aktivis Filipina mengutuk pembunuhan pemimpin kelompok petani
  6. Umat Kristen peringati serangan bom bunuh diri di Gereja Peshawar
  7. Nasihat Pastor Fransiskan ini mengubah pandangan Jakob Oetama
  8. Anak muda perlu refleksi dan dekat dengan keluarga
  9. Gereja sambut baik pertemuan pemerintah Filipina dan pemberontak Komunis
  10. Pembongkaran masjid tanpa IMB melanggar kebebasan beragama
  1. Nampaknya penduduk di Kalimantan lebih toleran......
    Said Jenny Marisa on 2016-09-23 09:07:47
  2. Kekejaman semakin banyak terjadi, apa sebabnya? Mengerikan membaca berita sekar...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-16 16:28:43
  3. Untuk mencegah umat di keuskupan mati karenanya, harus dipasang poster yang jela...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-13 13:45:12
  4. Semua aparat pemerintah daerah dan TNI POLRI di negri ini kehilangan tenaga..?...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:14:00
  5. Semua aparat pemerintah daerah,TNI POLRI yang bertugas di negri ini, kehilangan ...
    Said Agus giyai on 2016-09-13 11:08:57
  6. Mengapa perempuan dibenci dan diperlakukan dengan kejam... Apakah laki laki itu ...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-12 12:16:03
  7. hebatttt sr Nia saudariku.....
    Said holiq on 2016-09-10 23:47:46
  8. Soal menghukum orang bukan urusan saya, tetapi toh tidak dapat diam saja. Menir...
    Said Jenny Marisa on 2016-09-09 20:01:47
  9. Profisiat Mgr.... Semoga Tuhan sentiasa menaungi dan melindungi Bapa Uskup dalam...
    Said Permata on 2016-09-04 17:51:22
  10. Bagaimana doa melepaskan kuasa iblis...
    Said pkoing on 2016-09-04 01:06:09
UCAN India Books Online