UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Para astrolog Asia memprediksikan badai ‘Tahun Ular’

08/02/2013

Para astrolog Asia memprediksikan badai ‘Tahun Ular’ thumbnail

 

Pergeseran pasar saham, konflik meningkat di antara Jepang dan Cina dan banyak yang sukses bergaya Gangnam (penyanyi Korea Selatan Psy) akan membayangi Tahun Ular, demikian para astrolog (peramal) Asia.

Mereka membuat prediksi tersebut berdasarkan studi feng shui  (“angin-air”), yang berpengaruh di banyak bagian Asia dimana orang menyesuaikan kehidupan mereka atau merenovasi rumah dan kantor berdasarkan saran feng shui.

Ketika mereka mengucapkan selamat tinggal Tahun Naga, para peramal memperingatkan bahwa “ular hitam air” yang muncul untuk menggantikan “naga” pada 10 Februari (hari pertama Tahun Baru Imlek), bisa menjadi salah satu binatang berbisa yang membawa bencana.

Tahun Ular sebelumnya telah ditandai dengan serangan teroris pada 11 September 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang, dan penumpasan protes pro-demokrasi Tiananmen, Cina, tahun 1989 dan serangan Jepang terhadap Pearl Harbor tahun 1941.

Tahun 1929 pasar saham anjlok yang digembar-gemborkan Depresi Besar juga terjadi di tahun ular.

Master Feng Shui Hong Kong Mak Ling-ling memprediksikan pasar saham akan berjalan mulus pada semester pertama sebelum menjadi bergejolak pada semester kedua tahun ini, yang terkait dengan ciri khas reptil tersebut.

“Ini seperti gerakan ular – cepat, agresif dan lincah, tapi pada saat yang sama licik dan rumit,” katanya kepada AFP.

Mak memperingatkan bahwa meskipun optimisme pasar awal tidak akan ada pemulihan penuh di kawasan Eropa yang dilanda krisis, sementara perekonomian Amerika Serikat juga belum akan pulih sepenuhnya hingga 2014.

Dia menambahkan bahwa Presiden Barack Obama “kurang konservatif” dalam upayanya untuk menghidupkan kembali perekonomian.

Para astrolog mengatakan tahun ular ini diidentifikasi dengan elemen air, yang melambangkan rasa takut,  yang berada di atas unsur api, yang mewakili sukacita dan optimisme. Mereka mengatakan konflik antara keduanya akan bergejolak pada Mei.

“Ini adalah tahun bencana … banyak hal tidak akan berjalan lancar,” kata “Grand Master” Singapura  Tan Khoon Yong dari konsultasi geomansi Way OnNet Group.

“Uni Eropa mungkin pecah, Eropa mungkin berada dalam kesulitan,” kata pria berusia 59 tahun itu, seraya menambahkan bahwa blok tersebut akan terancam oleh perpecahan pada Mei.

Peramal Hong Kong Chow Hon-ming mengatakan Mei yang disharmonis akan melihat perselisihan di antara Jepang dan Cina mungkin meningkat menjadi perang “singkat”, karena dua “ular” akan berbenturan sesuai dengan kalender Cina.

“Mei dikenal sebagai ‘bulan ular’ dan itu adalah Tahun Ular sehingga di antara tanggal 5 Mei dan 6 Juni kedua ular akan bertemu.

“Ini adalah penyebab mengapa ketegangan sangat intens di antara Jepang dan Cina. Ketegangan itu akan meningkat dan mereka mungkin akan berperang.”

Sumber: Asian astrologers predict stormy Year of the Sssssssnake

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kisah budidaya rumput laut dari Papua
  2. Waspadalah terhadap terorisme 'bersarung tangan putih', kata Paus kepada biarawati dari Tanah Suci
  3. Renungan Hari Raya Pentakosta bersama Pastor Bill Grimm
  4. Kanonisasi dua biarawati asal Palestina mendorong perdamaian
  5. Ratusan mahasiswa tolak transmigrasi di Kalimantan
  6. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  7. Klerus AS desak sinode mendatang keluarkan pernyataan yang jelas dan tegas terkait ajaran Gereja
  8. Umat Katolik Toraja se-Jabodetabek merayakan Paskah
  9. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  10. Uskup Agung Samarinda ajak umat Katolik untuk terus memberikan kontribusi
  1. Renungan Hari Raya Pentakosta bersama Pastor Bill Grimm
  2. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  3. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  4. Perspektif Katolik tentang perubahan iklim dan pertumbuhan ekonomi
  5. Jumlah umat Katolik kecil di Tibet mungkin dipengaruhi komunis Tiongkok
  6. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  7. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  8. Kisah budidaya rumput laut dari Papua
  9. Indonesia dan Malaysia sepakat bantu imigran Rohingya
  10. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online