UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Misa bernuansa Imlek di gereja

11/02/2013

Misa bernuansa Imlek di gereja thumbnail

 

Sejumlah gereja Katolik di Jakarta dan juga di daerah lain Indonesia mengadakan Misa bernuansa Imlek dimana perayaan Imlek 2013 (10/2) bertepatan dengan Hari Minggu.

Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Aloysius Gonzaga, Cijantung,  Jakarta Timur, Minggu (10/2), misalnya, perbedaan paling mencolok dibanding perayaan Ekaristi pada Minggu biasanya adalah pada dekorasi gereja, busana pastor, umat dan panitia perayaan ekaristi yang bernuansa Imlek.

Sebagian besar umat mengenakan busana yang didominasi warna merah dengan aksen kuning. Khusus untuk panitia pelaksana yang berjumlah 25 orang, pakaian yang dikenakan adalah model kerajaan Cina zaman dulu. Yang pria ada yang mengenakan baju dengan kancing bergaris plus topi bulat merah, yang perempuan mengenakan busana terusan bergaya Cina. Bahkan ada pria yang mengenakan busana prajurit kerajaan.

Suasana Imlek sudah terasa ketika umat masuk ke halaman gereja. Lampion tampak tergantung di plafon teras gereja. Lampion juga dipasang di setiap tiang di dalam gereja. Adapun di bagian tengah tempat duduk umat, terdapat jejeran lilin dengan hiasan bunga, seakan mengantarkan umat pada salib meja altar yang juga didesain apik dengan menghadirkan nuansa warna merah.

Pada misa yang dipimpin Pastur Romo Agustinus Malo Bulu CSsR itu, berlangsung khusyuk. Suasana baru mulai sedikit riuh ketika pastur membagi-bagikan angpao kepada anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Misa bernuansa Imlek itu sendiri dipersiapakan selama satu bulan.

Sementara itu di Palembang, Sumsel, perayaan Imlek yang bertepatan dengan Lustrum II Paroki St. Petrus, Palembang, Minggu (10/2/2013),  umat Katolik paroki itu membagi-bagikan Angpao.

Dalam merayakan dua perayaan besar ini, seluruh anak kecil yang hadir diberikan angpao. Kemudian acara dilanjutkan dengan pelepasan 10 burung merpati sebagai tanda 10 tahun perjalanan Gereja Paroki Santo Petrus.

Prosesi terakhir adalah penanaman pohon sebagai tanda kepedulian Gereja untuk menjaga lingkungan sekitar bersama Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso SCJ.

Kepala Paroki St. Petrus Romo YG Marwoto SCJ mengatakan dalam perayaan ini diharapkan umat dapat bersatu dalam hidup bermasyarakat.

Saat ini hal yang tak kalah penting adalah menyatukan para generasi muda dan mendidik anak-anak untuk berperan dapat berperan aktif dalam kehidupan menggereja dan memasyarakat.

“Saya katakan tidak kalah penting karena generasi muda inilah yang menjadi penerus di masa yang akan datang,” katanya.

Sementara itu umat Katolik keturunan Tionghoa di Keuskupan Ruteng, Flores, NTT, juga merayakan Tahun Baru Imlek.

“Persatuan dalam bingkai kasih dan persaudaraan sejati merupakan jembatan untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk perpecahan baik itu suku, ras dan golongan dan kelompok tertentu,” kata Uskup Ruteng, Mgr Hubertus Leteng, dalam sambutanya pada perayaan IMLEK di Aula Missio STKIP St. Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (10/02).

Mgr Hubertus juga mengatakan bahwa perayaan IMLEK Tahun 2013 harus dilihat sebagai perayaan syukur. Selain mensyukuri Rahmat Tuhan yang telah diterima,  perayaan IMLEK juga harus diwujud nyatakan dengan sebuah kerelaan untuk berbagi dengan sesama.

“Bukan hanya dalam paguyuban Tionghoa,tetapi juga dengan sesama saudaranya di bumi Manggarai. Kerelaan untuk berbagi ini merupakan wujud nyata dari persaudaraan sejati tadi,” ujar Mgr Hubertus.

Uskup Ruteng pun menyerukan agar seluruh umat katolik diseluruh Indonesia khususnya di Manggarai Raya, untuk meretas dan mempererat semangat persaudaraannya dengan paguyuban Tionghoa.

“Janganlah kita mencederai persatuan dan persaudaraan ini. Mari kita retas dan pererat persatuan dan persaudaraan dengan seluruh komunitas Tionghoa di mana saja mereka berada,khususnya di Manggarai Raya,” tegas Uskup Hubertus

Foto: kompas.com

Sumber: berbagai sumber

 

One Comment on "Misa bernuansa Imlek di gereja"

  1. Misa Bernuansa Imlek di Gereja | ICRP Online on Tue, 12th Feb 2013 10:22 am 

    […] Sumber: indonesia.ucanews.com […]




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Biasa VIII/A bersama Pastor Bill Grimm
  2. Caritas membantu penderita kanker ke daerah terpencil di India
  3. Provinsi SVD Cina mendapat imam baru dari Togo
  4. Paus Fransiskus: Populisme egoistis ‘dorong penolakan migran’
  5. Hukum Islam sedang diperjuangkan di Malaysia
  6. Gereja Katolik Vietnam mengenang uskup ‘rendah hati’
  7. Hari Kaum Muda menyatukan OMK Banglades
  8. Seorang misionaris di antara para ‘keluyuran malam’
  9. Keluarga korban pembunuhan terkait narkoba dibantu atasi trauma
  10. Kardinal Zen khawatir terkait kesepakatan Vatikan dan Tiongkok
  1. Rama yth. Menurut iman saya, semua orang katolik punya kuasa mengusir setan.....
    Said markoes padmonegoro on 2017-02-06 12:43:43
  2. Adakah hubungan baik seperti ini? Mengapa ini bisa? Karena ada bahaya mengancam...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-03 13:57:52
  3. Tidak salah orang mempunyai harapan keselamatan seperti hal sederhana seperti in...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-02 21:30:20
  4. Ikut senang.....
    Said Jenny Marisa on 2017-02-01 14:16:51
  5. Filipina telah memilih sendiri pemimpinnya.. nampaknya mereka suka sifatnya yang...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-30 12:24:36
  6. Pada akhirnya Surabaya menjadi pionir untuk penutupan lokalisasi, Risma memulai,...
    Said Agustinus Utomo on 2017-01-29 02:09:19
  7. tidak bisa dimengerti aturan2 di Cina.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-28 15:40:09
  8. Mas bisa bantu kami ga buat pelayanan pekerjaan Tuhan di kalimantan?...
    Said Daniel Malonda on 2017-01-27 11:58:36
  9. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  10. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
UCAN India Books Online