UCAN Indonesia Catholic Church News
Happy Easter to all

Ketua PP Muhammadiyah: Paus, tokoh yang menjembatani Katolik-Islam

12/02/2013

Ketua PP Muhammadiyah: Paus, tokoh yang menjembatani Katolik-Islam thumbnail

 

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin tidak menyangka Paus Benediktus XVI mengundurkan diri dari jabatannya karena usia tua sebagaimana diumumkan, Senin (11/2).

“Saya kaget karena sebelumnya tidak ada isyarat pengunduran diri. Sebenarnya pengunduran diri Paus pernah ada tahun 1400. Ini kali pertama di abad modern. Biasanya sampai akhir hayat,” kata Din kepada Tribunnews, Jakarta.

Din sendiri menuturkan memiliki pengalaman historis dengan Paus Benediktus XVI.

Din bertemu empat kali dengan Paus dalam rangka forum Katolik-Islam. “Saya kebetulan bertemu Paus empat kali. Sekali di Napoli (Italia) menghadiri konferensi Katolik-Muslim. Lainnya di Vatican Forum,” kenang Din.

Din pun tak sungkan memuji sikap Paus yang dinilainya berperan besar dalam menjembatani komunikasi Katolik dan Islam.

“Saya mengetahui bahwa Paus cukup baik. Beliau seorang teolog, khususnya dengan menjalin komunikasi aktif dunia Islam dengan Katolik seperti forum Katolik-Muslim,” katanya.

Paus sebelumnya memang sempat melontarkan pernyataan kontroversial menyangkut jihad (2006). Namun, terlepas dari itu, Din tetap menilainya tokoh yang baik.

“Saya berharap penggantinya dapat melanjutkan langkah-langkah tersebut,” harapnya.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kemajuan sosial di Indonesia kala perempuan menerima penghargaan
  2. Presiden SBY dinilai kurang mampu menjaga keberagaman
  3. Pesan 'Urbi et Orbi' Paus Fransiskus pada Hari Raya Paskah 2014
  4. Ribuan umat Islam hadiri deklarasi anti-Syiah di Bandung
  5. “Keselamatan akan segera datang kepada saya," tulis Asia Bibi dari balik jeruji besi
  6. Tim delapan kardinal mulai membahas lagi reformasi
  7. Presiden ucapkan selamat Paskah
  8. Pria Kristen dibunuh karena tolak masuk Islam
  9. Komnas HAM: Aliansi tak berhak larang ajaran Syiah
  10. Umat Katolik Papua Nugini menghormati misionaris pertama
  1. Kemajuan sosial di Indonesia kala perempuan menerima penghargaan
  2. Pria Kristen dibunuh karena tolak masuk Islam
  3. Penerapan Hukum Syariah di Brunei mengancam orang Kristen
  4. Uskup pimpin Misa Paskah bersama penderita kusta
  5. Pertanyaan muncul terkait kanonisasi yang cepat terhadap dua Paus
  6. Presiden SBY dinilai kurang mampu menjaga keberagaman
  7. NGO desak hukuman lebih berat untuk pelaku kejahatan seksual terhadap anak
  8. Umat Katolik Papua Nugini menghormati misionaris pertama
  9. Hari Bumi, pemuka agama jadi kunci pelestarian lingkungan
  10. Imam anti-nuklir berjuang jadi anggota parlemen
  1. hmmm..semoga saja isa di tata dengan baik oleh pengurus dengan di bantu pemerint...
    Said kornelius,.. on 2014-04-19 09:49:00
  2. Setuju Romo....rakyat butuh media untuk bisa benar-benar mengenal calon presiden...
    Said Fransisca Ninin Nilamsari on 2014-04-17 19:59:00
  3. Ternyata anak2 ke sekolah tetap harus dijaga orang tua atau utusannya. Sekolah,...
    Said on 2014-04-17 08:02:00
  4. Niat baik dan bersahabat patut disambut baik dan dihargai. Mengapa tidak disebu...
    Said on 2014-04-17 07:45:00
  5. Setuju Romo, kita membutuhkan Pemimpin yang sungguh-sungguh memiliki komitmen un...
    Said Wahyu Handoko Yulianto on 2014-04-17 06:50:00
  6. Terima kasih Mgr. Koo. Kisah hidup yang menjadi inspirasi bagi kami utk memperta...
    Said corry on 2014-04-10 12:42:00
  7. Ria: sy jg geram dengan tindakan mantan pastor ini, yg akhirnya membuat nama Ger...
    Said corry on 2014-04-10 12:27:00
  8. Dimana2 orang Kristen dianiaya, dikambinghitamkan dgn alasan ini itu yg tdk terb...
    Said Corry on 2014-04-10 11:48:00
  9. Aneh negeri ini jg presiden odong2. Ini bukan negara muslim, shg seenaknya mener...
    Said Corry on 2014-04-10 11:41:00
  10. Metode blusukan memang telah dilakukan oleh Yesus dan juga para nabi, sehingga p...
    Said Hadrianus Wardjito on 2014-04-07 20:47:00
UCAN India Books Online