UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Pengunduran diri Paus Benediktus diapresiasi

12/02/2013

Pengunduran diri Paus Benediktus diapresiasi thumbnail

 

Berita soal rencana pengunduran diri Paus Benediktus XVI pada 28 Februari mendatang yang secara resmi diumumkan Senin (11/2) mengundang banyak reaksi, baik dari kalangan hirarki maupun umat Katolik Indonesia.

Umumnya, reaksi yang muncul mengisyaratkan, keputusan tersebut ”bisa dipahami” dan layak diapresiasi.

Mgr Petrus Canisius Mandagi, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengatakan, apa yang dilakukan paus merupakan contoh langkah  seorang pemimpin yang sadar diri dan rendah hati.

”Ia tahu fisiknya tidak memungkinkan lagi. Ia pun dengan rela melepaskan jabatannya”, kata Mgr Mandagi kepada ucanews.com via telpon, Selasa (12/2).

Menurut Uskup Amboina ini, langkah paus merupakan teladan bagi pemimpin, siapapun dan dalam bidang apapun, yang harus bersedia melepaskan jabatan bila memang ada halangan tertentu.

Di mata Mgr Mandagi, Paus Benediktus merupakan sosok yang suci dan peduli pada persoalan-persoalan sosial serta relasi dengan agama lain.

“Ia mewariskan banyak hal yang kiranya bisa dipertahankan oleh paus yang terpilih berikutnya”, katanya.

Senada dengan itu, Mulyawan Margana, Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) mengatakan, keputusan paus merupakan cerminan kematangan, kebijaksaan, kedewasaan dan tanggung jawab seorang pimpinan.

Menurutnya, keputusan paus memberi pelajaran bahwa jabatan bisa dengan mudah dilepas bila memang sang pemimpin merasa itu merupakan jalan terbaik.

“Saya berharap, di tahun mendatang, paus yang akan terpilih memberikan perhatian lebih pada Gereja di Asia dan Afrika yang saat ini sedang berkembang pesat”, katanya.

Uskup Agung Semarang Mgr Johannes Maria Pujasumarta mengatakan, “ terkejut dan tidak menduga sama sekali dengan keputusan paus tersebut”.

Sekertaris Jendelal KWI ini mengatakan, memang peristiwa ini sangat langka dalam sejarah panjang Gereja Katolik.

“Kami sungguh bisa memahami keputusan Bapa Suci. Kami bersyukur bahwa Bapa Suci telah menbaktikan diri dalam usia lanjut untuk menjadi Gembala Agung Gereja Katolik selama hampir 8 tahun,” katanya.

Ia mengaku terkesan dengan kecerdasan paus dalam berteologi. “Ensiklik pertama masa pontifikatnya, “Deus Caritas Est” (Allah adalah Kasih), sungguh mencerahkan. Begitu juga tulisan-tulisan, amanat-amanat serta pesan-pesannya.”

Ia mengajak umat Katolik untuk mendoakan paus.  “Kita doakan Bapa Suci supaya dianugerahi kesehatan dan kebahagiaan dalam usia lanjut”.

Ia menambahkan, “Kita berdoa agar konklav terselenggara dengan baik, para kardinal dalam bimbingan Roh Kudus memilih paus baru, pengganti Petrus untuk memimpin umat Katolik agar kehadiran menjadi ragi, terang dan garam dunia.”

Dalam sejarah gereja, paus terakhir yang mengundurkan diri adalah Paus Gregorius XII tahun 1415.

Benediktus XVI mulai menjabat sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik tahun 2005. Rencananya, pemilihan paus baru akan dilaksanakan pada Maret mendatang.

Ryan Dagur, Jakarta

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Hilang, wafat: Uskup bawah tanah, berusia 93 tahun
  2. RUU Perlindungan Umat Beragama akan atur syarat agama
  3. Di Mindanao, anak-anak pengungsi menanggung beban konflik
  4. Indonesia darurat kekerasan seksual terhadap perempuan
  5. Uskup Suwatan undang Paus Fransiskus ke Manado
  6. Pastor dikenal sebagai pejuang lingkungan tantang Bupati Rotok
  7. Kardinal Kriengsak: 'Sekularisme' merupakan wajah setan
  8. Imam Yesuit India yang diculik di Afghanistan telah dibebaskan
  9. Presiden FABC memberi penghormatan kepada 21 orang Kristen yang dipenggal sebagai martir
  10. Mengenal hukuman mati di Asia Tenggara
  1. RUU Perlindungan Umat Beragama akan atur syarat agama
  2. Indonesia darurat kekerasan seksual terhadap perempuan
  3. Di Mindanao, anak-anak pengungsi menanggung beban konflik
  4. Kitab Suci dijadikan jantung kehidupan Gereja Cina
  5. Serangan anti-Kristen terus terjadi di India meskipun jaminan perdana menteri
  6. Menteri Agama: Pemimpin bisa berasal dari kalangan mana pun
  7. Syafii Maarif: tingkatkan toleransi terhadap pemimpin beda keyakinan
  8. Denominasi Gereja termasuk Katolik dukung Kongres X GAMKI
  9. Hilang, wafat: Uskup bawah tanah, berusia 93 tahun
  10. Yesuit Kamboja mengusulkan puasa dari pulusi selama Prapaskah
  1. Seorang Misioner sejati yang sangat langka pada zaman sekarang. Hidup Romo Caro...
    Said Sary on 2015-02-25 07:35:00
  2. Kalau boleh usul, sebaiknya praktek yang dilakukan di Aceh tetap di Aceh, jangan...
    Said on 2015-02-24 10:46:00
  3. Saya beranggapan ada side effect dari adanya hukuman mati (bukan efek jera). Di...
    Said on 2015-02-24 10:43:00
  4. Hari Valentine sesungguhnya adalah perayaan atau lebih tepatnya kenangan akan ke...
    Said jane on 2015-02-18 06:25:00
  5. Yang haram bukan hari nya valetine nya tapi manusia nya. Kalau cuma mikir nya ng...
    Said Guess on 2015-02-16 11:21:00
  6. Tentu semua negara harus berupaya yang semestinya; sebetulnya tiap pemerintah ya...
    Said on 2015-02-11 07:05:00
  7. Saya percaya ensiklik akan diterbitkan oleh Paus Fransiskus karena situasi yang...
    Said sr.yustina on 2015-02-08 08:42:00
  8. Boleh saja melarang jika di tempat publik, tetapi jaminlah kalau perayaan diadak...
    Said on 2015-01-14 07:48:00
  9. Saya selalu beranggapan bahwa kecelakaan tidak perlu terjadi... Bahwasanya terja...
    Said on 2015-01-14 07:44:00
  10. Alangkah indahnya nanti kalau ada pemimpin baik.. semoga terus demikian....
    Said on 2015-01-14 07:30:00
UCAN India Books Online