UCAN Indonesia Catholic Church News
ENRICH YOUR SPIRITUAL LIFE

Puluhan anak Indonesia yang ditahan Australia akan tuntut ganti rugi

13/02/2013

Puluhan anak Indonesia yang ditahan Australia akan tuntut ganti rugi thumbnail

 

Puluhan anak Indonesia akan menuntut ganti rugi kepada pemerintah Australia atas penahanan mereka sepanjang 2008-2011 karena tuduhan yang salah.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mendampingi ke-23 anak ini mengatakan, pemerintah Australia harus bertanggung jawab atas sejumlah kerugian yang diderita anak-anak Indonesia tersebut yang berasal dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat.

Menurut Apong Herlina, Komisioner KPAI, anak-anak ini menjalani masa tahanan beragam di sejumlah penjara di Australia, mulai dari enam bulan hingga lebih dari satu tahun.

“Mereka, yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) dituduh menjadi bagian dari sindikat penyelundup manusia ke Australia. Sebelumnya, mereka ditangkap petugas dalam sebuah kapal yang mengangkut para penyelundup”, katanya.

Padahal, menurut dia, anak-anak ini adalah korban mafia penyelundup yang diiming-iming upah besar untuk bekerja sebagai ABK.

“Penyelesaian kasus ini perlu dilakukan untuk mencegah munculnya masalah serupa di masa yang akan datang”, tegasnya.

Sementara itu, Lisa Hiariej, wanita asal Indonesia yang menjadi pengacara  anak-anak ini mengatakan, pemerintah Australia bersalah karena menempatkan anak-anak ini di sel-sel orang dewasa.

Ia pun menyalahkan penggunaan metode X-ray dalam penentuan umur anak-anak ini.

“Meski anak-anak ini mengaku berusia di bawah 18 tahun, namun karena hasil dari X-ray itu adalah di atas 18 tahun, maka mereka dijebloskan ke penjara orang dewasa”, katanya.

Ia menjelaskan, mereka memiliki bukti-bukti kuat bahwa anak-anak ini berusia di bawah 18 tahun, yaitu antara 14-17 tahun ketika dipenjara.

“Ini diperkuat oleh akta kelahiran mereka, juga rapor sekolah”, tegasnya.

Ryan Dagur, Jakarta

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Minggu Biasa V/C bersama Pastor Bill Grimm
  2. Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia akan perteguh NKRI
  3. Suku India di desa terpencil berjuang untuk fasilitas dasar
  4. Kardinal Hong Kong bela pesan Imlek Paus Fransiskus untuk Beijing
  5. Sri Lanka harus berkomitmen dengan resolusi PBB, kata aktivis
  6. Tokoh lintas iman dukung penguatan KPK
  7. Jalan menuju keadilan dan kesetaraan
  8. Para uskup Filipina desak umat Katolik untuk tidak memilih ‘orang jahat’
  9. Paus Fransiskus kirim pesan Imlek, memberikan pujian kepada Beijing
  10. Orang Kristen ditunjuk sebagai ketua majelis tinggi Myanmar
  1. Semoga segala berjalan baik tanpa halangan apapun......
    Said donotchangemyname on 2016-02-02 09:22:00
  2. Salam. Saya menyebarkan tulisan saya tentang penghapusan hukuman mati. Kita bang...
    Said anton bele on 2016-01-27 19:45:00
  3. Susah kalau alam tidak bersahabat.. Andaikan bisa menemukan beberapa sumber air ...
    Said donotchangemyname on 2016-01-22 14:35:00
  4. Mungkin Taliban tidak suka ada orang2 yang pandai.. agar merekalah menang antara...
    Said donotchangemyname on 2016-01-21 09:37:00
  5. Pasang petisi online saja di change.org atau kalau keluarga ybs punya teman medi...
    Said Lukas Lumbantobing on 2016-01-20 06:14:00
  6. Tindakan seperti inilah yang menjadi alasan saya tetap mendukung hukuman mati...
    Said Lukas Lumbantobing on 2016-01-20 06:11:00
  7. Semoga Misa di mall tdk terjadi di Indonesia. Ini bentuk sinkretisme dan peleceh...
    Said Tarcisius on 2016-01-16 07:59:00
  8. Dalang dan akar2nya yang tidak kelihatan.....
    Said donotchangemyname on 2016-01-16 07:59:00
  9. Apa boleh buat, bapak Kardinal sudah mengizinkan... Zaman boleh berubah, saya te...
    Said donotchangemyname on 2016-01-15 10:57:00
  10. Setidaknya artikel ini sedikit lebih objektif. Gafatar tidak seperti apa yg dibe...
    Said Dae Buton on 2016-01-15 00:05:00
UCAN India Books Online