
Bumitama Gunajaya Agro Group (BGA Group) menyerahkan bantuan sebesar 500 juta rupiah untuk pembangunan Gereja Santo Mikael Simpang Dua, Ketapang, Kalimantan Barat.
Penyerahan dana tersebut telah dilakukan pada Rabu (13/2), seperti dilansir kompas.com.
BGA Group adalah sebuah perusahaan agrobisnis yang mengelola perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit.
Bantuan diberikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atas musibah robohnya tangga gereja pada Desember tahun lalu saat Misa Kudus dimulai yang mengakibatkan sejumlah umat cedera.
Bantuan diserahkan oleh Basoeki Soeseno, Ketua Komite Corporate Social Responsibility PT Bumitama Gunajaya Agro kepada perwakilan pengurus gereja Laurensius.
Dian Anggraeni Ramadhani, Corporate Communications Specialist Bumitama Gunajaya Agro menjelaskan, hadir dalam penyerahan bantuan itu adalah Bupati Ketapang Hendrikus dan Uskup Ketapang Mgr Riana Prapdi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, saat Misa dimulai tangga utama gereja tersebut roboh dan menimpa sejumlah umat.
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak tujuh anak dan sejumlah ibu-ibu mengalami cedera serius hingga harus dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Gereja yang dibangun sekitar tahun 1994 tersebut memang berbentuk panggung dengan ketinggian mencapai 2 meter. Untuk sampai ke dalam gereja, jemaat harus melalui tangga.
Umat di daerah itu pun berencana melakukan pembangunan gereja baru. Sayangnya, dana yang mereka kumpulkan belum mencukupi sehingga pembangunan gereja belum bisa direalisasikan.
Romo Magnis protes terkait penghargaan kepada Presiden SBY
Aktivis lingkungan dipenjara di tengah upaya membela hak petani
Amnesty: Hukuman mati di Indonesia langkah mundur