UCAN Indonesia Catholic Church News
LA CIVILTÀ CATTOLICA

Penjual mie mengisahkan bagaimana iman membantu dia menikmati hidupnya

14/02/2013

Penjual mie mengisahkan bagaimana iman membantu dia menikmati hidupnya thumbnail

 

Ramen hampir menjadi ikon masakan Jepang populer, meskipun sebenarnya masakan itu diambil oleh orang Jepang dari masakan Cina. Oleh karena itu masakan itu diberikan nama lain: Chuka-soba, atau “mie Cina.”

Sebuah warung ramen di Kota Tsuruga, sekitar 330 kilometer sebelah barat Tokyo di prefektur Fukui, telah didirikan sebagai uji coba.

Ichiriki Ramen berusia lebih dari 55 tahun, dan pendirinya Koji Sugai, kini berusia 80 tahun, masih bangun pagi pukul 4:30 setiap hari saat jam sibuk kerja.

“Saya senang mendengar orang mengatakan, ‘manakan ini enak!” katanya.

Koji mulai hari itu dengan membersihkan warung. Lalu ia membuat kaldu dari tulang babi dan ayam serta lemak. “Saya biasa memeriksa panci-panci. Kaldu dapat berubah dengan cepat. Saya bisa mempertahankan hidup saya dengan kaldu tersebut. Dan Anda mungkin mengatakan saya hidup berkat kaldu saya juga.”

Bahkan sebelum Ichiriki membuka warung itu, banyak pelanggan yang sudah menunggu. Dari beberapa nomor plat mobil di tempat parkir warung tersebut menunjukkan tanda bahwa mereka berasal dari prefektur lain. Ini menunjukkan bahwa banyak orang dari tempat jauh datang hanya demi mie tersebut.

Ketika Koji berusia sekitar 20 tahun, dia makan ramen di Kyoto dan berpikir untuk membuat sendiri. “Makanan ini sungguh lezat!” Dia berpikir bagaimana membuat mie tersebut. Setelah menikah dengan Atsuko, dia meminjamkan uang untuk mendirikan ramen.

Kejadian lain yang menentukan dalam kehidupan Koji pada saat ia hampir mengalami kecelakaan. Koji pergi ke gereja Tsuruga setelah kejadian itu. Di sana ada seorang imam asing dari Misionaris Hati Kudus.

“Saya akhirnya harus pergi ke gereja karena jika saya tidak ke gereja, imam itu akan datang menjemput saya di rumah dengan sepeda motornya. Saya kira Anda bisa mengatakan saya menjadi seorang Katolik karena imam itu mendorong saya mempelajari Katekismus.”

Setelah hampir 20 tahun, warung ramen dari Koji dan Atsuko nampaknya mengalami pasang-surut.

“Bila ramen tidak dijual. Saya berdoa,” kata Koji.

Pasangan ini tidak memiliki tempat tinggal, sehingga mereka meminjam karpet dari sesama penjual ramen dan karpet itu dibentangkan dengan menggunakan sejumlah kayu sehingga mereka bisa memiliki tempat untuk tidur.

“Saya meminta [Atsuko] untuk pindah,” kata Koji. Tapi, dia menolak, dengan mengatakan, “Yah, kita tidak punya uang, dan saya sungguh menikmati tempat ini. Itu sama seperti jika kita berkemping.”

Di usia masih muda, Koji bersepeda menuju sebuah kota sejauh 30 kilometer setiap hari untuk membeli daging babi. Dia tidak berhasil, dan akhirnya ia pindah ke warung saat ini.

Tapi, akhirnya sukses itu datang, dan usahanya maju dengan pesat. Sebuah museum ramen di Yokohama bahkan mengundang dia menjual ramen di sana selama sekitar satu tahun.

“Ada saat-saat ketika kami begitu sibuk kami tidak bisa pergi ke gereja selama berbulan-bulan, tapi kami telah berhasil menghidupkan bisnis ini selama 50 tahun hingga sekarang, terima kasih atas kasih karunia Tuhan,” kata Atsuko.

Koji juga setuju: “Ya, saya juga demikian.”

Sumber: Noodle seller tells how faith helps him relish his life

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Etnis Rakhine tolak status kewarganegaraan Rohingya
  2. Calon terkuat pemimpin Hong Kong ini bicara soal iman Katolik
  3. Vietnam tangkap dua blogger karena melawan pemerintah
  4. Hati yang beku akan membuatmu berpaling dari Tuhan
  5. Pelaku pedofilia berkeliaran di Indonesia, keluarga Katolik cemas
  6. Tokoh Katolik ini calon presiden terkuat Korea Selatan
  7. Bangladesh waspadai kebangkitan militansi Muslim
  8. Ribuan umat Katolik hadiri acara tahbisan Uskup Sintang
  9. Paus minta para imam agar selalu mau mendengar pengakuan
  10. Vatikan khawatir dengan aturan baru bagi gereja Cina
  1. industri malah sering bikin susah.. di Indonesia saat ini petani menolak dibangu...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-23 11:34:22
  2. alam yang subur, tanah pertanian, perkebunan sayang kalau digunakan untuk indust...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-23 08:57:04
  3. Tetap maju terus perjuangan hidup di planet ini penjara besar sudah terlepas mak...
    Said NIKODEMUS KOWIP on 2017-03-21 15:38:37
  4. Agak kecewa sih sebenarnya, tapi ya sudahlah apa boleh buat.tetep semangat aja b...
    Said Noendi on 2017-03-21 15:06:40
  5. memang dilema misa perkawinan dengan lagu2 berirama pop. di madah bakti dan puji...
    Said billy suandito on 2017-03-21 11:27:37
  6. profisiat untuk keuskupan agung semarang, yang telah mendapat Uskup Baru....
    Said rony on 2017-03-21 09:49:12
  7. KHususnya pekerja di Indonesia, bahwa Perusahaan adalah segalanya, pemerintah pu...
    Said anterajaya on 2017-03-17 08:49:31
  8. Salam...
    Said Victor WP on 2017-03-15 20:36:20
  9. Permohonan maaf secara terbuka kiranya dapat menggantikan rasa luka hati sekalig...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-14 11:12:34
  10. tetap semangat !!!...
    Said leo Agung Christanto on 2017-03-14 09:20:31
UCAN India Books Online