UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Polrestabes Makassar bentuk tim ungkap pelemparan bom molotov di 5 gereja

14/02/2013

Polrestabes Makassar bentuk tim ungkap pelemparan bom molotov di 5 gereja thumbnail

 

Lima gereja di Makassar, Sulawesi Selatan, dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal. Polrestabes Makassar berencana membentuk tim khusus untuk mencegah terulangnya aksi pelemparan bom molotov tersebut.

“Kami membentuk tim khusus dari Polrestabes dan Polsek-polsek, dengan menugaskan dua sampai tiga anggota polisi untuk melakukan pengamanan di seluruh gereja di Makassar, baik pengamanan terbuka dan tertutup,” ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Wisnu Sandjaya saat ditemui detikcom di ruangannya, Kamis (14/2), seperti dilansir detik.com.

Tiga gereja di Makassar dalam rentang waktu sekitar satu jam dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal. Tiga gereja itu yakni Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Samiun, Gereja Toraja di Jalan AP Pettarani II dan Gereja di Jalan Gatot Subroto, Makassar.

Peristiwa itu berurutan mulai pukul 03.00 Wita hingga 04.30 Wita, Kamis (14/2). Peristiwa pelemparan bom molotov gereja di Jalan Gatot Subroto No. 26, Kec. Tallo, terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Pelemparan molotov mengenai pintu gereja dan membakar meja yang berada di depan gereja. Di depan gereja ini sering dijadikan tempat parkir truk-truk tronton, sehingga tidak begitu nampak dari jalan.

Sedangkan Gereja GKI di Jalan Samiun, dilempari oleh orang tak dikenal sekitar pukul 04.00 Wita. Akibatnya jendela kaca pecah dan membakar kain gorden gereja. Untuk tidak membuat warga panik, pihak pengurus gereja sudah membersihkan pecahan kaca setelah aparat Polsek Ujungpandang melakukan olah TKP. Gereja GKI di jalan Samiun bersebelahan dengan taman kanak-kanak dan dekat kampus salah satu perguruan tinggi swasta.

Sedangkan Gereja Toraja di jalan Pettarani II terjadi sekitar pukul 04.30 Wita juga mengalami kerusakan kecil akibat aksi vandalisme oleh pihak-pihak yang ingin mengacaukan keamanan di Makassar.

Sebelumnya, pada Minggu dini hari lalu (10/2) dua gereja yang dilempari molotov yakni, Gereja Tiatira di Malengkeri dan Gereja Toraja Mamasa di Jl. Dirgantara.

Wisnu menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara pada dua saksi di Gereja GKI jalan Samiun, diketahui pelaku berjumlah empat orang dengan menggunakan dua sepeda motor, yang melakukan pelemparan bom molotov lalu kabur meninggalkan gereja. Pihaknya juga akan mempelajari rekaman kamera CCTV di GKI Samiun.

Sedangkan di dua gereja lainnya, yakni Gereja Toraja di jalan AP Pettarani II dan Gereja di jalan Gatot Subroto, Wisnu menyebutkan tidak ada saksi yang melihat pelaku melancarkan aksinya.

Sementara itu, terkait proses Pilkada Sulsel yang baru saja digelar pada 22 Januari lalu, Wisnu menyebutkan dugaan sementara peristiwa pelemparan bom molotov pada 5 gereja tidak berkaitan dengan Pilkada.

“Kami belum menemukan petunjuk yang mengarah adanya kaitan dengan aksi pelemparan gereja dengan Pilkada, sementara ini masih tindak pidana kriminal murni,” pungkas Wisnu.

 

 

One Comment on "Polrestabes Makassar bentuk tim ungkap pelemparan bom molotov di 5 gereja"

  1. bernardus wato ole on Fri, 15th Feb 2013 4:56 am 

    Sampai kapan keharmonisan hidup antar umat beragama di Indonesia mendapat penghargaan yang selayaknya?




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Doa untuk perdamaian dan persatuan di Pakistan
  2. Perdana Menteri Portugal ‘pulang’ ke Goa
  3. Bisakah perempuan berperan lebih besar dalam mengakhiri konflik di Myanmar?
  4. Presiden Duterte berterima kasih kepada Paus Fransiskus
  5. Renungan Hari Minggu Biasa III/A bersama Pastor Bill Grimm
  6. Gereja Katolik Banglades berkabung atas wafatnya imam misionaris Italia
  7. Gereja Sri Lanka menetapkan 2017 sebagai Tahun Santo Joseph Vaz
  8. Upaya terus dilakukan guna menyelamatkan orang muda Timor Leste dari HIV
  9. Tiongkok jauh dari ‘Model Vietnam’ dalam hubungan dengan Takhta Suci
  10. Katolik dan Protestan di Korea Selatan menyerukan dialog berkelanjutan
  1. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  2. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
  3. Yang saya salut dg agama2 asli Indonesia ini adalah kedamaiannya,...
    Said Surromenggala on 2017-01-13 06:19:39
  4. mas gre,bs kah membantu kami unt perobatan istri.setelah cek lab ada gangguan gi...
    Said nehemia tumanggor on 2017-01-07 14:45:59
  5. Tragedi yang tidak tidak terbayarkan dengan kebaikan apapun.. 6000 nyawa tidak d...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-05 11:16:42
  6. Luar biasa atas kesaksian iman dari kisah 2 orang yang berbeda dengan masalah ya...
    Said Anselmus Seng Openg on 2017-01-04 13:25:40
  7. Mengapa pemerintah India tidak berupaya?...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-04 11:27:27
  8. Segala dapat diperdagangkan di China.. semuanya adalah kejam.. Hewan langka, gad...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-03 20:38:17
  9. Shalom, Bapa, sy orang kosan yg tinggal di kos rumah tua dimana sebelumnya ada ...
    Said desi on 2016-12-28 23:01:07
  10. Bentuk toleransi dengan mengikuti kegiatan agama lain. Mari kita dukung penegak...
    Said Abdul Aziz on 2016-12-24 11:19:05
UCAN India Books Online