Biarawati dan aktivis perempuan adakan aksi protes menentang kekerasan

15/02/2013

Biarawati dan aktivis perempuan adakan aksi protes menentang kekerasan thumbnail

 

Para aktivis hak-hak perempuan dan para biarawati di Sri Lanka pada Kamis mendesak pemerintah melindungi perempuan dari kekerasan.

Seruan itu diadakan  selama aksi protes dengan menyalakan lilin di ibukota negara itu, yang merupakan bagian dari kampanye global untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.

Sachini Perera, seorang aktivis perempuan dan penyelenggara acara itu, mengatakan bahwa satu dari tiga wanita di Sri Lanka telah mengalami beberapa bentuk kekerasan seksual.

“Kita tidak boleh membiarkan kekerasan ini berlanjut dan tidak boleh diam. Kami berada di sini untuk mendesak para pembuat kebijakan untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa kekerasan terhadap perempuan naik enam persen tahun lalu dibandingkan tahun sebelumnya. “Situasi ini terus memburuk,” katanya.

Para peserta aksi itu bergabung dengan aliansi kelompok hak global, aktivis dan warga masyarakat yang prihatin dengan kekerasan itu berpartisipasi dalam kampanye One Billion Rising, yang diluncurkan tahun ini untuk menyoroti bahwa sekitar satu miliar wanita di seluruh dunia diperkirakan telah menderita kekerasan seksual atau kekerasan berbasis gender.

Para aktivis mengatakan kekerasan gender tersebar luas di Sri Lanka.

Tahun 2012 setiap hari empat wanita, sebagian besar berusia 18 tahun telah diperkosa, demikian data polisi.

Suster Gayani Silva menyalahkan sistem hukum dan perilaku kaum pria. Akibat status sosial perempuan menjadi korban kekerasan berbasis gender dan hal ini terus meningkat.

“Banyak hukum telah diperkenalkan, tetapi kenyataannya sangat sedikit yang ditegakkan dan kaum pria harus dididik tentang kesetaraan perempuan,” kata Suster Gayani, yang bekerja dengan perempuan korban kekerasan dan anak-anak.

Dr. Udan Fernando, seorang spesialis pada isu-isu pembangunan internasional dan peserta dalam acara itu, mengatakan kekerasan terhadap perempuan terkait dengan pandangan masyarakat.

Lebih jauh dia menganjurkan pentingnya kampanye bersama untuk mengakhiri kekerasan. “Ketika orang-orang melakukan aksi bersama-sama, mereka mendapatkan inspirasi dari satu sama lain untuk menghadapi masalah seperti itu,” tambahnya.

Sumber: Sri Lanka joins in global women’s protest

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  2. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  3. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  4. Banyak tantangan menanti Presiden Timor-Leste yang baru
  5. Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan
  6. Penyandang disabilitas meminta Jokowi membentuk komisi khusus
  7. Selamat! Laos mendapat kardinal untuk pertama kali
  8. Di balik tambang dan minyak Kayu Putih di Pulau Buru
  9. Polisi Vietnam pukul demonstran, tangkap aktivis Katolik
  10. Uskup Agung Semarang yang baru berjanji mempromosikan toleransi
  1. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  2. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  3. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  4. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  5. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  6. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  7. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  8. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  9. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
  10. Mohon diperjuangkan agar bimas katolik dapat mengangkat kembali guru agama Katol...
    Said Rudi M on 2017-05-13 22:00:07
UCAN India Books Online