Marak pernikahan usia dini, UU Perkawinan perlu direvisi

15/02/2013

Marak pernikahan usia dini, UU Perkawinan perlu direvisi thumbnail

 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendesak pemerintah merevisi UU No. 1/1974 tentang Perkawinan. UU tersebut dinilai berkontribusi pada fenomena pernikahan usia dini dan kematian ibu melahirkan.

“Batasan minimal usia perempuan menikah 16 tahun sudah tidak relevan. Pernikahan terlalu muda berisiko tinggi bagi perempuan. Jadi (UU) itu memang perlu direvisi,” sebut Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, di Jakarta, belum lama ini, seperti dilansir metrotv.com.

Gagasan revisi ini, menurut Said, tengah dibahas secara internal di kalangan PBNU. Hasil pembahasan, nantinya bakal dijadikan masukan bagi pemerintah untuk melakukan proses revisi UU tersebut.

Ketua PBNU juga mengeluhkan batasan usia pernikahan bagi perempuan di dalam hukum negara kita yang masih simpang siur. UU Perkawinan menyebutkan batasan minimal 16 tahun. Sedangkan UU Perlindungan Anak menetapkan 18 tahun dan BKKBN menyarankan usia menikah pertama bagi perempuan 21 tahun.

Untuk sementara waktu, lanjut Said, PBNU mengusulkan idealnya usia perkawinan pertama bagi perempuan adalah 18 tahun. “Ya kita ambil jalan paling tengah saja,” sebutnya.

Pada 2012 lalu, sebetulnya revisi UU Perkawinan sudah diajukan usulannya ke DPR dan masuk ke dalam prolegnas. Namun, revisi UU itu tidak menjadi prioritas di tahun tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKKBN Sudibyo Alimoeso menambahkan secara medis pernikahan anak di bawah umur memang sangat berisiko.

Beberapa kasus kesehatan yang terjadi pada pernikahan terlalu muda adalah, kejadian perdarahan saat persalinan, anemia, dan komplikasi saat melahirkan.

Selain itu, perempuan yang hamil pada usia muda berpotensi besar untuk melahiran anak dengan berat lahir rendah, kurang gizi dan anemia.

Sudibyo menambahkan terdapat korelasi yang tinggi antara fenomena menikah dini dengan tingginya angka kematian ibu akibat persalinan di Tanah Air. Saat ini rata-rata angka kematian ibu melahirkan di negeri kita cukup tinggi, yaitu 228 kematian per 100 ribu kelahiran hidup.

“Kalau rata-rata itu dikalkulasikan, rata-rata setiap satu jam terdapat dua kasus kematian ibu. Jika diakumulasikan dalam setahun mencapai 17.520 kasus,” bebernya.

Usia perkawinan ideal bagi perempuan sejatinya pada usia 21 tahun. Namun, kata Sudibyo, saat ini rata-rata usia menikah pertama perempuan Indonesia masih berada dikisaran usia 19 tahun.

Yang berbahaya, lanjut dia, kini muncul fenomena tingkat kelahiran di kalangan remaja usia 15-19 tahun malah semakin meningkat. Jika pada 2011 rata-rata remaja usia 15-19 tahun adalah 35 kelahiran per 1.000 perempuan, maka pada 2012 meningkat jadi 48 per 1.000 perempuan.

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  2. Uskup: Rencana Keterlibatan Amerika Memperburuk Konflik Mindanao
  3. Uskup Korea Mendorong Pihak yang Bertikai Menahan Diri
  4. Renungan Hari Minggu XX Tahun A – 20 Agustus 2017
  5. Caritas Memberi Bantuan kepada Korban Banjir
  6. Timor-Leste Berjuang Membentuk Pemerintahan Baru
  7. Demo Menuntut Keadilan bagi Papua Berujung Penangkapan
  8. PBB Berlaku Tidak Adil Terhadap Pengungsi Kristen di Bangkok
  9. HUT RI Ke-72, Ormas Katolik Ajak Masyarakat Mengamalkan Pancasila
  10. Gereja dan Aktivis Indonesia Prihatin dengan PRT di Bawah Umur
  1. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  2. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  3. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  4. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  5. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  6. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  7. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
  8. sebaiknya umat bersabar dan berdoa agar kemelut ini segera berakhir. kendatipun...
    Said yohanes on 2017-08-11 10:21:16
  9. Pembuktian kebenaran jika ada proses pengadilan/tribunal. Sebagai pemimpin Gerej...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-11 06:54:24
  10. Umat Katholik dimana saja. Jangan bicara tentang uang di Gereja yang anda telah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-11 06:48:21
UCAN India Books Online