UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

PBB serukan jaga keharmonisan antaragama

18/02/2013

PBB serukan jaga keharmonisan antaragama thumbnail

 

Presiden Sidang Majelis Umum PBB (UNGA) Vuk Jeremic, belum lama ini, memperingati Pekan Keharmonisan Antar-Kepercayaan Dunia dengan menyeru masyarakat internasional agar “membina keharmonisan di kalangan pemeluk agama, sebagai dasar untuk menegakkan budaya perdamaian global”.

“Dunia kita masih diwarnai oleh terlalu banyak bentrokan, sikap tidak toleran, dan terulangnya perang,” kata Jeremic saat ia memberi sambutan dalam acara khusus, yang diberi judul “United for Culture of Peace through Interfaith Harmony“, untuk memperingati pekan tersebut.

Ia menyatakan pemeluk kepercayaan mesti secara tulus memusatkan perhatian pada inti ajaran etika yang mereka pegang bersama, membina keharmonisan antarkepercayaan dengan tujuan membina budaya perdamaian global.

“Marilah kita saling mengulurkan tangan, dengan landasan yang sama, dan setulusnya berusaha untuk mengobati luka akibat berabad-abad konflik antarpemeluk agama yang berbeda,” ia menambahkan sebagaimana dikutip Xinhua, yang dilansir Antara di Jakarta, belum lama ini.

“PBB dapat memperoleh manfaat sangat besar dari terus terlibat dengan para pemimpin agama dari seluruh dunia, yang menelusuri jalur perdamaian,” kata Presiden UNGA tersebut.

Ia secara khusus menyoroti Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan PBB (UNESCO) serta Sidang Majelis Umum PBB sebagai faktor penting dalam “mengakui pentingnya memperkokoh kemitraan dengan kelompok agama kecil yang berlandaskan agama” dan “bergerak menuju diatasinya pergolakan serta kebencian atas nama agama”.

Semua lembaga PBB tersebut dan yang lain “memajukan upaya bagi badan ini untuk benar-benar menjadi Lembaga Perdamaian” dengan saling mengulurkan tangan dan ikut dalam menciptakan “landasan yang sama”. Dengan demikian, “upaya sesungguhnya untuk mengobati luka berabad-abad konflik antara pemeluk agama yang berbeda” dapat dimulai, katanya.

Pada Oktober 2010, Sidang Majelis Umum PBB mensahkan Resolusi 65/5, yang menciptakan pekan pertama pada Februari sebagai pekan tahun Keharmonisan Antaragama Dunia.

Resolusi itu “mendorong semua negara untuk mendukung, dengan dasar sukarela, penyebaran pesan i’tikad baik dan keharmonisan antaragama”, katanya.

Selain itu, tanggal pertama-ketujuh bulan Februari “dilandasi oleh cinta Tuhan dan cinta tetangga …, masing-masing sesuai dengan keyakinan dan tradisi agama mereka sendiri”, katanya.

Menurut jejaring Pekan Keharmonisan Antaragama, pekan ini didirikan oleh gerakan pelopor “gagasan Dunia Bersama”, yang dibentuk tahun 2007.

Kesepakatan enam tahun tersebut menyeru para pemimpin Muslim dan Kristen agar “terlibat dalam dialog dengan dasar ajaran dasar bersama kedua agama”, kata jejaring itu.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Orangtua Rohingya di kamp pengungsian cemas terkait berita anak-anak mereka yang hilang
  2. Ratusan mahasiswa tolak transmigrasi di Kalimantan
  3. Daniel Mananta dan Sandra Dewi ikut peresmian kapel yang mereka bangun di Flores
  4. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  5. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  6. 65 tahun, PGI gelar ibadah syukur
  7. Uskup Agung Samarinda ajak umat Katolik untuk terus memberikan kontribusi
  8. Klerus AS desak sinode mendatang keluarkan pernyataan yang jelas dan tegas terkait ajaran Gereja
  9. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  10. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  1. Relikwi St. Yohanes XXIII dan Relikwi St. Yohanes Paulus II berkunjung ke Thailand
  2. Daniel Mananta dan Sandra Dewi ikut peresmian kapel yang mereka bangun di Flores
  3. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  4. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  5. Orangtua Rohingya di kamp pengungsian cemas terkait berita anak-anak mereka yang hilang
  6. 65 tahun, PGI gelar ibadah syukur
  7. Dari pengungsi menjadi pengacara hak asasi: Mengapa kita harus membantu Rohingya
  8. Renungan Hari Raya Pentakosta bersama Pastor Bill Grimm
  9. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  10. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online