Aktivis kecam aksi penodongan polisi terhadap ibu-ibu di Papua

19/02/2013

Aktivis kecam aksi penodongan polisi terhadap ibu-ibu di Papua thumbnail

Marthen Goo

 

National Papuan Solidarity (Napas) hari ini mengatakan mengecam aksi polisi yang melakukan tembakan ke udara dan menodong ibu-ibu dengan senjata laras panjang saat ingin membekuk penjual toto gelap (togel) di Pasar Pedagang Asli Papua, Jayapura, Minggu (17/2/2013).

Marthen Goo, Kordinator Napas mengatakan, tindakan tersebut memicu makin bertumbuhnya kebencian dan trauma masyarakat Papua terhadap aparat keamanan.

“Orang Papua sangat menghargai kaum perempuan, apalagi ibu-ibu. Tindakan polisi tidak dapat diterima. Ini hanya menyuburkan sakit hati orang Papua terhadap aparat yang terus saja represif”, kata Goo dari Jayapura saat dihubungi ucanews.com via telepon seluler, Selasa (19/2).

Marthen menjelaskan, ibu-ibu yang tidak menerima tindakan aparat tersebut, melakukan aksi unjuk rasa pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIT di Kota Jayapura.

Seorang ibu berinisial M yang menolak disebutkan namanya, mengatakan kesal dengan tindakan polisi tersebut. “Kami ini bukan penjahat atau pencuri yang ditodong. Kami ini penjual sayur dan lain-lain. Maksudnya apa dengan menodong kami. Kalau mau tangkap pemilik togel, tangkap saja mereka, bukan dengan menembak ke udara dan menodong kami,” katanya, seperti dilansir oleh Napas dalam situs resmi mereka.

“Kami hanya minta polisi yang tembak dan todong kami harus bertanggungjawab”, tambahnya.

Menurut seorang pembeli togel berinisial R/W, polisi selalu datang meminta jatah dan biasanya pemilik togel memberikan uang setoran pada polisi, sehingga, kata dia, hubungan antara penjual dan polisi aman-aman.

“Tapi ko, kenapa tibah-tiba polisi menangkap dan mengeluarkan tembakan serta menodong mama-mama Papua? Ini lucu. Mereka selalu dibayar oleh penjual togel ko datang bikin kacau. Ini tidak benar!”, katanya.

Sementara itu, Goo dan Robert Jitmau, Koordinator Solidaritas Pedagang Asli Papua (Sopal) yang mendatangi Polresta Jayapura, pada Minggu malam mengatakan, polisi mengaku melakukan penembakan karena dilempari botol, kayu dan lain-lain.

“Mungkin kami bisa dilempari ikan yang dijual mama-mama juga. Terkait ada polisi yang dibayar oleh pemilik togel, itu polisi dari mana? Bagus kalau tahu nama-nama mereka.” kata seorang polisi sebagaimana ditirukan oleh Goo.

Namun, Goo mengkritisi pernyataan polisi tersebut. “Tuduhan bahwa ibu-ibu melempar dengan botol dan lain-lain, tidak terbukti. Kami mengecek di lokasi, sama sekali tidak ada botol dan kayu. Itu hanya pembenaran dari pihak kepolisian”, katanya.

“Kalau itu kasus togel, semestinya polisi hanya menangkap penjual togel, bukan menodong ibu-ibu Papua dan mengeluarkan tembakan”, katanya.

Ia pun menyatakan dukungan bila aparat melakukan penertiban togel di Papua karena hal itu melahirkan persoalan sosial.

“Tapi, polisi harus tahu diri, mesti menyelidiki anggota mereka yang selama ini mengambil untung dari judi togel di sana”, katanya.

Ryan Dagur, Jakarta

 

One Comment on "Aktivis kecam aksi penodongan polisi terhadap ibu-ibu di Papua"

  1. donotchangemyname on Wed, 20th Feb 2013 7:14 am 

    Untuk itu saja sudah menodong dengan senapan?? Ibu ibu Papua itu mungkin tidak memakai BH? Tidak perlu polisi, sebab polisi takut sama ibu ibu …




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  2. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  3. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  4. Banyak tantangan menanti Presiden Timor-Leste yang baru
  5. Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan
  6. Penyandang disabilitas meminta Jokowi membentuk komisi khusus
  7. Selamat! Laos mendapat kardinal untuk pertama kali
  8. Di balik tambang dan minyak Kayu Putih di Pulau Buru
  9. Polisi Vietnam pukul demonstran, tangkap aktivis Katolik
  10. Uskup Agung Semarang yang baru berjanji mempromosikan toleransi
  1. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  2. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  3. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  4. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  5. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  6. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  7. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  8. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  9. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
  10. Mohon diperjuangkan agar bimas katolik dapat mengangkat kembali guru agama Katol...
    Said Rudi M on 2017-05-13 22:00:07
UCAN India Books Online