UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Banjir dan longsor di Sulawesi Utara menewaskan 17 orang

19/02/2013

Banjir dan longsor di Sulawesi Utara menewaskan 17 orang thumbnail

(Foto: kompas)

 

Hujan deras sejak Sabtu (16/2) yang menyebabkan bencana banjir dan longsor di Kota Manado dan Kabupaten Sitoru,  Sulawesi Utara menyebabakan 17 orang  tewas dan 1.500 orang mengungsi, demikian laporan resmi pemerintah, Minggu (17/2).

Menurut keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Manado terdapat 14 koban, di mana 13 meninggal akibat longsor dan 1 hanyut karena banjir.

“Proses evakuasi masih terus dilakukan tim gabungan. Beberapa korban sudah berhasil diidentifikasi. Yang lain masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI Kepolisian,” ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB dalam siaran pers, Minggu (17/2), sebagaimana dilansir Metrotvnews.com.

Data BNPB menunjukkan, dari 14 korban tersebut, ada 4 anak di bawah umur, yakni Jumair Pulumodajo (10 tahun) yang ditemukan di Kelurahan Paal IV,  Ribka Gosal (9 tahun) dan Gracia Gosal (3 tahun) yang ditemukan di Kelurahan Tingkulu Ling VIII serta Ridel Lintonga (5 tahun) yang ditemukan di Kelurahan Singkil Ling V.

Sementara itu, longsor yang juga terjadi di Kabupaten Sitaro Utara, pada Minggu (17/2), menurut laporan BPBD Sitaro, menyebabkan korban meninggal 3 orang. Saat ini masih dilakukan pengecekan, tapi terkendala jalan putus akibat longsor.

Jeanette Mandagi dari Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Manado mengatakan kepada ucanews.com kemarin bahwa tim dari komisi itu telah mengunjungi daerah bencana tersebut pada hari Minggu.

“Kami sekarang menunggu mereka untuk datang kembali sore ini, dan mereka akan memberi kami informasi tentang apa yang dibutuhkan oleh para korban,” katanya.

“Kami memilih untuk tidak mendistribusikan bahan-bahan yang sama seperti yang disalurkan oleh pemerintah daerah, LSM dan individu,” tambahnya.

Komisi itu akan berkoordinasi dengan Vikep Manado untuk menyalurkan bantuan tersebut.

Edo Rahman, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Cabang Provinsi Sulawesi Utara (Walhi Sulut) mengatakan, bencana yang terjadi, selain dipicu oleh hujan deras, juga karena kerusakan lingkungan di Propinsi Sulut.

“Illegal logging masih menjadi persoalan serius di Sulawesi Utara. Ini membuat daerah resapan air makin berkurang”, katanya kepada ucanews.com via telepon, Senin (18/2).

Menurut Rahman, selain illegal logging, persoalan lain adalah alaih fungsi hutan untuk pembukaan lahan pertanian oleh masyarakat, serta lahan perkebunan oleh para investor.

“Menurut pemantaun Walhi, saat ini ada 97 titik rawan bencana di Sulawesi Utara. Umumnya itu daerah-daerah yang hutannya sudah dibabat habis. Kami memprediksikan, ke depan, bila pemerintah tidak segera mengambil langkah antisipasi bencana dan penyelamatan hutan, maka bencana bakal terjadi setiap tahun. Kondisi ini amat berbeda dari sekitar 10 tahun lalu, ketika hutan masih terjaga”, tegasnya.

Ryan Dagur, Jakarta

Berita terkait: Flash floods kill 17 and leave many stranded

  • donotchangemyname

    Bencana sering datang tanpa peringatan dari pemerintah, Kita prihatin kalau sudah terjadi, tapi ada baiknya kita siap2 dahulu dalam antisipasi bencana, per rt, rw, lingkungan dan wilayah.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Analis: Indonesia perlu strategi baru untuk membendung ekstremisme Islam
  2. Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal
  3. Demi Gereja di Tiongkok, Paus Fransiskus tolak bertemu Dalai Lama
  4. Mengapa Paus Fransiskus hindari pertemuan dengan Dalai Lama
  5. Jaga gereja, anggota Banser Bondowoso dibekali tenaga dalam
  6. Vatikan: Paus Fransiskus akan angkat kardinal baru pada Februari
  7. Halau radikalisme, Ulil harap umat Muslim tafsirkan Alquran lebih inklusif
  8. Uskup Papua Nugini kecam perburuan terhadap para penyihir untuk dibunuh
  9. Gereja Katolik buka posko bantuan untuk para korban longsor Banjarnegara
  10. PGI: Sebelum hadiri Natal di Papua, Jokowi harus tunjukkan sikap tegas atas tragedi Paniai
  1. Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal
  2. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus berperan penting dalam pemulihan hubungan AS-Kuba
  4. Polisi siaga terkait ancaman demonstran anti penggunaan antribut Natal
  5. Menag: Jangan jelek-jelekkan agama lain
  6. Analis: Indonesia perlu strategi baru untuk membendung ekstremisme Islam
  7. Kelompok HAM minta keringanan jelang eksekusi lima terpidana mati
  8. Gereja Katolik di Pakistan mengecam serangan di sekolah
  9. Gereja Katolik Korea Selatan berupaya menjadi jembatan demi pemulihan hubungan dengan Utara
  10. Pemberontak komunis Filipina umumkan gencatan senjata selama kunjungan Paus
  1. Ada mafianya tuh makanya BA gak berani cabut segelnya......
    Said kepuh on 2014-12-15 07:49:00
  2. sayangnya... Pak Hasyim tidak bisa menaham segelintir Umatnya yang nakal dan mas...
    Said Maman Sutarman on 2014-12-02 08:23:00
  3. Lagi lagi membenarkan diri? Tidak mewakili Malaysia secara keseluruhan? Pemerint...
    Said on 2014-12-02 08:10:00
  4. "Tidak dibenarkan" bukan DILARANG. Karena tidak dilarang, terjadi penutupan ger...
    Said on 2014-12-02 08:05:00
  5. Kalau boleh saran, berilah pakaian kepada yang telanjang, pakaian pantas untuk m...
    Said on 2014-12-01 07:02:00
  6. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  7. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  8. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  9. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  10. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
UCAN India Books Online