UCAN Indonesia Catholic Church News
ENRICH YOUR SPIRITUAL LIFE

Para biarawati berharap Paus baru memahami “umat biasa”

19/02/2013

Para biarawati berharap Paus baru memahami “umat biasa” thumbnail

 

Florence Deacon menginginkan Paus baru “memiliki pengalaman hidup dengan orang-orang biasa, seseorang yang memahami kesulitan bagaimana menghidupkan Injil.”

Margaret Farley ingin melihat kepemimpinan Gereja “ditandai dengan kasih karunia yang mendengarkan dan menghargai.”

Deacon dan Farley bukan hanya perempuan Katolik, tapi mereka juga adalah biarawati.

Kedua suster asal Amerika Serikat (AS) itu telah menghadapi tantangan dari Paus Benediktus XVI.

Suster Florence adalah ketua Konferensi Kepemimpinan Religius Wanita (LCWR, Leadership Conference of Women Religious ), yang terus diselidiki oleh Vatikan terkait ajaran yang inkonsistensi, termasuk “feminisme radikal.”

Suster Margaret adalah seorang profesor emerita di Yale, AS. Bukunya, yang diterbitkan tahun 2010 berjudul “Just Love,” dikecam oleh Kongregasi Ajaran Iman Vatikan karena “bertentangan langsung dengan ajaran Katolik tentang moralitas seksual.”

Tidak heran kedua biarawati itu, yang telah mengabdikan hidup mereka untuk Tuhan, berharap agar Paus baru hendaknya menyesuaikan diri dengan jaman baru termasuk keanekaragaman, mendengarkan, menghormati, dan memahami.

Konsili Vatikan II berakhir dengan seruan yang luar biasa terkait keterlibatan perempuan dalam kehidupan menggereja.

“Saatnya sudah tiba,” dengan membaca dokumen Konsili Vatikan II, “di mana perempuan di dunia memiliki pengaruh dan kekuatan, namun hingga kini hal itu tidak pernah tercapai. Itulah sebabnya, saat ini. . . wanita dijiwai dengan semangat Injil dapat melakukan banyak hal untuk membantu umat manusia agar tidak jatuh.”

Jumlah organisasi religius di Barat telah menurun drastis.

Suster Florence mengatakan bahwa meskipun LCWR memiliki sekitar 50.000 suster AS, LCWR tidak melakukan audiensi rutin dengan Paus.

Dia mengakui bahwa tak seorang pun dalam kepemimpinan Gereja AS yang pernah meminta pendapatnya terkait masalah yang dihadapi negara mereka, termasuk mandat kontrasepsi terkait rencana kesehatan Presiden Obama atau penggunaan kondom untuk mencegah penyebaran AIDS.

Sumber: US nuns hope new pope will understand “ordinary folks”

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup tanggapi polemik kehadiran mereka dalam Misa pernikahan di Jakarta
  2. Beijing memperketat kontrol pada agama
  3. Para anggota parlemen Kristen berharap Suu Kyi menjadi presiden
  4. Paus sampaikan belasungkawa kepada para korban gempa di Taiwan
  5. Umat Katolik Tionghoa diajak untuk hidup sederhana dan peduli sesama
  6. Ancaman penggusuran dan penangkapan menghantui para pekerja teh
  7. Surat Gembala Prapaskah KAJ 2016: “KERAHIMAN ALLAH MEMERDEKAKAN”
  8. Renungan Minggu Biasa V/C bersama Pastor Bill Grimm
  9. Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia akan perteguh NKRI
  10. Suku India di desa terpencil berjuang untuk fasilitas dasar
  1. Semoga segala berjalan baik tanpa halangan apapun......
    Said donotchangemyname on 2016-02-02 09:22:00
  2. Salam. Saya menyebarkan tulisan saya tentang penghapusan hukuman mati. Kita bang...
    Said anton bele on 2016-01-27 19:45:00
  3. Susah kalau alam tidak bersahabat.. Andaikan bisa menemukan beberapa sumber air ...
    Said donotchangemyname on 2016-01-22 14:35:00
  4. Mungkin Taliban tidak suka ada orang2 yang pandai.. agar merekalah menang antara...
    Said donotchangemyname on 2016-01-21 09:37:00
  5. Pasang petisi online saja di change.org atau kalau keluarga ybs punya teman medi...
    Said Lukas Lumbantobing on 2016-01-20 06:14:00
  6. Tindakan seperti inilah yang menjadi alasan saya tetap mendukung hukuman mati...
    Said Lukas Lumbantobing on 2016-01-20 06:11:00
  7. Semoga Misa di mall tdk terjadi di Indonesia. Ini bentuk sinkretisme dan peleceh...
    Said Tarcisius on 2016-01-16 07:59:00
  8. Dalang dan akar2nya yang tidak kelihatan.....
    Said donotchangemyname on 2016-01-16 07:59:00
  9. Apa boleh buat, bapak Kardinal sudah mengizinkan... Zaman boleh berubah, saya te...
    Said donotchangemyname on 2016-01-15 10:57:00
  10. Setidaknya artikel ini sedikit lebih objektif. Gafatar tidak seperti apa yg dibe...
    Said Dae Buton on 2016-01-15 00:05:00
UCAN India Books Online