UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Utusan PBB kecam pelanggaran HAM di Kachin

19/02/2013

Utusan PBB kecam pelanggaran HAM di Kachin thumbnail

 

Pelanggaran HAM berat masih berlangsung di Negara Bagian Kachin di bagian utara Myanmar, yang bergolak, demikian ungkap seorang utusan HAM PBB ke negara tersebut selama akhir pekan.

Dengan mengungkapkan kekhawatiran tentang pertempuran sengit baru-baru ini di antara pasukan pemerintah dan pasukan Kachin Independence Army (KIA), Tomas Ojea Quintana menyalahkan pelanggaran itu akibat kehadiran militer besar-besaran di sana. Dia menjelaskan situasi itu sebagai di luar jangkauan mekanisme akuntabilitas.

“Saya merasa prihatin dengan praktek yang sedang berlangsung termasuk penangkapan sewenang-wenang dan penyiksaan selama interogasi oleh militer terhadap pria Kachin yang dituduh terkait dengan Kachin Independence Army,” kata Quintana kepada wartawan saat konferensi pers di Bandara Internasional Yangon pada belum lama ini.

Saat ini, perdamaian sangat rapuh di Negara Bagian Kachin menyusul kedua pihak sepakat untuk mengurangi pertempuran yang meningkat dengan mengadakan pembicaraan damai yang dimediasi Cina pada 4 Februari, di Ruili, kota yang berbatasan dengan Cina.

Saat ini serangan pasukan pemerintah, yang dimulai sejak Desember tahun lalu,  menarget di dan sekitar Laiza dengan menggunakan pesawat jet dan helikopter.

Selama kunjungan lima hari ke Myanmar, Quintana meminta baik pemerintah maupun KIA untuk memasukkan organisasi berbasis masyarakat dalam diskusi ke depan tentang konsekuensi konflik yang sedang berlangsung.

Dia lebih jauh mendesak pemerintah mempercepat proses bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi di daerah konflik.

Kemarin, pihak berwenang Myanmar mengizinkan konvoi kemanusiaan PBB ke Hpakant, kawasan pertambangan di mana pertempuran sengit terjadi baru-baru ini, kata koordinator kemanusiaan PBB dalam siaran pers.

PBB memperkirakan bahwa lebih dari 80.000 orang telah mengungsi di seluruh Kachin dan Negara Bagian Shan sejak awal Juni 2011.

Menurut para pejabat pemerintah dan para pemberontak, pertempuran itu telah menurun menyusul perundingan di Cina.

“Belum ada pertempuran lebih mematikan, meskipun ada konfrontasi di beberapa kota-kota di negara bagian Kachin,” kata juru bicara KIA La Nan.

Meskipun, pertempuran telah mereda, juru bicara majelis rendah Myanmar Thura Shwe Mann mengatakan pekan lalu bahwa pemilu di kota-kota Mogaung dan Hpakant yang ditunda tahun lalu akan ditunda lagi.

Dalam upaya mempercepat proses perdamaian, sebuah komite perdamaian yang dipimpin pemerintah Myanmar akan bertemu dengan beberapa kelompok etnis bersenjata, termasuk pejabat KIA, pada Rabu di Chaing Mai, Thailand.

Dalam pidato pada 12 Februari menandai peringatan Hari Persatuan negara itu, pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi menawarkan untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai pemerintah-KIA ke depan.

Namun, KIA menolak tawarannya, dengan mengatakan hal itu akan menjadi “perdebatan” bagi para anggota parlemen untuk membantu menengahi situasi tersebut.

Sumber: UN envoy condemns Kachin rights abuses

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Lomba lukisan tentang iman Katolik untuk menemukan seniman muda
  2. Kapel Sistina dipasang dengan sistem pencahayaan baru untuk melestarikan lukisan
  3. Tuntaskan Konflik Papua
  4. Kardinal Tagle: Jadwal Paus akan padat selama kunjungan ke Filipina
  5. Adrianus Meliala: Tidak murah menegakkan hukum di daerah konflik
  6. Menteri perempuan pertama dari Papua berjanji akan angkat martabat perempuan
  7. Menteri perempuan pertama dari Papua berjanji akan angkat martabat perempuan
  8. Pembunuh biarawati: Pengampunan keluarga memberikan 'kehidupan baru' bagi dia
  9. Umat Katolik protes terkait perampasan lahan Gereja oleh pemerintah
  10. Diskriminasi Ras vs Sumpah Pemuda
  1. Paus Fransiskus: Jangan menjadi orang Kristen kalau berperilaku buruk
  2. Anarkisme umat Islam akibat salah menafsirkan Alquran
  3. Adrianus Meliala: Tidak murah menegakkan hukum di daerah konflik
  4. Kardinal Tagle: Jadwal Paus akan padat selama kunjungan ke Filipina
  5. Tuntaskan Konflik Papua
  6. Kapel Sistina dipasang dengan sistem pencahayaan baru untuk melestarikan lukisan
  7. Sejumlah agamawan Indonesia ikuti dialog lintas agama di Polandia dan Slowakia
  8. Paus desak para aktivis berjuang melawan ‘penyebab kemiskinan struktural’
  9. Kemenag siapkan RUU Perlindungan Umat Beragama
  10. Ketulusan Jokowi menjadi obat pengungsi Sinabung
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online