UCAN Indonesia Catholic Church News
SEASON

Indonesia jadi tuan rumah Konferensi Muslim-Kristen Asia

20/02/2013

Indonesia jadi tuan rumah Konferensi Muslim-Kristen Asia thumbnail

Hasyim Muzadi

 

Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Pemimpin Agama Muslim-Kristen Asia di Jakarta mulai 26 Februari hingga 1 Maret 2013.

Konferensi bertema “Bringing A Common Word to Common Action for Justice” tersebut digelar oleh International Conference of Islamic Scholars (ICIS) bekerja sama dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), serta didukung oleh Federation of Asian Bishop Conference (FABC) dan Christian Conference of Asia (CCA).

“Forum ini diharapkan dapat meningkatkan relasi personal para tokoh Muslim dan Kristen sehingga masing-masing dapat terbuka melakukan aksi-aksi bersama untuk menuntaskan persoalan keadilan dan konflik ekonomi sosial,” kata Sekjen ICIS Hasyim Muzadi di Jakarta, Selasa, seperti dilansir kompas.com.

Menurut Hasyim, konferensi pemimpin agama Muslim-Kristen Asia juga akan dimanfaatkan untuk menjelaskan secara proporsional tentang toleransi beragama di Indonesia, mengingat masih ada pihak yang menganggap Indonesia intoleran.

“Memang ada kasus intoleran, tapi bukan pemikiran intoleran. Ini akan kami jelaskan,” kata Hasyim.

Menurut Hasyim, pemicu berbagai kasus intoleran di Indonesia bukan fanatisme agama, melainkan faktor-faktor lain, seperti faktor sosial, politik, dan ekonomi.

Pendapat senada dikemukakan oleh Sekretaris Umum PGI Pendeta Gomar Gultom. Ia menyebut Indonesia punya pengalaman toleransi yang bisa ditularkan ke negara lain.

Menurut Pendeta Gomar, agama, dalam banyak kasus justru dipakai sebagai selubung dari kepentingan tertentu yang rawan konflik, di antaranya adalah kepentingan politik dalam pemilihan kepala daerah.

Pada bagian lain, Pendeta Gomar mengatakan bahwa konferensi pemimpin agama Asia juga akan diarahkan untuk merumuskan peran agama dalam penanggulangan korupsi, perdagangan manusia, dan persoalan lingkungan.

Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan KWI Romo Antonius Benny Susetyo berharap konferensi pemimpin agama tersebut melahirkan deklarasi yang mendorong terbangunnya persatuan dan peradaban Asia.

“Diharapkan muncul deklarasi semacam Konferensi Asia-Afrika yang dimulai dari pemimpin agama tentang bagaimana keluar dari penjajahan baru, kapitalisme baru, dan harapan baru bagi peradaban Asia,” katanya.

Ketua Panitia Konferensi Nashihin Hasan menyebutkan bahwa konferensi akan diikuti 150 peserta dari 15 negara dan dibuka oleh Menteri Agama Suryadharma Ali.

Akan tampil sebagai pembicara kunci, yakni pemikir Islam dari India Ali Asghar Engineer. Sejumlah pembicara lainnya, antara lain, Arbishop Ferdinand Capalla (Filipina), Arbishop Felix Macado (Hong Kong), Hasyim Muzadi, Din Syamsuddin, Komaruddin Hidayat, Azyumardi Azra.

Mantan Wapres RI Jusuf Kalla juga dijadwalkan menyajikan pengalamannya dalam resolusi konflik di berbagai kawasan, dalam konferensi tersebut.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Meskipun kendala, delegasi OMK Tiongkok berusaha hadiri WYD
  2. Renungan Hari Minggu Biasa XVII/C bersama Pastor Bill Grimm
  3. Gereja Katolik Korea menentang sistem pertahanan rudal
  4. Media dapat tekanan terkait laporan hubungan Tiongkok-Vatikan
  5. Doa lintas agama diselenggarakan pada ‘Hari Martir’ di Myanmar
  6. Gereja, kelompok HAM salahkan Duterte terkait peningkatan pembunuhan
  7. Komnas HAM minta pemerintah respons putusan IPT soal kasus 1965
  8. Menangani Pelanggaran HAM di Papua
  9. OMK Filipina berjuang demi menghadiri WYD 2016 di Polandia
  10. Pejabat Salesian meragukan foto imam yang diculik di Yaman
  1. Hanya Mao Ze Dong yang mereka idolakan... tidak ada yang lebih baik... Buat kita...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-15 10:18:37
  2. Motornya jenis matic, pengendaranya jenis apa ya?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-08 09:37:42
  3. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  4. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
  5. Ini baru bisa mengatakan selamat berbuka puasa, karena tidak ada yang mengusik.....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-15 12:22:52
  6. Membuat UU tidak bisa baik karena niatnya sudah tidak adil Legislator bergelar ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-10 09:15:14
  7. Merawat orang sakit jiwa menakutkan dan sangat tidak mudah. Obat2an tentu tidak...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-09 15:19:50
  8. Apa yang terjadi sudah tercatat dalam sejaran Tiongkok kan? Tidak dapat disembu...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-07 13:03:09
  9. Kagum bagi yang "diam diam, kerja banyak" daripada "ramai ramai demo,tak hasilka...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-06 15:15:38
  10. Melihat gundukan sampah di Bantargebang rasanya mau angkat tangan. Jutaan orang ...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-03 20:20:38
UCAN India Books Online