UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Alanda Kariza bawa Misi Perdamaian di Vatikan

21/02/2013

Alanda Kariza bawa Misi Perdamaian di Vatikan thumbnail

 

Alanda Kariza, 22, mewakili Indonesia membawa misi perdamaian dalam acara Pleno Majelis, Dewan Kepausan untuk Kebudayaan (Pontifical Council for Culture) di Vatikan dengan tema “Emerging Youth Cultures”.

“Saya diminta untuk menjadi salah satu panelis di round table discussion “The Faith in Youth”,” ujar Alanda yang pernah menjadi wakil Indonesia di ajang Global Changemakers di Inggris kepada Antara London, belum lama ini.

Alanda yang mendirikan yayasan nonprofit “The Cure for Tomorrow”, diusianya 15 tahun dalam Plenary Assembly, Pontifical Council for Culture berbicara tentang, “The Faith in Youth: Needs, potentialities, interests”.

Alanda yang memprakarsai Indonesian Youth Conference mengatakan dalam acara yang dihadiri para kardinal dan uskup dari berbagai negara, terutama yang tergabung di Pontifical Council for Culture juga hadir Dutabesar RI untuk Vatikan Budiarman Bahar.

Alanda mengakui selama berada di Vatikan dan Roma merasa senang karena respons dari yang hadir sangat positif, walau tema yang diangkat agak sensitif, terutama untuk disampaikan di Vatikan.

“Perasaan saya sangat senang sekali, dan aku juga menjadi panelis dan mungkin pengunjung atau peserta termuda serta salah satu dari sedikit peserta yang tidak beragama Katolik,” ujar Alanda yang menulis cerita pendek atau antologi Vice Versa.

Alanda mengatakan, dalam acara yang dipimpin Giofranco Kardinal Ravasi, juga sempet melakukan audiensi dengan Sri Paus, sebelum sang Paus memutuskan mengundurkan diri.

Alanda yang mengawali pidatonya dengan mengucapkan “Assalamualaikum,” May Peace be upon us all, menyampaikan penghargaan mendapat kesempatan untuk berbicara dalam Sidang Pleno.

“Saya senang untuk berbagi perspektif saya sebagai individu dan sebagai orang muda yang datang dari negara demokratis dan berkembang, yang juga rumah bagi penduduk Muslim terbesar di dunia,” ujar penulis novel “Dream Catcher”.

Dalam kesempatan itu Alanda menceritakan tentang mimpinya yang setiap saat menyaksikan kontes kecantikan setidaknya satu kontestan akan mengatakan bahwa “Perdamaian Dunia”, yang sebagian orang mengatakan mimpi tersebut mustahil dicapai.

Sebaliknya, dia percaya tidak ada mimpi yang tak dapat dicapai. Alanda mengakui bahwa dirinya mempunyai mimpi hidup harmonis, side-by-side dengan orang-orang yang memiliki keyakinan agama yang berbeda dan perspektif dari berbagai belahan dunia.

Dalam pidato Alanda juga menyampaikan bukan pertama kalinya dirinya memiliki mimpi yang terlalu besar yang kedengarannya mustahil.

Tiga tahun yang lalu, dia bermimpi mengorganisasi konferensi pemuda nasional untuk menjadi platform untuk pemuda Indonesia untuk berbicara.

“Aku bermimpi mengorganisasi sebuah forum yang anggotanya berasal dari etnis yang berbeda, latar belakang agama, atau orientasi seksual, akan dapat bertemu dan bertukar ide-ide untuk memecahkan masalah yang dihadapi Indonesia pada saat itu,” ujarnya.

Menurut Alanda, Indonesia memiliki lebih dari 60 juta orang muda berusia antara 15 tahun sampai 30 tahun yang jumlah kira-kira sama dengan penduduk Italia.

“Menyadari fakta bahwa pemuda adalah kekuatan perubahan, saya menganggapnya sebagai tantangan untuk memastikan bahwa perubahan didorong oleh orang-orang muda akan memiliki dampak positif terhadap masyarakat,” ujarnya.

Dalam akhir pidatonya Alanda menyampaikan bahwa dirinya percaya Gereja Katolik Roma, serta lembaga keagamaan lainnya memiliki kekuatan besar untuk mengatur inisiatif komprehensif kerja sama antaragama.

Memiliki suatu organisasi sebagai besar dan sama berpengaruhnya dengan Gereja Katolik mendukung inisiatif tersebut akan membawa dampak yang luar biasa terhadap masyarakat, membuat orang-orang mulai mengorganisasi dialog antarpemeluk agama yang berbeda.

“Jelas, belum pernah ada masalah tentang agama atau agama itu sendiri. Itu hanya tentang belum memahami satu sama lain. Dan, saya berani mengatakan bahwa setelah pengabdian kita kepada Allah dengan ikhlas maka mengasihi sesama kita sama seperti diri kita sendiri,” katanya.

 

  • http://profile.yahoo.com/OSRAFQCPR2E26NI2FECGFPSSXI ALEXANDRE

    sebarkanlah benih cinta kasih ke seluruh dunia :-)

  • Yulius Siantar Man

    belum semua orang mengerti arti kata “sosial” dan penghormatan kepada martabat pribadi manusia sehingga, pidato, puisi, cerpen yng membuat kita terharu biru pun kadang tak ada gunanya kalau di dunia nyata pendidikan akan martabat dan moral manusia tidak disalurkan.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Paus Fransiskus akan merayakan Misa pernikahan untuk 20 pasangan
  2. 15 tahun setelah perang, kini Timor-Leste harus siap menghadapi ancaman baru
  3. Pembongkaran gereja di Cina terus berlanjut
  4. Orang Asia masih mengenang dampak kunjungan Paus Fransiskus
  5. Serikat Guru: Kurikulum 2013 itu celaka 13
  6. Dalam 6 bulan, 2.677 istri di Malang gugat cerai suami
  7. Setelah SBY dinilai gagal pelihara kebebasan beragama, kini harapan ada pada Jokowi
  8. Seorang katekis khusus lansia menuai hasil berkat pelayanannya
  9. Fransiskan menandai 75 tahun misi di Pakistan
  10. Tiga usulan SETARA untuk Jokowi-JK dalam penyelesaian HAM
  1. Paus Fransiskus akan merayakan Misa pernikahan untuk 20 pasangan
  2. Tiga uskup auksilier Hong Kong ditahbiskan kemarin
  3. Forum UNAOC Bali tegaskan persatuan dalam keberagaman
  4. Menag berharap wartawan nasrani ikut sosialisasi moderasi agama
  5. Komunitas Kristen tuduh kelompok Hindu melakukan konversi paksa
  6. Pimpin ibadah di depan Istana, pendeta baca puisi untuk Jokowi
  7. Argumen “Pro Life” dan “Pro Choice”
  8. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  9. Paus Fransiskus: Berperilaku buruk adalah manusiawi, tetapi bukan Kristen
  10. Orang Kristen mulai bergabung melawan ISIS
  1. Tiada orang dari golongan apapun yang dilupakannya...Motto untuk Asian Youth Day...
    Said on 2014-07-27 11:04:00
  2. Sebelum pengikut muhammad menyebut "allah", kristen arab sudah menggunakan kata ...
    Said umat on 2014-07-26 06:05:00
  3. sembuhkan!...
    Said tuhan on 2014-07-25 02:51:00
  4. Semestinya bisa dihindarkan. Mengapa suster membiarkan anak itu tinggal sendiri...
    Said on 2014-07-22 07:06:00
  5. Penderitaan mereka mengapa tak kunjung berakhir.. Sudah sampai urgensi, sebaikny...
    Said on 2014-07-22 07:01:00
  6. Jelas kalau Jokowi mempunyai pandangan dan niat yang sama (dengan bapak Uskup). ...
    Said on 2014-07-22 06:54:00
  7. Semakin banyak larangan... mau mempersempit hidup orang yang hanya mau berdoa. ...
    Said on 2014-07-20 08:25:00
  8. Selamat menjalankan tugas baru Mgr...
    Said Adonia Sihotang on 2014-07-19 23:27:00
  9. Sudah terlalu sering terdengar protes atas pernyataan yang menyudutkan islam seb...
    Said pluralis on 2014-07-18 04:28:00
  10. Paus Emeritus Benediktus baru tahun lalu diganti oleh Paus Fransiskus. Beliau t...
    Said on 2014-07-16 08:11:00
UCAN India Books Online