UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Petisi komunitas Kristiani kepada PBB terkait kejahatan perang

21/02/2013

Petisi komunitas Kristiani kepada PBB terkait kejahatan perang thumbnail

 

Para pemimpin dari komunitas Kristiani dari mayoritas Tamil di utara Sri Lanka telah menyerukan kepada Dewan HAM PBB untuk mengadakan penyelidikan internasional yang independen atas dugaan kekejaman yang dilakukan selama perang saudara di negara itu.

Dalam sebuah surat yang dikeluarkan pada Senin dan ditandatangani oleh 133 pastor, pendeta dan biarawati mengatakan pemerintah tidak memiliki kemauan politik untuk menyelidiki kejahatan perang, terutama yang dilakukan oleh kedua pihak selama tahap terakhir dari perang tiga dekade yang berakhir tahun 2009.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan sekitar 40.000 warga sipil tewas di babak akhir perang, namun pemerintah membantah kematian warga sipil dan mengeksekusi para tahanan.

Dalam surat tersebut para klerus Kristen juga mengatakan bahwa mereka telah menyaksikan pemerintah telah melakukan pembodohan yang terus menerus dan pelanggaran rekomendasi yang ditetapkan oleh Lessons Learnt and Reconciliation Commission.

Petisi ini berkaitan dengan solusi politik tentang konflik etnis, pembebasan tahanan politik dan pengangkatan seorang komisaris untuk meninjau penghilangan dan reparasi, tulis surat itu.

“Kami yakin bahwa akar penyebab dari masalah ini adalah kurangnya kemauan politik,” kata surat itu, yang mendesak pengangkatan seorang pelapor khusus dengan sebuah mandat yang luas untuk mengatasi pelanggaran masa lalu dan berkelanjutan dan membantu pemerintah dengan inisiatif rekonsiliasi di masa depan .

Pastor S. Anpurasa OMI, salah satu penandatangan, mengatakan tidak ada platform lain membawa masalah ini untuk diperbaiki, selain dari PBB.

“Kepada siapa kita bisa berbicara tentang pelanggaran tersebut? Tidak ada organisasi lokal mengadu terkait isu-isu ini,” kata Pastor Anpurasa.

Imam itu mengatakan, para penandatangan surat itu kemungkinan akan mengalami serangan balasan pemerintah.

“Tahun lalu, mereka yang mengkritik dan menantang pemerintah dengan cara damai termasuk keterlibatan PBB, telah diserang, ditangkap, diancam dan diintimidasi oleh para menteri pemerintah, pejabat dan militer.

Sumber: Christians petition UN for war crime probe

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Usai shalat Jumat, warga Muslim gelar aksi solidaritas untuk umat Katolik
  2. Renungan Hari Minggu Biasa XVIII bersama Pastor Bill Grimm
  3. ‘Makanan cinta’ untuk para pengungsi di Hong Kong
  4. Romo Carolus masuk ke Nusakambangan jelang eksekusi mati
  5. Kardinal Tagle berikan ‘hadiah’ untuk OMK yang menghadiri WYD
  6. Lilin seorang suster untuk Merry Utami yang akan dieksekusi mati
  7. Walikota Parepare resmikan gereja Katolik
  8. Kelompok Gereja berkampanye menentang eksekusi
  9. Karitas India bertemu membahas tantangan pendanaan
  10. Para delegasi OMK untuk WYD didesak berbagi iman dan cinta
  1. Benar kata imam Abdelatif Hmitou, karena jelas didengar dan mudah dimenterti sia...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-30 13:31:58
  2. Lebih sedikit hukuman mati lebih baik,...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-29 10:33:31
  3. Susah untuk diungkapkan. Ini nampaknya noda satu satunya(?)di pemerintahan Jokow...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-28 21:28:59
  4. Semoga berhasil ditiadakan.....
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 19:50:21
  5. Pengawasan dana desa?? Bukannya itu urusan pemerintah?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 17:08:38
  6. Jangan kareta kesalahan satu orang, ratusan orang dikorbankan. Kalau memang yang...
    Said brian on 2016-07-25 11:16:27
  7. Hanya Mao Ze Dong yang mereka idolakan... tidak ada yang lebih baik... Buat kita...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-15 10:18:37
  8. Motornya jenis matic, pengendaranya jenis apa ya?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-08 09:37:42
  9. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  10. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
UCAN India Books Online