
Pemerintah Pakistan belum “banyak menjawab” terkait pembunuhan Shahbaz Bhatti, Menteri Minoritas negara itu, demikian ungkap ketua Asosiasi Kristen Pakistan di Inggris.
“Fakta bahwa para pembunuh belum dibawa ke pengadilan adalah sebuah kesuraman bagi Pakistan,” kata Wilson Chowdhry.
Bhatti, seorang Katolik dan aktivis HAM, ditembak mati di Islamabad, ibukota negara itu pada 2 Maret 2011.
Pembunuhan itu terjadi setelah ia secara terbuka menyuarakan dukungannya kepada Asia Bibi, yang ditajuhi hukuman mati setelah ia dinyatakan bersalah tahun 2010 berdasarkan Undang-Undang (UU) Penghujatan negara itu. Dia adalah wanita pertama yang dihukum mati berdasarkan UU tersebut.
Abid Malik, seorang pria, yang didakwa terkait pembunuhan Bhatti, tetapi dibebaskan Februari lalu. Hakim mengatakan di pengadilan bahwa ia tidak memiliki hubungan dengan organisasi militan.
Chowdhry berbicara dengan Aid to the Church in Need menjelang sebuah acara di London pada 2 Maret untuk memperingati dua tahun pembunuhan Bhatti dan menyerukan pencabutan UU Penghujatan itu.
Dia akan menjadi salah satu pembicara antar-iman dalam acara itu, yang dimulai dengan pelayanan antar-denominasi Kristen di luar Komisi Tinggi Pakistan di Knightsbridge, London.
Sebuah petisi menyerukan pembebasan Asia Bibi dan mengakhiri penganiayaan minoritas. Petisi itu akan diserahkan ke kediaman perdana menteri di Downing Street no. 10.
Acara ini akan berakhir dengan “konser perdamaian” di Trafalgar Square.
Romo Magnis protes terkait penghargaan kepada Presiden SBY
Aktivis lingkungan dipenjara di tengah upaya membela hak petani
Amnesty: Hukuman mati di Indonesia langkah mundur