UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Dialog perlu diutamakan, pasca tewasnya 8 TNI dan 4 warga sipil di Papua

22/02/2013

Dialog perlu diutamakan, pasca tewasnya 8 TNI dan 4 warga sipil di Papua thumbnail

Pastor Yohanes Djonga Pr

 

Menanggapi ketegangan di Papua pasca penembakan 8 TNI dan 4 warga sipil, aktivis HAM mengingatkan aparat untuk tidak melakukan penyisiran di rumah-rumah warga sipil dan mendesak pemerintah untuk mewujudkan dialog terbuka dengan semua pihak di Papua.

Sebagaimana diberitakan, 8 orang TNI tewas ditembak di dua tempat berbeda di Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (21/2), yaitu di pos militer Desa Tingginambut dan di Distrik Sinak. Sementara 4 warga sipil  tewas di Sinak.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menduga kuat, kelompok separatis bertanggung jawab atas penembakan ini.

“Yang pertama di Tingginambut, kemungkinan besar itu Goliath Tabuni yang selalu melakukan kegiatan yang mengganggu aparat Polri dan TNI serta para pekerja investasi di wilayah tersebut. Satunya lagi kelompok Murib,” ujar Djoko dalam konferensi pers di Jakarta, merujuk pada dua pimpinan kelompok Tentara Pembebasan Nasional – Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM), yang dicap sebagai kelompok separatis oleh pemerintah.

Pada hari  Jumat (22/2), pasukan bersenjata pun menembaki sebuah helikopter yang mengevakuasi jenzah TNI. Tiga awak terluka.

Suyanto menginstruksikan seluruh jajaran aparat keamanan, baik Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua dan aparat intelijen agar melakukan pengejaran dan penangkapan untuk mengungkap pelaku dan motif penyerangan.

Kepada ucanews.com, Jumat (22/2), Pastor Yohanes Djonga Pr, aktivis peraih penghargaan HAM Yap Tiam Hien Award 2009 mengingatkan, instruksi melakukan penyisiran melahirkan ketakutan di kalangan warga sipil.

“Mendengar pernyataan seperti itu, warga di sini (Papua) langsung cemas. Berdasarkan pengalaman selama ini, instruksi demikian pasti menjadi alasan bagi aparat untuk menyisir rumah-rumah warga dengan dalih mencari pelaku penembakan”, katanya.

Saat ini, katanya, situasi di Papua mencekam, aparat masih terus berjaga, sementara warga khususnya di pedalaman ketakutan untuk melakukan aktivitas seperti biasa.

Menurut Pastor Djonga, pemerintah keliru mendiagnosa persoalan di Papua, yang berakibat terus bertumbuhnya masalah di sana.

“Penembakan yang terjadi sekarang hanyalah sinyal frustrasi kelompok yang terus merasa tidak didengar. Ada akar persoalan yang mendasari itu semua, yaitu persoalan ketidakadilan, kemiskinan dan juga proses penyelesaian persoalan-persoalan HAM,” katanya.

Ia mengatakan, selama ini persoalan-persoalan itu tidak dijadikan prioritas. Yang dilakukan pemerintah, kata dia, hanya mengerahkan pasukan yang merepresi orang Papua.

“Jangan berharap persoalan selesai, jika pemerintah berasumsi bahwa penembakan ini dan persoalan kekerasan lain hanya gangguan keamanan belaka. Ada persoalan yang mendasari ini semua.  Penembakan bukan pertama kali, ini sudah berkali-kali,” katanya.

Pastor Djonga menegaskan, yang dibutuhkan orang Papua adalah duduk bersama dengan pemerintah dan membahas secara terbuka persoalan yang ada.

“Tapi, sampai sekarang pemerintah masih belum mau. Yang ada perintah kita kejar, kita tangkap, tapi tidak mau menggali mengapa itu terus terjadi”.

Padahal, kata dia, sudah lama gagasan dialog Jakarta-Papua diajukan, namun hingga kini belum direspon. “Roh dari gagasan dialog adalah mendengarkan harapan orang Papua yang sudah 50 tahun lebih mengalami penindasan”, katanya.

“Jika ini dilakukan, saya yakin, OPM yang dianggap sebagai separatis pun mau mencari jalan damai, asal mereka dihargai dan didengar”, tambah pastor yang sudah belasan tahun berkarya di Papua ini.

Ryan Dagur, Jakarta

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. 16 RS ditunjuk sebagai pusat rehabilitasi narkoba
  2. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  3. Orang Asia masih mengenang dampak kunjungan Paus Fransiskus
  4. Serikat Guru: Kurikulum 2013 itu celaka 13
  5. Imam Maryknoll yang berani mengadakan berbagai misi ke Korea Utara
  6. Pembongkaran gereja di Cina terus berlanjut
  7. Setelah SBY dinilai gagal pelihara kebebasan beragama, kini harapan ada pada Jokowi
  8. Presiden SBY meresmikan Situs Pekabaran Injil di Papua Barat
  9. Orang Kristen mulai bergabung melawan ISIS
  10. Dalam 6 bulan, 2.677 istri di Malang gugat cerai suami
  1. Argumen “Pro Life” dan “Pro Choice”
  2. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus: Berperilaku buruk adalah manusiawi, tetapi bukan Kristen
  4. Orang Kristen mulai bergabung melawan ISIS
  5. Sekjen PBB puji Bhineka Tunggal Ika
  6. Pendeta dihukum 10 tahun di balik jeruji besi
  7. Menag: Gerakan radikalisme Islam ancam keutuhan NKRI
  8. Jokowi bersedia bentuk Pengadilan HAM Ad Hoc
  9. Pemuda dunia bahas persatuan dalam keberagaman di Bali
  10. Tiga usulan SETARA untuk Jokowi-JK dalam penyelesaian HAM
  1. Tiada orang dari golongan apapun yang dilupakannya...Motto untuk Asian Youth Day...
    Said on 2014-07-27 11:04:00
  2. Sebelum pengikut muhammad menyebut "allah", kristen arab sudah menggunakan kata ...
    Said umat on 2014-07-26 06:05:00
  3. sembuhkan!...
    Said tuhan on 2014-07-25 02:51:00
  4. Semestinya bisa dihindarkan. Mengapa suster membiarkan anak itu tinggal sendiri...
    Said on 2014-07-22 07:06:00
  5. Penderitaan mereka mengapa tak kunjung berakhir.. Sudah sampai urgensi, sebaikny...
    Said on 2014-07-22 07:01:00
  6. Jelas kalau Jokowi mempunyai pandangan dan niat yang sama (dengan bapak Uskup). ...
    Said on 2014-07-22 06:54:00
  7. Semakin banyak larangan... mau mempersempit hidup orang yang hanya mau berdoa. ...
    Said on 2014-07-20 08:25:00
  8. Selamat menjalankan tugas baru Mgr...
    Said Adonia Sihotang on 2014-07-19 23:27:00
  9. Sudah terlalu sering terdengar protes atas pernyataan yang menyudutkan islam seb...
    Said pluralis on 2014-07-18 04:28:00
  10. Paus Emeritus Benediktus baru tahun lalu diganti oleh Paus Fransiskus. Beliau t...
    Said on 2014-07-16 08:11:00
UCAN India Books Online