UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Sekolah Katolik di Tegal terancam ditutup

22/02/2013

Sekolah Katolik di Tegal terancam ditutup thumbnail

Ilustrasi

 

Setelah adanya ancaman penutupan sekolah Katolik di Blitar, Jawa Timur, kini giliran sekolah Katolik di Tegal, Jawa Tengah, juga mendapat ancaman.

Pasalnya, beberapa bulan yang lalu, Departemen Pendidikan Wilayah Tegal memberi peringatan kepada Sekolah Katolik St. Pius agar memasukkan mata pelajaran agama kepada siswa non Katolik yang bersekolah di sekolah tersebut.

Dalam pertemuan belum lama ini dengan pihak pemerintahan Tegal, pihak sekolah yang dikepalai Suster Madelaine menyampaikan pernyataan terkait seputar ketidaksetujuannya akan keputusan tersebut bersama kuasa hukum dan Romo Frans Widyanatardi, kepala Paroki Hati Kudus, Tegal.

Pastor Widyanatardi mengatakan kepada asianews.it bahwa para siswa non Katolik yang belajar di sekolah St. Pius: 2 orang dari tingkat TK, 9 orang dari SD, 12 siswa dari SMP, dan 9 siswa dari SMU dari total keseluruhan 1.400 siswa. Jadi tidak mungkin bila pihak sekolah menambah mata pelajaran agama lain mengingat jumlahnya yang masih sedikit.

Salah satu orangtua siswa, Charles Sinaga mengatakan bahwa dia tidak keberatan apabila salah satu mata pelajaran tersebut tidak dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah.

“Pihak mereka (Departemen Pendidikan Tegal) tidak berhak melakukan itu,” katanya.

Situasi ini membuat pihak sekolah St. Pius harus menerima ancaman dan peringatan akan ditutup bila mereka tetap berdiri pada pendirian mereka.

 

7 Comments on "Sekolah Katolik di Tegal terancam ditutup"

  1. Ltumuka on Fri, 22nd Feb 2013 9:01 pm 

    Jangan mengada-ada dech.., tidak ada alasan untuk memasukan pendidikan agama non-katolik tersebut ke sekolah Katolik. Sejak awal masuk sekolah Katolik pasti sudah ada surat pernyataan untuk mengikuti aturan yang berlaku. Jika tidak sanggup mengikuti silahkan pilih sekolah lain dan ajarkan agama yang sesuai di sana. Silahkan tanya siswa dan orang tuanya, apakah mereka mau pindah sekolah. Jika mereka mau pindah silahkan. Namun saya yakin orang tua siswa tidak ada masalah dengan hal itu dari awal, karena yang dicari adalah kualitas. Ada pihak luar yang sedang berusaha menghancurkan tatanan agama lain. Jika pemerintah ambil alih dan mendukung kebobrokan yang ada berarti ini memang telah di desain yang didukung oleh pemerintah. Ini tidak benar…

  2. yansjoni wanto on Sat, 23rd Feb 2013 10:15 am 

    ditempat kami..bahkan sekolah2 negri lebih condong mengarah pd ajaran agama tertentu, bahkan ada skolah swasta yg tidak meliburkan muridnya pd hari minggu dan hari2 besar lainnya yg bkn hari libur
    agama tertentu

  3. Edward Soitcountry on Mon, 25th Feb 2013 6:21 pm 

    Pemaksaan kehendak atas nama agama sering jadi momok di republik yg kacau balau ini. Mestinya yg diributkan itu kalau mutu pendidikannya rendah karena ini menyangkut masalah sekolah, namun agama sepertinya menjadi prioritas dan diatas segala hal dan bahkan ingin bebas menutup sekolah kaarenanya tanpa melihat betapa hak anak-anak murid yg jumlahnya ribuan menuntut ilmu jadi terabaikan.

  4. Agustin Anen on Tue, 26th Feb 2013 10:56 am 

    boleh asal di yayasan yang non kristen juga dibuat peraturan yang sama……
    bagaimana??
    Berani???
    Adilkan…
    Indonesia mau minta adil…
    kapan sh Indonesia nh bisa Adil

  5. Simon Sofyan on Thu, 28th Feb 2013 10:12 am 

    inilah salah satu bentuk kapitalisme pendidikan,,,,,memaksakan kehendak adalah otoriterisme dlm pendidikan pd sekolah2 katholik,,,bukankah sebuah rumah tangga memiliki aturan sendiri?tanpa nelanggar aturan pendidikan nasional,,,,mengapa anak2 non katholik mau bersekolah disekolah2 katholik?,,,,karena kwalitas pendidikan yg super,disiplin yg max,,,,,banyak sekolah2 non katholik,,…org tua murid saja tdk keberatan dgn peraturan2 sekolah2 katholik,mengapa depen yg seot?…jangan2 ada maksud2 tertentu dibalik itu? perlu dipertanyakan…..

  6. Simangun Kluyuran on Sat, 30th Mar 2013 6:53 am 

    sekalian masjid di bangun di sklh katolik….diknas otak udang




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Keuskupan Korea Utara akan merayakan 90 tahun
  2. Militan “penggal’ sandera asal Jerman di Filipina selatan
  3. Umat Katolik Sri Lanka menentang amandemen UU aborsi
  4. Perempuan bangun kerukunan di tengah sentimen anti-Muslim di Myanmar
  5. Perempuan Dalit Kristen memperjuangkan hak-hak mereka
  6. Para frater mengadakan reli doa untuk perdamaian dan keadilan
  7. Renungan Hari Minggu Biasa VIII/A bersama Pastor Bill Grimm
  8. Caritas membantu penderita kanker ke daerah terpencil di India
  9. Provinsi SVD Cina mendapat imam baru dari Togo
  10. Paus Fransiskus: Populisme egoistis ‘dorong penolakan migran’
  1. Rama yth. Menurut iman saya, semua orang katolik punya kuasa mengusir setan.....
    Said markoes padmonegoro on 2017-02-06 12:43:43
  2. Adakah hubungan baik seperti ini? Mengapa ini bisa? Karena ada bahaya mengancam...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-03 13:57:52
  3. Tidak salah orang mempunyai harapan keselamatan seperti hal sederhana seperti in...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-02 21:30:20
  4. Ikut senang.....
    Said Jenny Marisa on 2017-02-01 14:16:51
  5. Filipina telah memilih sendiri pemimpinnya.. nampaknya mereka suka sifatnya yang...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-30 12:24:36
  6. Pada akhirnya Surabaya menjadi pionir untuk penutupan lokalisasi, Risma memulai,...
    Said Agustinus Utomo on 2017-01-29 02:09:19
  7. tidak bisa dimengerti aturan2 di Cina.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-28 15:40:09
  8. Mas bisa bantu kami ga buat pelayanan pekerjaan Tuhan di kalimantan?...
    Said Daniel Malonda on 2017-01-27 11:58:36
  9. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  10. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
UCAN India Books Online