UCAN Indonesia Catholic Church News
LA CIVILTÀ CATTOLICA

Paus Benediktus akan berhenti menulis di Twitter

25/02/2013

Paus Benediktus akan berhenti menulis di Twitter thumbnail

 

Paus Benediktus XVI mengatakan tidak akan lagi menulis di Twitter setelah pengunduran dirinya secara resmi pada pekan ini, 28 Februari, demikian Radio Vatikan, Jumat (22/2), seperti dilansir suara pembaruan.

Akun resmi Twitter Paus Benediktus memiliki lebih dari dua juta pengikut dari sembilan bahasa. Setelah mulai aktif Twitter pada 12 Desember 2012 dengan nama @pontifex, kini renungan online Paus dengan cepat menarik lebih dari 1,5 juta pengikut dalam bahasa Inggris.

Akun Twitter Paus juga menarik minat sekitar satu juta pengguna  Internet lain dalam bahasa Portugis, Italia, Spanyol, Jerman, Prancis, Polandia, dan Arab serta telah direncanakan pula dalam bahasa Mandarin.

“Rasanya tak terbayangkan orang bisa terus menggunakan alat komunikasi yang sangat populer dan kuat saat periode kursi Vatikan kosong,” kata Radio Vatikan.

Paus Benediktus yang menjadi pemimpin dari 1,2 miliar umat Katolik di dunia itu akan mengirim Twitter terakhirnya pada 27 Februari, saat mengucapkan selamat tinggal kepada umat Katolik untuk khalayak umum di Lapangan Santo Petrus.

Menurut Radio Vatikan, akun tersebut kemudian akan ditutup pada 28 Februari ketika ia secara resmi mundur sebagai Paus.

Saat ini belum ada nama favorit yang jelas telah muncul untuk menggantikan Paus Benediktus, namun beberapa kandidat yang disebut-sebut, termasuk Timothy Kardinal Dolan dari Amerika Serikat, Odilo Kardinal Scherer dari Brasil, serta Gianfranco Kardinal Ravasi dan Angelo Kardinal Scola dari Italia, adalah pengguna aktif Twitter untuk kepentingan Gereja.

Langkah berani Paus Benediktus untuk menjadi paus pertama yang bergabung Twittersphere memicu perdebatan sengit di Vatikan dan dalam Gereja Katolik.

Umumnya, para pendukung mengatakan hal itu adalah cara yang efektif untuk menjangkau generasi muda.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kebencian berakar pada dosa kemalasan
  2. Pengadilan Filipina lamban memutuskan nasib Mary Jane
  3. Aborsi bayi perempuan terus menghantui Nepal
  4. Wartawan Vatikan protes mahalnya tiket untuk terbang bersama Paus
  5. Seorang imam di Cina diadili tanpa ada putusan
  6. Umat Katolik ikut protes menentang rudal Korea Selatan
  7. Imam ini menuduh pemerintah mengincar aktivis Filipina
  8. Kecurigaan atas terpilihnya Carrie Lam jadi pemimpin Hong Kong
  9. Suster yang dibunuh di India ini akan segera dibeatifikasi
  10. Paus minta calon penerima Krisma agar tidak lakukan ‘bully’
  1. Hem, SALAM... Saya sependapat jika setiap pribadi sadar bahwa dirinya adalah ge...
    Said Egas on 2017-03-29 13:25:19
  2. Saya setuju dengan pendapat Pak Boni di atas. Keselamatan itu bukan nanti akhir ...
    Said Edelbertus Jara on 2017-03-29 11:58:49
  3. Halo.... para pakar. Jangan lupa siapa itu Gereja? kita di jaman Pasca Konsili V...
    Said Jose Baptiste on 2017-03-29 07:03:27
  4. bagaimana cara pengajuan bantuan pembangunan gereja?...
    Said TABEBALAZI on 2017-03-28 19:16:51
  5. tidak nyaman untuk Hongkong......
    Said Jenny Marisa on 2017-03-28 16:18:04
  6. Salut utk postingan ini, rupanya kerajaan Allah sangat dekat dihati jika org org...
    Said Oklan liunokas on 2017-03-28 12:52:25
  7. Bagaimana mau memperhatikan kesejahteraan umatnya, di bebera desa, umatnya dimin...
    Said Boni on 2017-03-28 06:58:45
  8. Sangat bagus untuk kami renung...
    Said Paulus Parmos on 2017-03-27 20:24:30
  9. Ini menjadi tganggung jawab semua pihak. Para tokoh di mana saja ikut bertanggun...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-03-27 15:26:32
  10. kesejahteraan fisik, material, harus diperhatikan oleh permerintah. Upaya gereja...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-27 10:50:35
UCAN India Books Online