Kardinal: Meski saya tidak ikut konklaf, aspirasi umat Indonesia tetap sampai ke Roma

26/02/2013

Kardinal: Meski saya tidak ikut konklaf, aspirasi umat Indonesia tetap sampai ke Roma thumbnail

 

Julius Kardinal Riyadi Darmaatmadja SJ, 78, satu-satunya kardinal asal Indonesia menepis anggapan sejumlah pihak bahwa keputusannya untuk tidak mengikuti konklaf pada 15-19 Maret mendatang membuat aspirasi umat Katolik Indonesia tidak bisa diteruskan kepada pimpinan Gereja Universal di Roma.

Ia menegaskan, aspirasi umat Katolik Indonesia tetap sampai ke Roma lewat para uskup yang menjadi bawahan langsung Paus.

“Belum lama ini uskup-uskup telah berkunjung ke Roma dan menyampaikan aspirasi Gerejanya di sana, sehingga sebenarnya aspirasi-aspirasi itu sudah diwakilkan oleh uskup-uskup”, katanya dalam konferensi pers di sela-sela acara hari pertama “Konferensi Para Pemimpin Agama Islam – Kristen Asia” di Jakarta, Selasa (26/2).

Uskup Agung Emeritus Jakarta ini menjelaskan, setiap kardinal tidak mewakili negara mereka masing-masing.

“Kardinal bukan perwakilan (setiap negara – red), karena tidak semua negara memiliki kardinal, sehingga saya tidak mewakili Indonesia”, jelasnya.

Karena itu, kata dia, ketidakhadirannya tidak akan membuat Gereja Katolik di Indonesia tidak diperhatikan oleh Roma.

Ia juga kembali menegaskan alasannya tidak mengikuti konklaf, yaitu karena daya penghilatannya yang makin kurang.

“Penglihatan saya sangat terbatas. Dalam konklaf ada proses-proses yang membutuhkan mata, baik untuk membaca informasi, maupun aturan-aturan dan lain-lainnya. Konklaf itu tidak membolehkan ada asisten atau pendamping”, katanya.

Keputusan tidak mengikuti konklaf telah disampaikan Kardinal Darmaatmadja Minggu lalu. Hal ini membuat kardinal peserta konklaf berkurang menjadi 116 dari sebelumnya 117 orang.

Konklaf segera dilakukan menyusul pengumuman pengunduran diri Paus Benediktus XVI yang secara resmi akan meninggalkan Tahta Suci pada 28 Februari , sekitar pukul 20.00 WIB.

Ryan Dagur, Jakarta

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Keluarga Kristen Pakistan dipukul dan diarak setelah dituduh melakukan penghujatan
  2. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  3. Umat Katolik desak polisi segera menangkap pelaku pemerkosaan biarawati
  4. Kardinal Tagle menyerukan sumbangan Internasional untuk Kongres Ekaristi
  5. Komnas HAM: Ada yang ingin rekonsiliasi, ada yang tidak
  6. Menghadapi diskriminasi dalam Gereja, Kristen Dalit mengadu ke PBB
  7. Lahan parkir gereja dibuka untuk warga Muslim mengunjungi bazaar Ramadan
  8. Paus desak uskup agung baru menjadi saksi yang berani
  9. Agama ramah dimulai dari diri sendiri
  10. Bagi jemaat Ahmadiyah, Ramadan berarti kasih meski ada tekanan
  1. Kardinal Tagle menyerukan sumbangan Internasional untuk Kongres Ekaristi
  2. Gereja Katolik Tiongkok sambut baik dengan gereja baru yang disumbangkan pemerintah
  3. Kelompok ekumenis menyerukan dimulainya kembali pembicaraan dengan pemberontak
  4. Petani kopi Timor Leste harus berjuang mencari sumber pendapatan lain
  5. Alasan Kristenisasi, acara kamp Gereja dibubarkan
  6. Komnas HAM: Ada yang ingin rekonsiliasi, ada yang tidak
  7. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  8. Pernikahan sesama jenis sulit dilakukan di Indonesia
  9. Keluarga Kristen Pakistan dipukul dan diarak setelah dituduh melakukan penghujatan
  10. Komite untuk HAM berat segera disahkan
  1. 1) "Sekolah cinta kasih" untuk orang tua sebelum menikah, agar tahu mengasihi an...
    Said on 2015-06-24 06:48:00
  2. Suster2 di biara butuh penjaga keamanan wanita (satpam wanita) yang terlatih men...
    Said on 2015-06-23 04:35:00
  3. Memprihatinkan... masalah bisa dipecahkan hanya kalau banyak minat menjadi imam ...
    Said on 2015-06-19 06:15:00
  4. Ribut selalu soal puasa dan warung. Mungkin karena jengkel bahwa puasa itu diwa...
    Said on 2015-06-19 05:59:00
  5. Kita dukung Paus Fransiscus - titik. Sebagian penentang besar ada di Amerika.. ...
    Said on 2015-06-18 08:01:00
  6. Katanya, Australia memang mengakui menyuap. Paling tidak, jujur....
    Said on 2015-06-12 08:11:00
  7. Sudahlah, jangan terlalu vokal. Kekhawatiran sebaiknya tidak diucapkan.. Memang...
    Said on 2015-06-12 08:08:00
  8. Bpk Menteri Lukman pikiriannya lurus, tulus dan peduli. Masih ada saja orang bi...
    Said on 2015-06-12 07:45:00
  9. Bangga ada siswi dari Makassar terpilih dan diundang sebagai wakil Indonesia.. k...
    Said on 2015-06-12 07:35:00
  10. Takut para migran membawa penyakit? Memang harus di karantina dulu.. Australia ...
    Said on 2015-06-11 17:18:00
UCAN India Books Online