UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Masyarakat Adat Nusantara desak pemerintah hentikan kekerasan dan konflik terkait tanah

26/02/2013

Masyarakat Adat Nusantara desak pemerintah hentikan kekerasan dan konflik terkait tanah thumbnail

 

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) telah menyelenggarakan rapat kerja nasional ketiganya, di Palangkaraya dan Desa Tumbang Malahoi, Propinsi Kalimantan Tengah.

Aliansi sekitar 400 komunitas adat se-Indonesia itu menegaskan sikap politik mereka untuk melakukan uji materi terhadap UU Nomor 41/1999 tentang Kehutanan.

Pernyataan AMAN, yang dikeluarkan di akhir pertemuan mereka yang dikirim kepada media, Senin, menyatakan, mereka mendesak pemerintah segera “menghentikan kekerasan dan membuat langkah-langkah nyata menyelesaikan konflik-konflik terkait tanah, wilayah, dan sumber daya alam di wilayah-wilayah masyarakat adat.”

Terkait kehutanan yang dikelola Kementerian Kehutanan, yang menguasai hampir semua data lahan darat di Indonesia, AMAN mendesak Mahkamah Konstitusi meneruskan permohonan uji materi terhadap UU Nomor 41/1999 tentang Kehutanan.

Presiden, menurut AMAN, membentuk kelembagaan yang kuat di bawah presiden yang mampu mengatasi sektoralisme dalam implementasi Strategi Nasional, selain mengeluarkan instruksi presiden tentang inventarisasi dan administrasi wilayah-wilayah adat.

AMAN sangat memotori pengesahan RUU Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat pada pertengahan 2013. Terkait ini, AMAN telah bersepakat untuk tidak memilih partai politik yang tidak mendukung pengesahan RUU tersebut.

AMAN akan menyelenggarakan rapat kerja nasional keempat pada 2015 di Papua. Ini untuk membuktikan bahwa Papua aman, yang akan dihadiri Pengurus Besar, 20 Pengurus Wilayah, dan 82 Pengurus Daerah AMAN se-Indonesia.

Foto: aman.or.id

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Usai shalat Jumat, warga Muslim gelar aksi solidaritas untuk umat Katolik
  2. Renungan Hari Minggu Biasa XVIII bersama Pastor Bill Grimm
  3. ‘Makanan cinta’ untuk para pengungsi di Hong Kong
  4. Romo Carolus masuk ke Nusakambangan jelang eksekusi mati
  5. Kardinal Tagle berikan ‘hadiah’ untuk OMK yang menghadiri WYD
  6. Lilin seorang suster untuk Merry Utami yang akan dieksekusi mati
  7. Walikota Parepare resmikan gereja Katolik
  8. Kelompok Gereja berkampanye menentang eksekusi
  9. Karitas India bertemu membahas tantangan pendanaan
  10. Para delegasi OMK untuk WYD didesak berbagi iman dan cinta
  1. Benar kata imam Abdelatif Hmitou, karena jelas didengar dan mudah dimenterti sia...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-30 13:31:58
  2. Lebih sedikit hukuman mati lebih baik,...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-29 10:33:31
  3. Susah untuk diungkapkan. Ini nampaknya noda satu satunya(?)di pemerintahan Jokow...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-28 21:28:59
  4. Semoga berhasil ditiadakan.....
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 19:50:21
  5. Pengawasan dana desa?? Bukannya itu urusan pemerintah?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 17:08:38
  6. Jangan kareta kesalahan satu orang, ratusan orang dikorbankan. Kalau memang yang...
    Said brian on 2016-07-25 11:16:27
  7. Hanya Mao Ze Dong yang mereka idolakan... tidak ada yang lebih baik... Buat kita...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-15 10:18:37
  8. Motornya jenis matic, pengendaranya jenis apa ya?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-08 09:37:42
  9. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  10. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
UCAN India Books Online