UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Koalisi Masyarakat Sipil desak Komnas HAM ke Papua

27/02/2013

Koalisi Masyarakat Sipil desak Komnas HAM ke Papua thumbnail

Ilustrasi

 

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Penegakan Hukum dan HAM di Papua mendesak Komnas HAM melakukan investigasi ke Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya dan Sinak, Kabupaten Puncak, pasca penembakan yang menewaskan delapan anggota TNI dan empat warga sipil.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Penegakan Hukum dan HAM di Papua ini terdiri dari, Foker LSM Papua, LP3BH Manokwari, ELSHAM Papua Barat, SKPKC Keuskupan Jayapura, KontraS Papua, Jaringan Kerja HAM Perempuan Papua, AJI Papua, Baptis Voice Papua Departemen Keadilan dan Perdamaian Sinode Kingmi, pengacara dan pegiat HAM di tanah Papua.

Salah satu anggota koalisi, Gustaf Kawer yang juga selaku pengacara di Papua mengatakan, koalisi berharap siapa pun pelakunya, harus ditangkap dan bukan dibunuh.

“Hanya saja, saat ini banyak pihak kesulitan turun langsung ke lapangan melakukan investigasi, termasuk LSM. Itu bisa jadi tugas Komnas HAM sebagai institusi negara yang punya ruang untuk masuk. Sehingga mungkin dilihat apakah betul-betul ada pelanggaran HAM atau tidak,” katanya, Selasa, 26 Februari 2013, seperti dilansir Tempo.co.

Selain itu, kata Gustaf, saat ini pasca peristiwa, belum diketahui apakah ada atau tidak penyisiran dan sebagainya.

“Namun, jika misalnya ada masyarakat mengungsi ke satu wilayah dan ada masyarakat korban dari operasi itu, maka indikasi pelanggaran itu kuat sekali,” ujarnya.

Sebelumnya TNI dari Kodam XVII/Cenderawasih mengklaim pelaku penembakan diduga dari kelompok Goliath Tabuni dan Militer Murib. Sedangkan dugaan polisi mengarah, kalau penembakan tersebut terkait dengan Pilkada Kabupaten Puncak.

Saat ini situasi Provinsi Papua normal seperti biasanya, termasuk di wilayah Kota Jayapura sebagai ibukota Provinsi Papua. Hanya saja, situasi di Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Puncak pasca kasus penembakan pada Kamis, 21 Februari 2013, hingga kini masih siaga. Aparat keamanan di dua wilayah kabupaten itu terus ditambah.

“Kita pertebal anggota. Misalnya saja, di ibukota Kabupaten Puncak di Ilaga ada 250 personil polisi dan di Distrik Sinak ada 70-80 personil polisi, ini akan ditambah. Sebab jumlah pelaku penembakan sekitar 30-40 orang yang senjatanya tak lebih 15-20 pucuk. Hanya saja, jangan lihat ukuran senjata dan orang, dan ukuran medan, tapi mereka ada diketinggian,” kata Kalpoda Papua, Irjen Polisi Tito Karnavian, di Jayapura.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Walikota Bogor tetap tidak akan buka segel GKI Yasmin
  2. Demi Gereja di Tiongkok, Paus Fransiskus tolak bertemu Dalai Lama
  3. Mengapa Paus Fransiskus hindari pertemuan dengan Dalai Lama
  4. Jaga gereja, anggota Banser Bondowoso dibekali tenaga dalam
  5. Vatikan: Paus Fransiskus akan angkat kardinal baru pada Februari
  6. Kemenag tidak buat aturan penggunaan atribut keagamaan
  7. Para uskup Australia kecam UU baru terkait pencari suaka
  8. PGI: Sebelum hadiri Natal di Papua, Jokowi harus tunjukkan sikap tegas atas tragedi Paniai
  9. Uskup Papua Nugini kecam perburuan terhadap para penyihir untuk dibunuh
  10. Jemaat GKI Yasmin tolak ibadah Natal di tempat lain
  1. Kelompok HAM minta keringanan jelang eksekusi lima terpidana mati
  2. Gereja Katolik di Pakistan mengecam serangan di sekolah
  3. Gereja Katolik Korea Selatan berupaya menjadi jembatan demi pemulihan hubungan dengan Utara
  4. Pemberontak komunis Filipina umumkan gencatan senjata selama kunjungan Paus
  5. Teh dan kue untuk Paus Fransiskus saat ia merayakan ulang tahunnya ke-78
  6. Pengadilan Iran mengurangi hukuman penjara tiga klerus Kristen
  7. Pakistan berduka terkait serangan mematikan di sekolah
  8. Seorang pastor bantah menjual buku berisi kata ‘Allah’ di Malaysia
  9. Gereja Katolik buka posko bantuan untuk para korban longsor Banjarnegara
  10. Uskup Papua Nugini kecam perburuan terhadap para penyihir untuk dibunuh
  1. Ada mafianya tuh makanya BA gak berani cabut segelnya......
    Said kepuh on 2014-12-15 07:49:00
  2. sayangnya... Pak Hasyim tidak bisa menaham segelintir Umatnya yang nakal dan mas...
    Said Maman Sutarman on 2014-12-02 08:23:00
  3. Lagi lagi membenarkan diri? Tidak mewakili Malaysia secara keseluruhan? Pemerint...
    Said on 2014-12-02 08:10:00
  4. "Tidak dibenarkan" bukan DILARANG. Karena tidak dilarang, terjadi penutupan ger...
    Said on 2014-12-02 08:05:00
  5. Kalau boleh saran, berilah pakaian kepada yang telanjang, pakaian pantas untuk m...
    Said on 2014-12-01 07:02:00
  6. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  7. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  8. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  9. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  10. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
UCAN India Books Online