UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Status Paus Benediktus menyusul pengunduran dirinya

27/02/2013

Status Paus Benediktus menyusul pengunduran dirinya thumbnail

 

Pada hari-hari terakhir sebagai pemimpin Gereja Katolik, Paus Benediktus XVI  fokus pada doa dan sedikit mengadakan audiensi, kata juru bicara Vatikan pada Selasa.

Dia juga mengemas barang-barangnya dan bersiap-siap pindah ke Castel Gandolfo, sebuah kota kecil di tenggara Roma, Italia, kata Pastor Federico Lombardi SJ.

Ketika pengunduran dirinya secara resmi pada Kamis malam pukul 08.00 waktu Roma, Pastor Lombardi mengatakan, Pasukan pengawal Swiss tidak akan lagi mengawal Paus itu.

Pada saat itu, kata Pastor Lombardi, status resmi Paus Benediktus akan menjadi “Paus Emeritus.”

Pastor Lombardi mengatakan Paus akan terus mengenakan jubah putih, tetapi tidak lagi akan terlihat memakai sepatu merah. Sebaliknya, Paus telah memutuskan untuk memakai sepasang sepatu cokelat yang diberikan kepadanya pada kunjungannya ke Meksiko tahun 2012.

Cincin yang digunakan selama jabatannya sebagai Paus juga akan ditanggalkan.

“Prosesnya akan dibuat dalam acara khusus,  tergantung pada Kolese Kardinal,” kata Pastor Thomas Rosica, yang menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam konferensi pers.

Pastor Rosica juga mengatakan keputusan mengenai status Paus Emeritus dan pakaian yang dibuat untuk Paus Benediktus, “jelas dia akan membahasnya dengan orang lain di sekitarnya.”

Pastor Lombardi juga mengatakan pada Selasa bahwa surat resmi meminta para kardinal bertemu untuk memilih Paus baru akan dikirim 1 Maret, sehari setelah pengunduran diri Paus Benediktus.

Para kardinal diharapkan  bertemu beberapa kali bersama-sama sebelum mereka memasuki konklaf, atau pertemuan rahasia di mana mereka akan memilih pengganti Paus.

Setelah menerima surat, beberapa kardinal diharapkan bertemu sebelum konklaf, dan beberapa kardinal telah secara terbuka menyatakan mereka meminta agar konklaf dimulai lebih awal.

Sementara awal konklaf diatur oleh hukum Gereja, dan secara rinci diatur dalam konstitusi Universi Dominici gregis, yang dikeluarkan oleh Paus Yohanes Paulus II tahun 1996.

Vatikan mengumumkan pada Senin bahwa Paus Benediktus telah memberikan kepada otoritas Kolese Kardinal untuk menetapkan sendiri tanggal awal konklaf.

Sebanyak 115 kardinal diharapkan berpartisipasi dalam pemilihan  Paus berikutnya. Sementara semua kardinal di bawah usia 80 tahun  berjumlah 117 kardinal, diperbolehkan oleh Hukum Gereja untuk mengambil bagian, namun dua kardinal yang memenuhi syarat telah mengumumkan bahwa mereka tidak berpartisipasi.

Julius Kardinal Darmaatmadja SJ dari Indonesia, mengatakan dia tidak bisa berpartisipasi karena kesehatan dan penglihatan yang menurun. Kardinal lain,  Keith Kardinal O’Brien dari Skotlandia, Senin, mengumumkan ia tidak akan mengambil bagian akibat tuduhan terhadap dirinya terkait skandal seks.

Pada Senin Kardinal O’Brien, yang juga mengumumkan pengunduran diri  dari jabatannya sebagai Uskup Agung Saint Andrews dan Edinburgh, dan telah membantah tuduhan tersebut melalui juru bicaranya.

Pastor Rosica mengatakan pada Senin bahwa Paus Benediktus telah menyetujui pengunduran diri Kardinal O’Brien sebelumnya.

“Peran kami di sini adalah hanya untuk menegaskan pengunduran diri,” kata Pastor Rosica. “Kami tidak mengomentari cerita-cerita lain, atau hal-hal yang Anda mungkin telah mendengar.”

Sumber:  Pope Benedict’s post-resignation title announced

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kisah utusan pribadi Paus Fransiskus setelah kembali dari Irak
  2. DPR didesak sahkan RUU Perlindungan Saksi dan Korban
  3. Cina ingatkan Vatikan tidak mengganggu terkait agama
  4. Seminar Asia Selatan desak UU untuk mengakhiri kekerasan dan diskriminasi
  5. Demi cinta, pasangan beda agama harus bersembunyi dari ancaman pembunuhan
  6. Presiden SBY: ISIS 'memalukan' umat Muslim
  7. Uskup Bandung akan ditahbiskan 25 Agustus
  8. Orang Asia masih mengenang dampak kunjungan Paus Fransiskus
  9. Imam Maryknoll yang berani mengadakan berbagai misi ke Korea Utara
  10. Datangi Jokowi, aktivis HAM sodorkan dokumen pelanggaran HAM di Indonesia
  1. Fransiskan menandai 75 tahun misi di Pakistan
  2. Setelah SBY dinilai gagal pelihara kebebasan beragama, kini harapan ada pada Jokowi
  3. Serikat Guru: Kurikulum 2013 itu celaka 13
  4. Protes menandai ulang tahun kekerasan anti-Kristen di India
  5. Hanura dukung Jokowi bentuk Pengadilan HAM Ad Hoc
  6. Seorang katekis khusus lansia menuai hasil berkat pelayanannya
  7. Paus akan mengunjungi warga Tamil yang masih terluka akibat perang saudara
  8. Kisah utusan pribadi Paus Fransiskus setelah kembali dari Irak
  9. Orang Asia masih mengenang dampak kunjungan Paus Fransiskus
  10. Para tokoh agama diajak untuk terlibat dalam pencegahan penularan HIV/AIDS
  1. Tiada orang dari golongan apapun yang dilupakannya...Motto untuk Asian Youth Day...
    Said on 2014-07-27 11:04:00
  2. Sebelum pengikut muhammad menyebut "allah", kristen arab sudah menggunakan kata ...
    Said umat on 2014-07-26 06:05:00
  3. sembuhkan!...
    Said tuhan on 2014-07-25 02:51:00
  4. Semestinya bisa dihindarkan. Mengapa suster membiarkan anak itu tinggal sendiri...
    Said on 2014-07-22 07:06:00
  5. Penderitaan mereka mengapa tak kunjung berakhir.. Sudah sampai urgensi, sebaikny...
    Said on 2014-07-22 07:01:00
  6. Jelas kalau Jokowi mempunyai pandangan dan niat yang sama (dengan bapak Uskup). ...
    Said on 2014-07-22 06:54:00
  7. Semakin banyak larangan... mau mempersempit hidup orang yang hanya mau berdoa. ...
    Said on 2014-07-20 08:25:00
  8. Selamat menjalankan tugas baru Mgr...
    Said Adonia Sihotang on 2014-07-19 23:27:00
  9. Sudah terlalu sering terdengar protes atas pernyataan yang menyudutkan islam seb...
    Said pluralis on 2014-07-18 04:28:00
  10. Paus Emeritus Benediktus baru tahun lalu diganti oleh Paus Fransiskus. Beliau t...
    Said on 2014-07-16 08:11:00
UCAN India Books Online