UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Uskup Agung Machado: Dialog yang konsisten, konstan dan kontinu diperlukan

27/02/2013

Uskup Agung Machado: Dialog yang konsisten, konstan dan kontinu diperlukan thumbnail

 

Uskup Agung Felix Machado dari Vasai, India menegaskan perlunya dialog yang konsisten, konstan dan kontinu di kalangan umat beriman dari berbagai agama guna menghadapi berbagai tantangan di Asia.

“Saya harus menggarisbawahi perlunya struktur-struktur yang kuat untuk menjamin dialog yang konsisten, konstan dan kontinu di kalangan umat dari berbagai agama,” katanya dalam acara pembukaan Konferensi Pemimpin Kristen-Muslim Asia di Jakarta, Selasa (26/2).

Lebih dari 100 perwakilan dari 16 negara Asia menghadiri konferensi ini yang mengambil tema Bringing Common Word to Common Action.

ICIS, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menjadi penyelenggara, yang didukung Federasi Konferensi Para Uskup se-Asia (Federation of Asian Bishops’ Conferences, FABC) dan Konferensi Kristen Asia (Christian Conference in Asia).

Machado mengatakan dialog secara formal dan informal perlu dimulai, diperdalam dan diperkuat. Perbedaan agama harus diakui dan dihormati sambil memperdalam kepekaan sebagai satu komunitas Muslim dan Kristen di Asia, dan bersama dengan agama-agama lain membangun persahabatan dan solidaritas dalam rangka menghadapi tantangan, mengatasi hambatan dan membangun perdamaian.

“Para pemuka agama dari seluruh kawasan Asia, perlu berkumpul bersama secara rutin untuk menanggapi berbagai problem ketidakadilan sosial-ekonomi, krisis ekologi, sekularisme, kemiskinan, korupsi, pelanggaran HAM dan gaya hidup yang hedonistis,” jelasnya.

Menurut uskup agung ini, rasa satu komunitas dalam konteks Asia yang pluralistik harus dipelihara dan dilestarikan tanpa membiarkan komunitas-komunitas agama hidup terisolasi.

“Agama sebagai roh masyarakat Asia harus mampu menyatukan  masyarakat Asia dalam menghadapi berbagai tantangan”.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pendeta Marthin Sinaga, Dosen Sekolah Tinggi Theologia (STT) Jakarta.

Ia  mengatakan, “Kita perlu menemukan kembali nilai-nilai umum (universal) dalam Alquran dan Alkitab dan memperdalam iman kita dalam rangka menghadapi tantangan saat ini.”

Dengan mengutip Ensiklik “Caritas in Veritate” dari Paus Benediktus XVI, ia menegaskan, kita dipanggil untuk meningkatkan hubungan antaragama dalam menghadapi berbagai krisis.

Konradus Epa, Jakarta

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kelompok HAM Filipina desak PBB menyelidiki 110 kasus penyiksaan
  2. Relikwi St. Yohanes XXIII dan Relikwi St. Yohanes Paulus II berkunjung ke Thailand
  3. Ratusan mahasiswa tolak transmigrasi di Kalimantan
  4. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  5. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  6. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  7. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  8. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  9. Tokoh agama: hadapi pengungsi Rohingya, utamakan aspek kemanusiaan
  10. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  1. Ribuan anak Kamboja terlantar akibat ibu mereka dipenjara
  2. Gereja: Pemerintah Modi mulai memperhatikan terkait serangan terhadap minoritas
  3. Kelompok HAM Filipina desak PBB menyelidiki 110 kasus penyiksaan
  4. Gereja Katolik terus membantu para korban gempa di Nepal
  5. PM Malaysia ‘sangat prihatin’ dengan kuburan massal diduga imigran gelap
  6. Relikwi St. Yohanes XXIII dan Relikwi St. Yohanes Paulus II berkunjung ke Thailand
  7. Daniel Mananta dan Sandra Dewi ikut peresmian kapel yang mereka bangun di Flores
  8. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  9. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  10. Orangtua Rohingya di kamp pengungsian cemas terkait berita anak-anak mereka yang hilang
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online