UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Pesan terakhir Paus Benediktus sebelum pengunduran dirinya

01/03/2013

Pesan terakhir Paus Benediktus sebelum pengunduran dirinya thumbnail

 

Lebih dari 150.000 umat Katolik menyambut Paus Benediktus XVI dengan sangat emosional untuk audiensi umum terakhir sebelum pengunduran dirinya pada Kamis.

Saat Paus Benediktus akan berpidato di Lapangan Santo Petrus, ia disambut dengan suara yang menggema dan keras karena di hadapan mereka muncul seorang  figur yang semakin lemah dan rapuh yang menyakibatkan pengunduran dirinya yang mengagetkan pada 11 Februari.

Dalam sambutannya, yang disampaikan dalam bahasa Italia, Paus menegaskan kembali pilihannya untuk mengundurkan diri, dengan mengatakan ia sepenuhnya menyadari “tantangan dan juga pembaharuan,” namun ia  menekankan bahwa ia telah mengambil langkah ini “dengan ketenangan pikiran yang mendalam.”

Benediktus adalah paus pertama yang mengundurkan diri dalam 600 tahun.

Dalam menanggapi kritik, bahkan dalam Gereja Katolik, terkait pengunduran dirinya pada dua minggu lalu, Paus Benediktus menjelaskan kembali bahwa komitmen dan peran seorang paus adalah “abadi.”

Bagi Paus, meskipun setelah pengunduran diri, ia “tidak akan kembali ke kehidupan pribadi,” katanya.

“Keputusan saya tersebut bukan membatalkan pelayanan aktif saya dan tidak akan mengabaikan pelayanan ini. Saya tidak akan kembali ke kehidupan pribadi, untuk berjalan-jalan, pertemuan, resepsi, konferensi, dan sebagainya. Saya tidak akan meninggalkan salib.”

Meskipun, mulai Kamis ia  “tidak lagi menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik,” Paus Benediktus mengatakan ia akan terus melayani Gereja melalui doa-doanya.

Pada Senin, Vatikan mengumumkan bahwa setelah pengunduran diri, status Paus Benediktus akan menjadikan “Paus Emeritus Roma” atau “Paus Emeritus,” dan ia akan terus mengenakan pakaian klerus berwarna putih seperti paus, namun  tanpa lambang kepausan.

Dalam pidatonya, Paus Benediktus juga menjelaskan berbagai masalah yang dihadapi selama masa kepausannya. Ia mengakui bahwa seiring dengan “banyak peristiwa sukacita dan terang”, tapi juga  ada “saat-saat ketika gelombang besar dan badai menantang kita.”

“Saya belum pernah merasa sendirian dalam membawa sukacita maupun beratnya pelayanan Petrus,” katanya, seraya mengecam laporan media bahwa ia mengalami terisolasi di Vatikan yang membuatnya mengambil keputusan untuk mengundurkan diri.

Sebaliknya, Paus Benediktus menyampaikan terima kasih kepada Kuria Romawi dan Sekretariat Negara Vatikan, Tarcisio Kardinal Bertone, yang memimpin birokrasi Vatikan.

Pidato Rabu didahului dengan menyapa umat di Lapangan Santo Petrus dengan menggunakan  “Mobil Kepausan” guna memberikan kesempatan terakhir kepada Paus Benediktus untuk berpamitan dengan umat Katolik.

Di lapangan itu, kelompok-kelompok Katolik dan umat beriman mengangkat poster-poster mengungkapkan penghomatan mereka terhadap Paus Benediktus.

“Meskipun, saya tidak mengerti bahasa Italia, saya merasa beruntung berada di sini pada momen bersejarah ini,” kata Mary, seorang peziarah Cina yang berada di Roma untuk acara terakhir Paus itu.

Dia mengaku terkejut bahwa seorang paus “memilih untuk turun dari takhtanya dan merendahkan diri.”

“Dia tidak meninggalkan kita, ia akan menemani kita dengan doa-doanya,” kata Giuseppe, seorang mahasiswa di Roma.

Sumber: Benedict says goodbye to 150,000




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Paus Fransiskus doakan korban gempa di Aceh
  2. Renungan Hari Minggu Adven III/A bersama Pastor Bill Grimm
  3. Presiden Jokowi: Indonesia adalah rumah bagi kemajemukan
  4. Kongres Katolik yang dikelola negara Tiongkok dijadwalkan setelah Natal
  5. Rumah sakit Gereja berjuang mengatasi ketakutan warga tentang HIV
  6. Uskup tolak distribusi kondom di sekolah
  7. Organisasi mahasiswa lintas agama serukan kemajemukan NKRI
  8. Potret kehidupan dua pelajar SD di Indonesia
  9. Pemerintah Timor Leste dikritik ‘mengabaikan kaum difabel’
  10. KWI dan PGI desak pemerintah moratorium hukuman mati
  1. Merepotkan banyak pejabat... lain kali ditangani dan dilawan sendiri saja sebelu...
    Said Jenny Marisa on 2016-12-08 10:20:27
  2. Setiap kali membaca ttg hukuman mati, ingat Mary Jane.. Untuk orang yang tidak b...
    Said Jenny Marisa on 2016-12-08 09:33:17
  3. Aku ingin kuliah di Vietnam .aku tertarik dng negara itu .aktivitas ya tidak bed...
    Said Roby.chandra on 2016-12-06 23:11:33
  4. Alkitab bahasa kanayant...
    Said Dolina on 2016-12-04 20:38:14
  5. ternyata banyak pengikutnya tidak menemukan ketenangan batin.. tidak ada jaminan...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-30 10:02:53
  6. i Like,..it,.....
    Said Damianus Ahen on 2016-11-28 11:09:07
  7. Dimana toleransi beragama yg selalu di dengung dengungkan,,,...
    Said kamboti marassan salatiga on 2016-11-27 21:01:42
  8. Ada upaya uskup dan menteri yang Katolik.. ini cukup menjelaskan... Semoga napi ...
    Said Jenny Marisa on 2016-11-23 10:02:16
  9. Terima kasih Pak Benyamin....
    Said cnindonewsletter on 2016-11-22 16:34:32
  10. Terima kasih. Saya senang dengan UCAN INDONESIA. syallom benyamin...
    Said Benyamin Mali on 2016-11-21 16:53:07
UCAN India Books Online