UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Pimpinan Muslim-Kristen Asia berkomitmen mewujudkan perdamaian dan keadilan

01/03/2013

Pimpinan Muslim-Kristen Asia berkomitmen mewujudkan perdamaian dan keadilan thumbnail

 

Para pemimpin agama Muslim dan Kristen dari 16 negara Asia berjanji untuk mengintensifkan upaya mewujudkan  perdamaian dan keadilan, mencegah kekerasan dan memfasilitasi dialog dalam situasi konflik, seperti yang mereka ungkapkan dalam rekomendasi hasil  Konferensi Pemimpin Agama Muslim – Kristen se-Asia.

Konferensi itu mengambil tema “Bringing Common Word to Common Action” yang berlangsung di Jakarta, Selas -Kamis (28/2-1/3).

“Kami akan melakukan sebisa mungkin hal-hal yang bisa membantu saudara-saudari untuk memahami bahwa agama  pada dasarnya bermaksud mencerahkan orang beriman sesuai dengan sifat Allah dan bagaimana kewajiban orang beriman terhadap sesama manusia dan seluruh ciptaan”, jelas mereka dalam rekomendasi yang dirilis setelah konferensi.

Mereka meyakini, “konflik yang  selama ini dikaitkan dengan agama telah diperparah oleh ketidakseimbangan dalam masyarakat, atau, karena penganut agama tertentu tidak mengerti sepenuhnya implikasi dari iman mereka”.

Mereka juga menegaskan bahwa semua orang dari setiap agama harus menyadari “Kasih kepada Allah dan Kasih kepada sesama” sebagai aturan tertinggi (Golden Rule).

“Kami percaya, jika martabat manusia dihormati, nilai-nilai kemanusiaan dihargai dan jalan untuk dialog tetap terbuka, konflik dapat dihindari dalam setiap keadaan”.

Mereka juga sadar untuk terus belajar mengenai situasi sosial,  menafsirkan gejala-gejala baru, memperingatkan masyarakat terhadap kebijakan yang dapat membahayakan kepentingan umum.

Persoalan lingkungan hidup, buruh migran dan korupsi juga menjadi  bagian dari masalah yang menjadi keperihatinan mereka.

Mereka mengatakan, semua hal ini dapat dicapai hanya jika komunitas agama menjadikan itu semua sebagai tujuan mereka dalam melestarikan nilai-nilai yang berharga dalam budaya Asia seperti religiositas, sakralitas, penghargaan atas kehidupan, keterikatan dengan tradisi dan kepedulian terhadap kebaikan bersama.

Romo Antonius Benny Susetyo, salah seorang anggota panitia konferensi ini yang juga Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia mengatakan, realisasi rekomendasi ini akan diserahkan kepada masing-masing negara sesuai dengan situasi mereka.

Ash-Shaikh H. Abdul Nazar, seorang pemimpin Muslim dari Sri Lanka mengatakan, sebagai seorang pemimpin, ia memiliki “perjalanan panjang untuk mewujudkan itu semua” dan rekomendasi-rekomendasi ini harus “diterjemahkan ke dalam tindakan”.

“Di Sri Lanka pada dasarnya ada empat komunitas, Hindu, Islam, Kristen dan Budha. Kami memiliki sejumlah kesalahpahaman antara masing-masing komunitas. Satu komunitas agama  tidak percaya terhadap komunitas lainnya karena pengalaman buruk tertentu di masa lalu “, katanya kepada ucanews.com.

Dia menambahkan, sekarang mereka harus menyadarkan semua kalangan mulai dari akar rumput hingga kelompok kelas atas, di antara orang dewasa, wanita dan anak-anak untuk mengubah cara berpikir demi situasi yang lebih baik di masa depan dan untuk menyelesaikan konflik di antara mereka.

Sementara itu, Uskup Agung Charles Bo dari Yangon, Myanmar mengatakan, salah satu wujud  realisasi rekomendasi ini adalah pendidikan bagi perempuan Muslim, khususnya di negara bagian Rakhine dan Rohinghya yang katanya, “mereka tidak berpendidikan”.

Dia juga mengatakan, mereka akan berusaha untuk bekerja sama , tidak hanya dengan para pemimpin Muslim tetapi juga dengan kaum Buddhis dan pemerintah yang dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan keterbukaan untuk mendengar suara-suara dari pemimpin Kristen dan Muslim, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya .

Ryan Dagur, Jakarta




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Doa untuk perdamaian dan persatuan di Pakistan
  2. Perdana Menteri Portugal ‘pulang’ ke Goa
  3. Bisakah perempuan berperan lebih besar dalam mengakhiri konflik di Myanmar?
  4. Presiden Duterte berterima kasih kepada Paus Fransiskus
  5. Renungan Hari Minggu Biasa III/A bersama Pastor Bill Grimm
  6. Gereja Katolik Banglades berkabung atas wafatnya imam misionaris Italia
  7. Gereja Sri Lanka menetapkan 2017 sebagai Tahun Santo Joseph Vaz
  8. Upaya terus dilakukan guna menyelamatkan orang muda Timor Leste dari HIV
  9. Tiongkok jauh dari ‘Model Vietnam’ dalam hubungan dengan Takhta Suci
  10. Katolik dan Protestan di Korea Selatan menyerukan dialog berkelanjutan
  1. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  2. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
  3. Yang saya salut dg agama2 asli Indonesia ini adalah kedamaiannya,...
    Said Surromenggala on 2017-01-13 06:19:39
  4. mas gre,bs kah membantu kami unt perobatan istri.setelah cek lab ada gangguan gi...
    Said nehemia tumanggor on 2017-01-07 14:45:59
  5. Tragedi yang tidak tidak terbayarkan dengan kebaikan apapun.. 6000 nyawa tidak d...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-05 11:16:42
  6. Luar biasa atas kesaksian iman dari kisah 2 orang yang berbeda dengan masalah ya...
    Said Anselmus Seng Openg on 2017-01-04 13:25:40
  7. Mengapa pemerintah India tidak berupaya?...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-04 11:27:27
  8. Segala dapat diperdagangkan di China.. semuanya adalah kejam.. Hewan langka, gad...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-03 20:38:17
  9. Shalom, Bapa, sy orang kosan yg tinggal di kos rumah tua dimana sebelumnya ada ...
    Said desi on 2016-12-28 23:01:07
  10. Bentuk toleransi dengan mengikuti kegiatan agama lain. Mari kita dukung penegak...
    Said Abdul Aziz on 2016-12-24 11:19:05
UCAN India Books Online