UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Prostitusi online picu kekhawatiran para ibu

02/03/2013

Prostitusi online picu kekhawatiran para ibu thumbnail

Foto: Sebuah warung internet (warnet) di Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur.

 

Kasus prostitusi online yang mencuat akhir-akhir ini, yang melibatkan kaum terpelajar, tidak membuat Daezy Donna kaget karena ia sudah memperkirakan dampak yang mungkin muncul dari perkembangan teknologi komunikasi saat ini. Namun kasus ini membuat ibu berusia 36 tahun dan beranak satu ini khawatir.

“Karena aku punya anak perempuan, aku cukup khawatir dengan pengaruh negatif yang mungkin saja ia dapat dari pergaulan atau lingkungan luar termasuk media internet,” katanya.

Anak perempuannya yang berusia 12 tahun menggunakan internet satu kali dalam dua atau tiga hari di rumah. Saat liburan, ia diperbolehkan menggunakan internet setiap hari. Jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook serta online game menjadi pilihannya.

“Sudah pasti orangtua punya peran dan bertanggungjawab penuh dalam hal ini. Saya mengarahkan anak untuk selalu menjalin relasi yang mesra dengan Tuhan lewat doa dan firman,” katanya.

Ernawati, 46, lebih merasa khawatir karena ia tinggal terpisah dengan anak laki-lakinya yang berusia 17 tahun. Anaknya memiliki hobi menggunakan internet dan sering pergi ke warung internet sejak pulang sekolah hingga malam hari.

“Anak saya tinggal bersama neneknya di Wonosobo, Jawa Tengah. Yang bisa saya lakukan adalah monitor saja. Saya kasih arahan, pokoknya kalau buka situs jangan situs porno,” katanya.

Ia bahkan menyekolahkan anaknya ke sekolah Muhammadiyah dengan harapan anaknya memiliki pendidikan agama yang lebih baik.

Daezy dan Ernawati adalah dua dari banyak ibu yang merasa khawatir dengan kebiasaan anak-anak mereka dalam menggunakan internet setelah beberapa kasus prostitusi online dibongkar oleh aparat kepolisian awal Februari lalu.

“W,” inisial untuk seorang tersangka jebolan Universitas Ilmu Komputer di Bandung yang pernah mengelola situs www.cewebisyar.com selama dua bulan terakhir, ditangkap di rumah temannya pada tanggal 6 Februari setelah aparat kepolisian melakukan penyelidikan sebulan sebelumnya.

Situs dengan slogan “Komunitas Cewe Bayaran Indonesia+Asia” tersebut menawarkan kencan dengan puluhan gadis.

Kepolisian setempat menyita laptop plus charger, modem dan telepon seluler yang dipakai sebagai layanan pelanggan situs tersebut serta beberapa benda lainnya.

Tersangka lain, Hemud Farhan Ibnu Hasan dari Institut Pertanian Bogor, ditangkap oleh kepolisian setempat pada tanggal 8 Februari. Ia sedang bersama tiga remaja putri berinisial M (17), M (16) dan D (18) di sebuah kamar hotel saat aparat kepolisian melakukan penggerebekan.

Ia dituduh mengelola situs www.bogorcantik.blogspot.com yang berisi daftar sejumlah remaja putri berusia 16-18 tahun yang bersedia kencan dengan laki-laki yang mau membayar Rp 1,5 juta.

Situs yang telah dikelola selama enam bulan terakhir tersebut berisi foto dan ukuran bra para remaja putri itu.

Kepolisian setempat menyita sebuah laptop, empat telepon selular dan sebuah sepeda motor.

Di Jakarta Timur, tanggal 15 Februari, kepolisian setempat menangkap tiga gadis yang diduga terlibat dalam prostitusi online.

Semua kasus tersebut di atas masih dalam penyelidikan polisi.

Sebagai tindak lanjut, kepolisian di Cianjur bahkan mengelar razia ke sejumlah warung internet yang diduga menjadi tempat operasi prostitusi online.

Menurut polisi, para gadis itu tidak tahu jika mereka ada di situs-situs itu. Mereka hanya tahu bahwa ada mucikari yang mengajak mereka untuk kencan dengan para laki-laki hidung belang.

“Anak-anak remaja itu korban kejahatan perdagangan manusia. Misalnya mereka terpengaruh gaya hidup atau factor kemiskinsn, tetap saja mereka adalah korban komunikasi, hedonism dan konsumerisme sehingga ketika ada tawaran seperti itu akan terbujuk rayu,” kata Badriyah Fayumi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Gaya hidup dan kemiskinsn bisa menjadi alasan para gadis itu terlibat dalam bisnis semacam itu.

Sebagai korban, mereka membutuhkan rehabilitasi, konseling dan trauma healing.

“(Meraka seharusnya) diajak berpikir apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Kemudian diberi alternatif. Jika ada yang berbakat di bidang music, ya ditingkatkan kemampuan itu,” katanya.

Menurut seorang pakar pendidikan, Pastor Vincentius Darmin Mbula, kasus prostitusi online bisa dikaitkan dengan suatu pendidikan yang sudah terkontaminasi dengan berbagai isu seperti bisnis.

“Pendidikan itu seharusnya mengajarkan orang untuk memiliki kecerdasan berpikir, spiritual dan moral yang bisa diolah sehingga orang bisa bertumbuhkembang dan menjadi dewasa,” katanya.

Untuk itu, sistem pendidikan perlu diubah, dari sekedar menghafal menjadi pengembangan diri yang mendorong orang untuk bisa berpikir dan bernalar berdasarkan hati nurani.

“Prostitusi berasal dari tidak adanya kemampuan untuk menghargai diri. Oleh karena itu, proses pendidikan seharusnya mengajarkan orang untuk menghargai diri mereka dan pada akhirnya mereka bisa melindungi diri,” kata imam Ordo Saudara-Saudara Dina (OFM) dari Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) itu.

Katharina R. Lestari, Jakarta

  • STEVE

    KUTIPAN DARI ATAS…Menurut seorang pakar pendidikan, Pastor Vincentius Darmin Mbula, kasus prostitusi online bisa dikaitkan dengan suatu pendidikan yang sudah terkontaminasi dengan berbagai isu seperti bisnis.
    PENDIDIKAN KATHOLIK LEBIH SARAT LAGI DENGAN BISNIS..BUKAN LAGI ISU BISNIS..HEHEHHE…
    SILAHKAN LITBANG KWI,KETUA LINGKUNGAN,ATAU BIRO STATISTIK INDEPENDEN LAKUKAN SURVEY…BERAPA KELUARGA KATHOLIK YG MENYEKOLAHKAN ANAK NYA KE SEKOLAH KATHOLIK???..DARI DULU SELALU BASI..GEREJA SELALU TAJAM KELUAR,,TAPI TUMPUL KEDALAM…LEBIH LANJUT CEK LAGI PADA SEKOLAH KATOLIK.BERAPA SICH JUMLAH MURID YANG KATOLIK???SUPAYA PARA PIMPINAN SADAR..KEPALA ORDO.YAYASAN PENGELOLA SEKOLAH DLL…BUDAYAKAN RASA MALU DAN TAU DIRI…

  • franstantri dharma

    Bahaya berasal dari iman yang setengah-setengah.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kapel Sistina dipasang dengan sistem pencahayaan baru untuk melestarikan lukisan
  2. Kardinal Tagle: Jadwal Paus akan padat selama kunjungan ke Filipina
  3. Lomba lukisan tentang iman Katolik untuk menemukan seniman muda
  4. Adrianus Meliala: Tidak murah menegakkan hukum di daerah konflik
  5. Menteri perempuan pertama dari Papua berjanji akan angkat martabat perempuan
  6. Menteri perempuan pertama dari Papua berjanji akan angkat martabat perempuan
  7. Pembunuh biarawati: Pengampunan keluarga memberikan 'kehidupan baru' bagi dia
  8. Umat Katolik protes terkait perampasan lahan Gereja oleh pemerintah
  9. Diskriminasi Ras vs Sumpah Pemuda
  10. Kemenag siapkan RUU Perlindungan Umat Beragama
  1. Paus Fransiskus: Jangan menjadi orang Kristen kalau berperilaku buruk
  2. Anarkisme umat Islam akibat salah menafsirkan Alquran
  3. Adrianus Meliala: Tidak murah menegakkan hukum di daerah konflik
  4. Kardinal Tagle: Jadwal Paus akan padat selama kunjungan ke Filipina
  5. Tuntaskan Konflik Papua
  6. Kapel Sistina dipasang dengan sistem pencahayaan baru untuk melestarikan lukisan
  7. Sejumlah agamawan Indonesia ikuti dialog lintas agama di Polandia dan Slowakia
  8. Paus desak para aktivis berjuang melawan ‘penyebab kemiskinan struktural’
  9. Kemenag siapkan RUU Perlindungan Umat Beragama
  10. Ketulusan Jokowi menjadi obat pengungsi Sinabung
  1. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  2. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  3. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
  4. Bukan saja tidak mendiskriminasi keberadaan agama (yang ada sekarang) tetapi jug...
    Said on 2014-10-07 08:28:00
  5. Yang berbelaskasih menghadapi ahli hukum gereja.. mengingatkan pada Yesus yang m...
    Said on 2014-10-07 08:08:00
  6. Masuk penjara seperti Santo Paulus, demi keadilan dan kerajaan Allah.. syukur bu...
    Said on 2014-10-07 07:52:00
  7. Sangat disayangkan, tidak dimuat apa masalah pokoknya, apa saja yang dituduhkan...
    Said Brian Susanto on 2014-10-07 07:13:00
  8. Konflik sepihak itu (kan tidak ada yang membalas kalau dari kalangan Kristen), s...
    Said on 2014-10-01 14:52:00
  9. Kita semua tertipu. Yang dikira dapat dipercayai pemerintahan yang baik ternyat...
    Said on 2014-09-30 10:19:00
  10. @donotchangemyname: baca dokumen2 Gereja yg terkait dgn hal tsb. Prinsip dan huk...
    Said Antonio on 2014-09-27 01:06:00
UCAN India Books Online