UCAN Indonesia Catholic Church News
Tomorrows church today

Kekerasan seksual di sekolah tergolong tinggi

05/03/2013

Kekerasan seksual di sekolah tergolong tinggi thumbnail

Foto: merdeka.com

 

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) menyatakan kasus kekerasan seksual terhadap anak marak terjadi di sekolah.

“Persentasenya nomor dua setelah rumah,” ujar Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait seperti dilansir Tempo, Senin, 4 Maret 2013.

Kesimpulan tersebut ia dapat dari data kasus aduan kekerasan terhadap anak selama 2012. Dari 2.637 aduan yang masuk, sekitar 60 persennya merupakan kasus kekerasan seksual.

“Persentasenya belum ada, tapi sekolah nomor dua urutannya,” ujar dia.

Pelaku kekerasan seksual terhadap anak di sekolah tak hanya bersumber dari guru, melainkan juga pihak lain, seperti teman atau penjaga sekolah.

“Dilihat dari presentasenya, memprihatinkan,” kata Arist.

Ia mengatakan seharusnya sekolah bisa menjadi benteng terhadap kasus kekerasan seksual.

Kasus kekerasan seksual terhadap siswa kembali mencuat. Terakhir, kasus kekerasan seksual melibatkan guru dan murid terjadi di SMA Negeri 22 Matraman, Jakarta Timur. Seorang guru, T, 46 tahun, dilaporkan melakukan pelecehan terhadap muridnya, MA, 17 tahun.

Sementara itu aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) Indipt Kebumen, Irma Suzanti menilai bahwa upaya pendidikan seks di sekolah masih sangat minim dilakukan.

Hal itu berdampak pada meningkatnya jumlah kasus kekerasan seksual pada anak. Sepanjang tahun 2012 terdapat 88 kasus atau naik dari tahun 2011 sebanyak 44 kasus.

“Jangan salahkan anak terus. Perilaku anak juga merupakan produk lingkungan yang harus dievaluasi. Kategori kekerasan seksual pada anak adalah usia 2 tahun hingga usia di bawah 18 tahun,” kata aktivis itu.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Usai shalat Jumat, warga Muslim gelar aksi solidaritas untuk umat Katolik
  2. Renungan Hari Minggu Biasa XVIII bersama Pastor Bill Grimm
  3. ‘Makanan cinta’ untuk para pengungsi di Hong Kong
  4. Romo Carolus masuk ke Nusakambangan jelang eksekusi mati
  5. Kardinal Tagle berikan ‘hadiah’ untuk OMK yang menghadiri WYD
  6. Lilin seorang suster untuk Merry Utami yang akan dieksekusi mati
  7. Walikota Parepare resmikan gereja Katolik
  8. Kelompok Gereja berkampanye menentang eksekusi
  9. Karitas India bertemu membahas tantangan pendanaan
  10. Para delegasi OMK untuk WYD didesak berbagi iman dan cinta
  1. Benar kata imam Abdelatif Hmitou, karena jelas didengar dan mudah dimenterti sia...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-30 13:31:58
  2. Lebih sedikit hukuman mati lebih baik,...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-29 10:33:31
  3. Susah untuk diungkapkan. Ini nampaknya noda satu satunya(?)di pemerintahan Jokow...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-28 21:28:59
  4. Semoga berhasil ditiadakan.....
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 19:50:21
  5. Pengawasan dana desa?? Bukannya itu urusan pemerintah?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-26 17:08:38
  6. Jangan kareta kesalahan satu orang, ratusan orang dikorbankan. Kalau memang yang...
    Said brian on 2016-07-25 11:16:27
  7. Hanya Mao Ze Dong yang mereka idolakan... tidak ada yang lebih baik... Buat kita...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-15 10:18:37
  8. Motornya jenis matic, pengendaranya jenis apa ya?...
    Said Jenny Marisa on 2016-07-08 09:37:42
  9. Upaya menjalin persahabatan tentu baik dan yang mengacaukannya, salah. Namun, a...
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 10:44:28
  10. Romo Magnis mengatakan terus terang, yang mungkin tidak enak didengar....
    Said Jenny Marisa on 2016-06-21 08:07:15
UCAN India Books Online