UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Konklaf 2013: Para kardinal mulai proses pra-konklaf

05/03/2013

Konklaf 2013: Para kardinal mulai proses pra-konklaf thumbnail

 

Para kardinal telah berkumpul di Kota Vatikan pada Senin (4/13) kemarin untuk memulai proses pemilihan Paus baru, menyusul pengunduran diri resmi Benediktus XVI pada akhir bulan lalu.

Awal konklaf telah dibahas, tetapi belum pasti, kemungkinan dimulai awal pekan depan. Kemarin 142 kardinal dari seluruh dunia bertemu di Aula Paulus VI untuk menghadiri pertemuan pertama dari serangkaian pertemuan mereka.

Seperti dilansir The Guardian, pada pertemuan ini, muncul seorang pria Jerman, menyamar sebagai seorang uskup, yang  berhasil melewati pos pemeriksaan. Ia mengenakan pakaian uskup dan memperkenalkan diri sebagai “Basilius”, tapi berhasil dihentikan sebelum ia masuk aula pertemuan para kardinal.

Juru bicara Vatikan Pastor Federico Lombardi SJ mengatakan suasana di Vatikan “sangat tenang dan sangat mendukung”.

Tapi, berbagai tantangan yang dihadapi Gereja sudah muncul sebagai tema-tema dominan, yang akan dibahas dalam pertemuan.

Berbicara pada konferensi pers, Francis Kardinal George dari Chicago, AS mengatakan Paus berikutnya harus bersikap zero tolerance terkait pedofilia klerus.

“Paus baru jelas memiliki kode universal Gereja, yakni bersikap zero tolerance terhadap siapa saja yang telah melakukan pelecehan terhadap anak,” kata Kardinal George, yang juga Uskup Agung Chicago.

Skandal internal Gereja yang mengguncang masa kepausan Benediktus juga dilaporkan oleh para kardinal pemilih.

Seorang prelatus yang tak menyebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa laporan terkait Vatileaks ditulis oleh tiga kardinal tua telah menjadi perhatian oleh mereka yang hadir.

Benediktus memutuskan bahwa laporan tersebut harus disimpan dan hanya diketahui penggantinya, tetapi penulisnya telah diberikan dispensasi untuk memberikan penjelasan singkat kepada para kardinal terkait elemen-elemen khusus jika diperlukan.

Keinginan untuk mengklarifikasi terkait skandal bocornya dokumen kepausan diyakini sangat kuat di antara mereka para kardinal yang berbasis di luar negeri ketimbang di Kuria Roma.

“Jika kita merupakan sebuah kolese, jika kita adalah saudara, kami harus mengetahui juga, kami tidak memiliki cukup informasi,” kata Oscar Kardinal Maradiaga dari Honduras, pada hari Minggu.

Pada Senin, ia menambahkan bahwa “inisiatif bersih-bersih” yang dilakukan oleh Benediktus harus dilanjutkan penggantinya. “Kita harus menunjukkan Gereja berwajah transparan,” katanya.

Ketika para kardinal tiba pada Senin mereka mengambil sumpah “kerahasiaan yang ketat”. Lima penerjemah bekerja bersama dengan mereka.

Sebanyak 142 kardinal yang hadir baik yang berusia di atas maupun di bawah 80 tahun, tetapi hanya di bawah usia 80 tahun dapat memilih dalam konklaf.

Dari 115 kardinal yang diharapkan berpartisipasi, tapi 12 kardinal masih belum tiba di Roma, yang berarti bahwa tanggal untuk proses rahasia itu belum bisa ditetapkan, kata Vatikan.

“Kami perlu waktu untuk mengenal satu sama lain,” kata Walter Kardinal Kasper dari Jerman kepada harian Jerman Stuttgarter Zeitung.

“Pemilihan Paus baru bukanlah sesuatu yang harus terburu-buru,” tambah kardinal itu.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Demi Gereja di Tiongkok, Paus Fransiskus tolak bertemu Dalai Lama
  2. Mengapa Paus Fransiskus hindari pertemuan dengan Dalai Lama
  3. Menag: Jangan jelek-jelekkan agama lain
  4. Gereja Katolik buka posko bantuan untuk para korban longsor Banjarnegara
  5. Polisi siaga terkait ancaman demonstran anti penggunaan antribut Natal
  6. Uskup Papua Nugini kecam perburuan terhadap para penyihir untuk dibunuh
  7. Jaga gereja, anggota Banser Bondowoso dibekali tenaga dalam
  8. Halau radikalisme, Ulil harap umat Muslim tafsirkan Alquran lebih inklusif
  9. Vatikan: Paus Fransiskus akan angkat kardinal baru pada Februari
  10. Gereja Katolik di Pakistan mengecam serangan di sekolah
  1. Umat Katolik di Tiongkok adakan Malam Kasih Natal
  2. Renungan Hari Minggu Adven Keempat bersama Pastor Bill Grimm
  3. Paus Fransiskus berperan penting dalam pemulihan hubungan AS-Kuba
  4. Polisi siaga terkait ancaman demonstran anti penggunaan antribut Natal
  5. Menag: Jangan jelek-jelekkan agama lain
  6. Analis: Indonesia perlu strategi baru untuk membendung ekstremisme Islam
  7. Kelompok HAM minta keringanan jelang eksekusi lima terpidana mati
  8. Gereja Katolik di Pakistan mengecam serangan di sekolah
  9. Gereja Katolik Korea Selatan berupaya menjadi jembatan demi pemulihan hubungan dengan Utara
  10. Pemberontak komunis Filipina umumkan gencatan senjata selama kunjungan Paus
  1. Ada mafianya tuh makanya BA gak berani cabut segelnya......
    Said kepuh on 2014-12-15 07:49:00
  2. sayangnya... Pak Hasyim tidak bisa menaham segelintir Umatnya yang nakal dan mas...
    Said Maman Sutarman on 2014-12-02 08:23:00
  3. Lagi lagi membenarkan diri? Tidak mewakili Malaysia secara keseluruhan? Pemerint...
    Said on 2014-12-02 08:10:00
  4. "Tidak dibenarkan" bukan DILARANG. Karena tidak dilarang, terjadi penutupan ger...
    Said on 2014-12-02 08:05:00
  5. Kalau boleh saran, berilah pakaian kepada yang telanjang, pakaian pantas untuk m...
    Said on 2014-12-01 07:02:00
  6. Terima kasih banyak Pater..atas kritikan dan sarannya.. Tuhan memberkati....
    Said on 2014-11-10 19:35:00
  7. Artikel berjudul "Paus membuat peraturan terkait pemberhentian dan pengunduran d...
    Said J. Mangkey msc on 2014-11-10 11:59:00
  8. Jangan terlalu berharap kebaikan dari DPR yang baru.. Teringat "kucing yang seda...
    Said on 2014-10-10 05:27:00
  9. Korupsi dana pendidikan jangan mengabaikan modus pelaku pada tingkat sekolah: ke...
    Said Lakestra on 2014-10-09 09:15:00
  10. Umat tak butuh statement, tapi kebijakan. Apa yang dapat Gereja bantu terhadap m...
    Said Brian Susanto on 2014-10-09 04:48:00
UCAN India Books Online