UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Pastor Neles dapat penghargaan dari Korea Selatan

05/03/2013

Pastor Neles dapat penghargaan dari Korea Selatan thumbnail

 

Imam asal Papua, Pastor Neles Kebadabi Tebay dianugerahi penghargaan oleh Yayasan Keadilan dan Perdamaian Tji Haksoon yang berbasis di Korea Selatan (Korsel) karena dinilai berjasa dalam upaya memperjuangkan perdamaian dan perlindungan HAM di Papua.

Penghargaan ini akan resmi diberikan kepada pencetus Jaringan Damai Papua (JDP) ini pada 13 Maret mendatang di Seoul, Korsel.

Menanggapi penghargaan ini, Pastor Neles mengatakan, tidak percaya dirinya dipilih karena merasa tidak pantas. Ia juga mengaku, tidak mengetahui kriteria yang digunakan untuk menentukan pemenang.

“Masa saya dipilih sebagai penerima penghargaan keadian dan perdamaian, sementara pembicaraan damai (peace talk) antara pemerintah Indonesia dan kelompok separatis Papua, sebagaimana yang diperjuangkan oleh JDP dan semua pendukung dari berbagai pihak, belum juga terlaksana,” terangnya dalam pernyataan tertulis yang diterima UCAN Indonesia, Senin (4/3/2013).

Meski demikian, ia mengatakan, penghargaan ini meneguhkan komitmen orang Papua dan pemerintah Indonesia untuk bertemu, duduk bersama dan melakukan pembicaraan damai guna mencari solusi yang konstruktif dan adil bagi kedua belah pihak.

Ia juga menjelaskan, penghargaaan ini juga memperlihatkan bahwa dukungan terhadap dialog Jakarta-Papua untuk menyelesaikan konflik Papua juga datang dari negara lain, termasuk masyarakat sipil di Korsel.

Penulis buku Angkat Pena Demi Dialog Papua ini menambahkan, “penghargaan ini ditujukan bukan hanya kepada saya pribadi tetapi kepada semua pihak, baik individu maupun lembaga, yang selama ini telah mendukung dialog sebagai jalan terbaik untuk mencari dan menemukan solusi terbaik dan adil terhadap konflik Papua.”

Pastor Neles yang lahir di Godide, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua pada 13 Februari 1964 merupakan pengajar sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur Abepura.

Ia aktif sebagai anggota Forum Konsultasi Para Pimpinan Agama (FKPPA) di Tanah Papua, anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua dan terlibat di Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP).

Sejak 2010 hingga kini, dia diangkat sebagai anggota Komisi Teologi pada Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Untuk periode 2013-2016, dia dipilih menjadi anggota Komisi Karya Misioner KWI.

Ryan Dagur, Jakarta

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Relikwi St. Yohanes XXIII dan Relikwi St. Yohanes Paulus II berkunjung ke Thailand
  2. Ratusan mahasiswa tolak transmigrasi di Kalimantan
  3. Kelompok HAM Filipina desak PBB menyelidiki 110 kasus penyiksaan
  4. Dalam Misa di Vatikan, Paus Fransiskus prihatin dengan nasib warga Rohingya
  5. Gereja: Pemerintah Modi mulai memperhatikan terkait serangan terhadap minoritas
  6. Ribuan anak Kamboja terlantar akibat ibu mereka dipenjara
  7. Para uskup puji Filipina menyambut pengungsi Rohingya
  8. Paus menyerukan umat Katolik Tiongkok untuk tetap menjaga kesetiaan mereka
  9. Presiden Xi desak agama-agama di Tiongkok menghindari pengaruh asing
  10. Pengadilan Pakistan mendakwa 106 pembunuh pasangan Kristen
  1. Ribuan anak Kamboja terlantar akibat ibu mereka dipenjara
  2. Gereja: Pemerintah Modi mulai memperhatikan terkait serangan terhadap minoritas
  3. Kelompok HAM Filipina desak PBB menyelidiki 110 kasus penyiksaan
  4. Gereja Katolik terus membantu para korban gempa di Nepal
  5. PM Malaysia ‘sangat prihatin’ dengan kuburan massal diduga imigran gelap
  6. Relikwi St. Yohanes XXIII dan Relikwi St. Yohanes Paulus II berkunjung ke Thailand
  7. Daniel Mananta dan Sandra Dewi ikut peresmian kapel yang mereka bangun di Flores
  8. Gereja menentang otoritas Zhejiang terkait kampanye pembongkaran salib
  9. Biarawati Katolik luncurkan kampanye untuk membantu pengungsi Rohingya
  10. Orangtua Rohingya di kamp pengungsian cemas terkait berita anak-anak mereka yang hilang
  1. Ya... mengapa tidak? Waktunya "rise and shine"......
    Said on 2015-05-19 08:35:00
  2. Malaysia, Indonesia berlomba membuang migran, ya? Saya bayangkan dipantai laut a...
    Said on 2015-05-19 08:31:00
  3. Sudahlah, jangan (dikirim) bekerja luar negeri, mereka biar di Indonesia, bekerj...
    Said on 2015-05-19 08:16:00
  4. Selamat bekerja. Bersyukur terpilih karena kesempatan untuk menempah diri menjad...
    Said Martin Teiseran on 2015-05-19 04:48:00
  5. Iya, bagaimana ini, televisi begitu "leko"nya memberitakan dan meng-interview ur...
    Said on 2015-05-13 20:53:00
  6. Merupakan masalah bagi migran maupun negara penampung. Bagaimana menerima orang...
    Said on 2015-05-13 07:04:00
  7. Jika membangun rumah, sisihkan tanah untuk taman dan resapan air, tanami satu, ...
    Said on 2015-05-12 19:15:00
  8. Raul harus cepat saja kembali... beliau sudah lansia......
    Said on 2015-05-12 07:07:00
  9. Datang dari Jakarta tentu harus bawa kado.. Lain kali ke Papua saya harap mereka...
    Said on 2015-05-12 06:58:00
  10. Ada baiknya dalam bulan Mei kita berdoa melalui Ratu Segala Bangsa, untuk perlin...
    Said on 2015-05-12 06:49:00
UCAN India Books Online