Penjahit jubah setiap Paus mengaku bingung untuk menentukan ukuran

05/03/2013

Penjahit jubah setiap Paus mengaku bingung untuk menentukan ukuran thumbnail

 

Membuat pakaian yang dipesan lebih dahulu adalah sulit karena Anda tidak tahu siapa yang akan memakainya. Tapi, Gammarelli, usaha jahitan di Kota Roma, yang telah menjahit pakaian untuk setiap Paus sejak tahun 1922, selalu bersedia melayani untuk setiap kemungkinan.

Jubah yang dipamerkan di jendela pada Senin adalah tiga jubah berukuran kecil, sedang dan besar berwarna kuning gading – sebuah pilihan yang tetap bingung, namun ia  tidak peduli siapa Paus yang akan muncul dari Kapel Sistina sebagai pemimpin Gereja Katolik berikutnya.

Bersamaan dengan jubah juga terlihat baretta putih, pallium merah dan empat atau lima pasang sepatu merah, kata Lorenzo Gammarelli, salah satu pemilik bisnis tersebut.

“Kami menyediakan lebih dari tiga pasang sepatu karena Anda bisa menyesuaikan jubah atau pakaian, tapi Anda harus menyediakan sepatu dengan ukuran yang tepat,” katanya.

Para kardinal belum menentukan tanggal untuk konklaf guna memilih pengganti Benediktus XVI, tapi begitu mereka mengadakan konklaf, jubah-jubah Paus dan perlengkapan lainnya akan dikirim dari Gammarelli ke Vatikan.

Perlengkapan Paus tersebut harus tiba sebelum pemilihan Paus baru karena perlengkapan itu akan dibutuhkan pada penampilan pertamanya sebelum bertemu dengan umat beriman di alun-alun Lapangan St. Petrus.

Usaha jahitan itu, yang telah melayani Kuria Roma dan Paus sejak tahun 1798, telah menyediakan perlengkapan Paus sejak tahun 1922, kata Gammarelli.

Tujuh Paus mulai dari ukuran Paus Yohanes XXIII yang gemuk hingga penggantinya Paus Paulus VI yang ramping.

Kali ini, usahanya harus bekerja lebih keras dari sebelumnya setelah pengunduran diri Benediktus yang mengejutkan.

“Kami benar-benar terkejut, seperti juga orang lain pikir,” kata Gammarelli. Fakta bahwa Paus tidak menjabat hingga wafat.

“Kami menerima pesanan beberapa hari setelah Benediktus menyatakan pengunduran dirinya dan kami akan menyelesaikannya pada Jumat, jadi kami masih memiliki waktu cukup lama,” katanya. “Untuk membuat satu jubah kami membutuhkan waktu tiga setengah hari.”

Ukuran jubah yang besar diduga meniru jubah Timothy Kardinal Dolan, Uskup Agung New York, AS, sementara jubah ukuran kecil mungkin berorientasi kepada rekannya Luis Antonio Kardinal Tagle dari Filipina.

 

Sumber: The tailor who has dressed every pope since 1922

 

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online