UCAN Indonesia Catholic Church News
UCAN Spirituality | A service of UCA News

Kongres Cina dibuka di tengah aksi protes

06/03/2013

Kongres Cina dibuka di tengah aksi protes thumbnail

 

Para aktivis hak dan pro-demokrasi menandai pembukaan sidang tahunan parlemen Cina, atau Kongres Rakyat Nasional (NPC), Selasa, dengan aksi protes di luar Kantor Penghubung Pemerintah Pusat di Hong Kong.

Mereka menuntut pemerintah Cina membebaskan semua pembela HAM dan para penulis yang dipenjara, serta para napi dan klerus, serta meratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik.

Menurut konstitusi Cina, warga menikmati kebebasan berbicara dan beragama, serta hak untuk berkumpul dan berdemonstrasi.

“NPC meratifikasi dan menerapkan standar HAM internasional, yang meliputi perlindungan kebebasan beragama, namun hal itu telah tertunda selama 15 tahun sejak Cina menandatangani perjanjian tahun 1998,” kata Or Yan-yan, pejabat Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Hong Kong, kepada ucanews.com.

Dia juga menyerukan pembebasan Uskup Pembantu Thaddeus Ma Daqin, yang telah menjalani tahanan rumah di Seminari Sheshan di Shanghai selama sembilan bulan, dan beberapa klerus “bawah tanah” di utara Provinsi Hebei yang telah hilang selama beberapa tahun.

Para pengunjuk rasa menegaskan kembali tuntutan mereka dalam sebuah surat terbuka kepada NPC. Mereka masuk ke pintu kantor penghubung itu setelah para pejabat menolak untuk keluar dan menerima mereka.

Hampir 3.000 wakil dari kongres itu menghadiri rapat pleno di Beijing, yang berlangsung dari 5-17 Maret. Perdana Menteri Wen Jiabao membuka kongres itu dengan menyampaikan laporan kerja pemerintah.

Terkait agama, ia mengklaim bahwa dalam lima tahun terakhir Cina telah sepenuhnya menerapkan kebijakan terkait kebebasan beragama, dan membuat kemajuan dalam legalisasi dan standardisasi pengelolaan urusan agama.

Kongres itu juga akan melihat tahap akhir dari transisi kepemimpinan negara itu yang mana Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen akan menyelesaikan periode lima tahun kedua.

Or mengatakan dia tidak mengharapkan pengganti Hu, Xi Jinping, akan membawa perubahan apapun meskipun seruan untuk melaksanakan ketentuan dalam konstitusi dan anti-korupsi sejak dia menjadi kepala Partai Komunis Cina November lalu.

“Selama masa Hu dan Wen, penindasan terhadap para pembangkang politik dan pembela HAM adalah yang paling parah,” sejak negara itu mengadopsi kebijakan pintu terbuka tiga dekade lalu, kata Or.

Dia mengatakan dia merasa sangat kecewa dengan Wen, saat ia gagal mencapai janji reformis dan memenuhi harapan publik, meskipun ia dijuluki “perdana menteri rakyat.”

Sumber: China congress opens amid protesta

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup Agung Kuala Lumpur mengatakan kata 'Allah' masih digunakan dalam Misa
  2. Kemensos siapkan 700 pekerja sosial rehabilitasi korban narkoba
  3. Romo Benny: Presiden bertindak tak sesuai Konstitusi
  4. Tiongkok akan melanjutkan pentahbisan uskup ilegal
  5. Utusan Vatikan bertemu para pejabat Vietnam di Hanoi
  6. Jaringan Islam Liberal: Charlie Hebdo tidak anti-Islam
  7. Para frater belajar menulis berita
  8. Presiden Jokowi harus buktikan penegakan HAM di 2015
  9. Duta Vatikan menekankan dialog antaragama dalam pertemuan dengan para uskup di Malaysia
  10. Kardinal Baldisseri turut berdebat tentang keluarga menjelang sinode
  1. Renungan Hari Minggu bersama Pastor Bill Grimm
  2. Ratusan organisasi desak Myanmar mendrop RUU tentang agama, pernikahan yang kontroversial
  3. Kelompok HAM internasional soroti pelanggaran HAM di Indonesia
  4. Kelompok HAM: Tiongkok lakukan pelanggaran HAM luar biasa
  5. Kemiskinan kronis memicu pekerja anak
  6. Gereja kecam persembunyian orang miskin selama kunjungan Paus
  7. Semarang terbitkan Perda Perlindungan Perempuan dan PSK
  8. Kardinal Baldisseri turut berdebat tentang keluarga menjelang sinode
  9. Pengadilan Tiongkok menolak klaim pendeta terkait pelanggaran hak asasi
  10. Presiden Obama ingatkan India terkait kekerasan agama
  1. Boleh saja melarang jika di tempat publik, tetapi jaminlah kalau perayaan diadak...
    Said on 2015-01-14 07:48:00
  2. Saya selalu beranggapan bahwa kecelakaan tidak perlu terjadi... Bahwasanya terja...
    Said on 2015-01-14 07:44:00
  3. Alangkah indahnya nanti kalau ada pemimpin baik.. semoga terus demikian....
    Said on 2015-01-14 07:30:00
  4. Aceh lain sifatnya dari Indonesia pada umumnya.. Kita prihatin nasib perempuan t...
    Said on 2015-01-14 07:17:00
  5. Mudah2an semacam ensiklik juga ditujukan untuk Indonesia, walaupun kaum Kristen-...
    Said on 2015-01-14 07:06:00
  6. Perjalanannya masih panjang di Aceh.....
    Said on 2015-01-09 05:46:00
  7. Baik sekali kalau dalam TNI tidak membedakan perayaan Nasrani - yang hadir semua...
    Said on 2015-01-09 05:44:00
  8. Like...
    Said Yohanes Seandy Sunjoko on 2014-12-21 10:11:00
  9. Mestinya yang mengajar, ya mengajar yang baik. Janganlah di khotbah pada waktu ...
    Said on 2014-12-18 07:06:00
  10. iya, iya, baiklah... tenaga dalam saja, jangan senjata. ..Banser kan artinya ba...
    Said on 2014-12-18 07:03:00
UCAN India Books Online